Gedung Tua di Jakarta

Sebagai salah satu kota tua di Nusantara, ada cukup banyak Gedung Tua di Jakarta yang hingga kini masih terlihat cantik dan terawat dengan baik. Sebagian besar gedung itu merupakan bangunan warisan dari jaman kolonial Belanda, dan sebagian lagi peninggalan budaya lokal serta bangunan yang dibuat oleh para imigran keturunan Tionghoa.

Namun demikian sepertinya masih ada sejumlah bangunan yang masih perlu mendapat perhatian untuk dikonservasi agar tidak diubah menjadi mal atau bangunan komersial lainnya. Kawasan Kota Tua adalah area dimana ada banyak bangunan peninggalan dari jaman kolonial yang sejak beberapa tahun ini mulai direvitalisasi.

Di bawah ini adalah catatan tentang gedung tua di Jakarta yang sejauh ini sudah saya kumpulkan datanya, dan tulisan akan diperbarui manakala ada data baru yang ditambahkan untuk melengkapi daftar ini.

Gedung Tua di Jakarta

Gedung Arsip Nasional Jalan Gajah Mada Nomor 111, Jakarta Barat. Gedung dibangun pada 1760 oleh Reiner de Klerk (Middelburg, 19 November 1710 – Batavia 1 September 1780) yang sekaligus menjadi arsiteknya. Reiner, yang saat itu adalah anggota dewan Hindia Belanda, memberi nama Villa Molenvliet pada gedung yang dibangunnya itu.

Gedung Balaikota Jakarta, Jl. Medan Merdeka Selatan No. 8-9, Jakarta Pusat, kini menjadi tempat kerja Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Gedung ini dibangun pada abad ke-19 bergaya Tuscan.

Gedung Balai Seni (Wisma Seni) Jl Merdeka Timur No. 14, Gambir, Jakarta Pusat, dahulu bernama Carpentier Alting Stichting, sekarang menjadi bagian dari Galeri Nasional.

Gedung Bank Indonesia Gedung peninggalan kolonial yang megah di Jl. Pintu Besar Utara, Jakarta Barat, sebagian digunakan sebagai tempat pamer oleh Museum Bank Indonesia.

Gedung BBD / Mandiri Sebuah prototipe bangunan gudang dari abad ke-17 dengan model atap pelana yang berada di Jl. Tiang Bendera V, Jakarta Barat.

Gedung Bioskop Metropole
Gedung tua dengan arsitektur cantik di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, yang sempat berganti nama menjadi Bioskop Megaria.

Gedung BP7 Gedung bergaya Amsterdam School di Jl. Pejambon, Jakarta Pusat, dibangun sekitar 1830-an dengan arsitek Ir. J. Tromp.

Gedung Cafe Batavia Gedung tua berlantai dua dengan dalaman elok di sisi Utara Taman Fatahillah, kini digunakan cafe kelas atas dengan pandangan langsung ke arah Museum Fatahillah.

Gedung Candra Naya Jl Gajah Mada 188, Jakarta Barat.

Gedung Departemen Keuangan Jl. Lapangan Banteng Timur, Jakarta Pusat.

Gedung Kantor Pos & Giro Pasar Baru, Jl. Pos No.2, Jakarta Pusat.

Gedung Kesenian Jakarta Jl Gedung Kesenian No. 1 Jakarta Pusat.

Gedung Mahkamah Agung, Dulu bernama Hoogerechshaf atau tempat peradilan tinggi. Saat berdiri tahun 1848, merupakan bagian gedung Departemen van Finaneient.

Gedung MPR RI
Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan

Gedung Newseum Cafe
Jl. Veteran, Jakarta Pusat.

Gedung Pancasila
Jalan Pejambon No.6, Jakarta Pusat.

Gedung Rumah Sakit Cikini
Sebuah gedung tua di dalam kompleks RS Cikini di Jl. Cikini Raya No 40, Jakarta Pusat, menempati bekas rumah pelukis terkenal Raden Saleh Sjarif Boestaman.

Gedung SMPN 32
Jl. Pejagalan Raya, Tambora, Jakarta Barat.

Gedung Stasiun Tanjung Priok
Jalan Taman Stasiun Tanjung Priok, bangunan awal abad ke-20 bergaya Art deco di depan Terminal Bus Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Istana Merdeka
Jl Merdeka Utara, tempat resmi kediaman dan kantor Presiden Indonesia, menghadap ke Taman Monumen Nasional, dengan gaya arsitektur Palladian, neoklasik.

Istana Negara
Istana Kepresidenan di Jalan Veteran, Jakarta Pusat, satu kompleks dengan Istana Merdeka, bergaya arsitektur Indische Empire, neoklasik.

Share | Tweet | WA | Email | Print!
Home » Gedung Tua di Jakarta

By Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email for newly published posts. Updated on 18 Juli 2017.