Gedung Siola Surabaya

Home » Jawa Timur » Surabaya » Gedung Siola Surabaya
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Gedung Siola Surabaya berdiri memanjang di Jalan Tunjungan dan Jalan Genteng Kali, membentuk bangunan menyudut di pertemuan kedua jalan. Gedung ini sedang dalam tahap akhir revonasi ketika saya berada di sana untuk menjadi pusat perbelanjaan baru bernama Tunjungan City, kabarnya setelah tiga tahun terlantar bak gedung hantu.

Gedung Siola Surabaya

Alamat: Jl. Tunjungan 1, Surabaya. Lokasi GPS: -7.25600, 112.73771, Waze. Rujukan: Tempat Wisata di Surabaya, Peta Wisata Surabaya, dan Hotel di Surabaya.
Galeri (5 foto): 1.Siola, 2.Warenhuis, 3.Monumen perjuangan, 4.Prasasti, 5.Museum

Gedung Siola Surabaya merupakan bangunan tua warisan dari jaman kolonial Belanda yang dibangun pertama kali pada 1877 dan ditempati toko Whiteaway Laidlaw & Co milik pengusaha Inggris, Robert Laidlaw (1856-1935), yang menjual tekstil dan pakaian, dan kemudian sempat berkembang menjadi toserba terbesar di wilayah Hindia Belanda.

Pada 3 Mei 2015, Walikota Surabaya Tri Rismaharini meresmikan pembukaan Museum Surabaya yang menempati ruangan yang ada di dalam Gedung Siola ini, hanya saja saya belum sempat berkunjung ke sana setelah peresmian museum yang menyimpan benda-benda bersejarah itu. Museum ini dibuka untuk umum pada jam 09.00 – 21.00, gratis.

gedung siola surabaya
Penampakan Gedung Siola Surabaya diambil dari sisi Jalan Genteng Kali, dengan kanopi tambahan yang belum ada pada bangunan aselinya. Setelah Robert Laidlaw meninggal dunia pada 1935 dan perusahaannya ditutup, gedung megah berlantai tiga ini kemudian berpindah tangan pada 1940 ke pemodal asal Jepang dan menjadi Toserba Chiyoda.

Gedung Siola Surabaya juga merupakan gedung yang bersejarah bagi Kota Surabaya, dan Indonesia. Karena ketika terjadi aksi militer tentara sekutu ke Surabaya, menyusul tewasnya BrigJen Mallaby, gedung ini digunakan pejuang untuk menahan serangan Sekutu yang datang dari arah utara. Para pejuang akhirnya membumihanguskan gedung ini.

gedung siola surabaya
Gedung Siola Surabaya yang dilihat dari titik pertemuan antara Jalan Tunjungan dan Jalan Genteng Kali. Belum ada papan nama menempel pada bagian depan gedung ini. Pada jaman dahulu di bagian depan bangunan ini terdapat papan nama memanjang yang ditulis memakai huruf besar yang berbunyi “Het Engelsche Warenhuis”, atau toserba Inggris.

Sebelum bangunan Gedung Siola Surabaya didirikan, daerah Tunjungan berada di sisi selatan Kota Soerabaia (ejaan Surabaya saat itu). Setelah tembok benteng kota yang memisahkan Kota Bawah (Benedenstad) dengan Soerabaia Lama (Oud Soerabaia) dibongkar pada tahun 1880, wilayah Tunjungan kemudian berkembang menjadi pusat perdagangan baru.

gedung siola surabaya
Gedung Siola Surabaya dengan latar depan monumen perjuangan dan tengara yang menceritakan bahwa ketika terjadi serangan tentara Sekutu pada 10 November 1945 di Surabaya, tank-tank Sekutu yang datang dari arah Utara ditahan oleh para pejuang di sekitar Gedung Siola dan diserang dari atas gedung dalam sebuah pertempuran yang seru.

Gedung Siola Surabaya yang waktu itu masih Toko Chiyoda, terbakar habis dalam pertempuran itu. Gedung ini mendapatkan namanya ketika dibuka pada 1960-an sebagai Toko Siola (dari nama pemiliknya, yaitu Soemitro – Ing Wibisono – Ong – Liem – Ang), namun ditutup pada 1998. Dibuka lagi pada 1999 sebagai Ramayana Siola, bertahan sampai 2008.

Upaya menghidupkan kembali gedung tua ini tampaknya tidak begitu mudah. Sewa mahal yang dikeluhkan pengelola bisa jadi hanya merupakan salah satu faktor saja yang menjadi kendala. Semoga saja setelah digunakan oleh Pemkot sebagai Museum Surabaya, Gedung Siola akan kembali bersinar dan menjadi kebanggaan warga kota Pahlawan ini.

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag: , ,

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 26 Mei 2017.

Lalu «
Baru » »