Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto

Di Kota Sawahlunto terdapat lumayan banyak gedung-gedung tua peninggalan jaman kolonial yang beberapa diantaranya masih terjaga dengan cukup baik dan telah dijadikan sebagai cagar budaya. Salah satu diantaranya adalah Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto yang lokasinya berada di pusat kota tambang batubara ini.

Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto
Tampak muka Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto ini mengingatkan saya pada bangunan RS Darmo di Surabaya. Gedung yang pada jaman kolonial bernama “Gluck Auf” dan digunakan sebagai Gedung Pertemuan (Societeit) ini dibangun oleh Belanda pada 1910.

Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto
Selasar Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto yang tampak masih aseli, meskipun kekurangkebersihan dinding dan pintunya agak mengurangi keanggunannya.

Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto
Tulisan pada dinding Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto yang sangat membantu dalam memberikan informasi mengenai latar belakang dan sejarah gedung tua ini.

Selain sebagai gedung pertemuan, Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto ini dulu juga digunakan sebagai tempat pesta-pesta para pejabat kolonial dan noni-noni Belanda setelah mereka selesai bekerja. Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto juga pernah menjadi Rumah Bola untuk bermain bola bowling.

Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto
Langit-langit selasar Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto dengan sebuah lampu gantung antik. Melihat ketidakrapihan susunan kayu itu, saya tidak begitu yakin bahwa langit-langit ini masih aseli.

Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto
Hiasan kaca lukis di atas pintu Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto ini tampaknya masih aseli.

Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto
Suasana di dalam Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto yang saat itu tengah digunakan untuk sebuah acara. Saya kembali tidak yakin bahwa langit-langit di ruang utama Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto ini masih aseli.

Setelah jaman republik, gedung ini pernah dijadikan Gedung Pertemuan Masyarakat (GPM), sebelum kemudian menjadi kantor Bank Dagang Negaara (BDN), lalu kantor Bank Mandiri sampai tahun 2005. Baru pada 1 Desember 2006, gedung ini digunakan sebagai Gedung Pusat Kebudayaan Kota Sawahlunto.

Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto
Bentuk luar Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto ini masih tetap terlihat cantik dan anggun, namun interior gedung tua ini tidak begitu mengesankan saya. Pemugaran dan perbaruan memang bukan sesuatu hal yang perlu ditabukan, namun hendaknya ia menambah nilai seni dan keanggunan sebuah bangunan, bukan menguranginya.

Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto

Alamat: Jl. A. Yani, Pusat Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Lokasi GPS: -0.68076, 100.77699. Tempat Wisata di Sawahlunto, Peta Wisata Sawahlunto, Hotel di Sawahlunto

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Sumatera Barat » Sawahlunto » Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto
Tag : , ,

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 19 Maret 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap