Gardu Pandang Waduk Wadaslintang

Untuk menuju ke Gardu Pandang Waduk Wadaslintang kami meninggalkan area di dalam kawasan Bendungan Wadaslintang menuju ke arah gerbang paling depan. Setelah melewati gerbang itu kami berhenti tepat sebelum bangunan kantor polisi setempat yang berada di sisi kiri jalan, dan lokasinya hanya beberapa meter dari gerbang.

Undakan terbawah ke puncak Gardu Pandang Wadaslintang ada di samping belakang kantor polisi. Setelah turun dari kendaraan, dengan tak lupa membawa botol air minum, saya mulai menapaki anak tangga, sementara Bambang (Alif Trans) minum kopi di warung seberang jalan.

Suasana sangat sepi. Tak ada seorang pun yang terlihat sedang atau akan mendaki undakan yang puncaknya terlihat lumayan tinggi itu. Pelan namun pasti saya melangkah semakin naik ke atas, kadang berhenti mengatur nafas dan mengumpulkan tenaga, kadang berpegang pada pipa pagar besi. Angin kadang berhembus cukup kencang.

gardu pandang waduk wadaslintang
Penggalan undakan menuju ke puncak Gardu Pandang Waduk Wadaslintang yang tapak semen serta pipa besi penopang pejalan kondisinya masih sangat baik. Sejumlah pohon yang berada di sepanjang jalur pendakian sangat membantu dalam memberi keteduhan dari sengat matahari namun tak cukup untuk menjinakkan angin.

Di beberapa titik saya bisa melihat pemandangan lembah serta perbukitan di sebelah kiri jalur pendakian. Kadang bisa pula melihat genang air bening di Waduk Wadaslintang dari sela semak dan pepohononan.

Setelah mendaki hampir 300 anak tangga, sampailah saya di anak tangga dengan dataran menjorok keluar di sisi kanan undakan yang membentuk semacam dek pandang. Dari dek alam itu saya bisa melihat dengan leluasa area di seputar Waduk Wadaslintang. Bangunan Gardu Pandang Waduk Wadaslintang sudah terlihat dari titik ini.

Setelah sempat mengambil beberapa foto, sayapun melanjutkan pendakian. Saya hitung ada 60 anak tangga lagi dari titik itu untuk sampai ke bangunan di puncak bukit. Ketika sampai di Gardu Pandang, rupanya di sana telah lebih dulu ada sepasang anak muda yang tengah berpacaran. Suasana dan tempatnya memang mendukung.

gardu pandang waduk wadaslintang
Pemandangan ke arah Bendungan Wadaslintang dengan akses jalan di atasnya, dilihat dari puncak Gardu Pandang Waduk Wadaslintang.

Gardu Pandang ini lumayan luas, mungkin sekitar 6×6 meter, dikelilingi dengan tembok rendah yang bisa menjadi penopang siku ketika melihat pemandangan, atau sebagai tempat duduk. Tidak ada apa-apa di dalam gardu sehingga orang bisa berjalan bebas di dalamnya.

Selagi saya menikmati panorama dan sesekali memotret dengan lensa tele yang ditambah dengan ekstender 2x, datang serombongan anak muda lainnya. Mereka adalah anak muda yang sebelumnya saya sapa di atas Bendungan Wadaslintang untuk bertanya tentang gardu pandang ini namun menjawab tidak tahu. Rupanya mereka penasaran juga dan akhirnya datang ke tempat ini.

gardu pandang waduk wadaslintang
Sebuah perahu yang tengah sandar, serta sekolompok orang yang tengah memancing di tepian Waduk Wadaslintang adalah salah satu pemandangan yang terlihat dari atas gardu, selain pemandangan deret karamba di tengah waduk, perbukitan sekitar, serta terlihat pula seorang penjala tengah menebarkan jaringnya di tepian waduk.

Setelah puas menikmati pemandangan dari puncak Gardu Pandang Waduk Wadaslintang, saya pun berkemas, memasukkan kamera dan lensa ke dalam tasnya, dan beranjak melangkahkan kaki menuruni undakan sambil menghitung. Seluruhnya ada 345 anak tangga dari puncak gardu pandang hingga anak tangga terbawah. Lumayan banyak …

Gardu Pandang Waduk Wadaslintang

Alamat : Desa Sumberejo, Kecamatan Padureso, Kebumen. Lokasi GPS : -7.61136, 109.78868, Waze. Galeri : 20 foto. Rujukan : Peta Wisata Kebumen, Tempat Wisata di Kebumen, Hotel di Kebumen, Sewa Mobil di Kebumen. Galeri (20 foto) Gardu Pandang Waduk Wadaslintang Kebumen Wonosobo : 1.Penggalan undakan, 2.Bendungan, 3.Perahu sandar, 4.Gerbang Depan, 5.Tengara 6.Kelokan 7.Dek Pandang 8.Waduk 9.Karamba … s/d 20.Mengembang.

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Jawa Tengah » Kebumen » Gardu Pandang Waduk Wadaslintang
Tag : ,

Oleh Bambang Aroengbinang.

BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA.

Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 16 Juli 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap