Durian Kayu Tanam

Durian Kayu Tanam kami lihat setelah setelah sekitar 40 km kendaraan berjalan dari Bandara Internasional Minangkabau menuju arah ke Bukittinggi. Beberapa penjual durian terlihat menjajakannya di tepi jalan di daerah Kayu Tanam, Padang Pariaman.

Setelah sempat melewati beberapa kios, akhirnya kami pun berhenti di salah satu penjual Durian Kayu Tanam yang dijaga seorang ibu berusia sekitar 45 tahun.

Durian Kayu Tanam
Tumpukan Durian Kayu Tanam yang menerbitkan selera, tentu bagi mereka yang suka. Buah berbau menusuk dan bisa membuat mabuk jika disimpan di dalam kendaraan ini memang tidak digemari oleh semua orang. Namun mencium bau dengan hidung dan merasakan lezatnya rasa durian ketika menyentuh lidah adalah dua hal yang sangat berbeda.

Durian Kayu Tanam
Uni Yusi, ibu penjual durian tengah berbincang dengan dua orang teman, Lita Jonathans dan Fenty Effendy, untuk menyepakati harga sebuah Durian Kayu Tanam ini. Relatif agak mahal harga Durian Kayu Tanam, karena sepertinya ketika itu sudah di akhir musim durian. Durian yang kecil harganya Rp.15.000, sedangkan yang besar Rp.40.000.

Durian Kayu Tanam
Daging buah Durian Kayu Tanam ini cukup tebal, dan rasanya sangat sedap di lidah. Dalam hal buah durian, antara hidung dan lidah memang tidak kompak.

Durian Kayu Tanam
Hanya dalam tempo singkat saja, beberapa buah Durian Kayu Tanam pun tandas, dagingnya berpindah ke dalam perut, menyisakan biji beton dan kulit buah, serta bau yang menyebar kemana-mana.

Durian Kayu Tanam
Tiba waktunya untuk berpamit ke Uni Yusi, ibu penjual Durian Kayu Tanam, yang tersenyum ramah saat kami pergi meninggalkan kiosnya yang sederhana. Letak warung Uni Yusi ini ada di sebelah kanan jalan Padang Bukittinggi. Sayang sekali saya tidak bisa mendapatkan signal untuk menandai lokasi kios si Uni.

Durian Kayu Tanam

Kayu Tanam, Padang Pariaman,
Sumatera Barat

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Sumatera Barat » Padang Pariaman » Durian Kayu Tanam
Tag :

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 7 Maret 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap