Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa ANRI Jakarta

Home » Jakarta » Jakarta Selatan » Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa ANRI Jakarta
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Kunjungan ke Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa ANRI Jakarta ini sudah berlangsung lama namun selalu terlewati dengan tulisan lainnya lantaran tidak adanya foto pendukung yang memadai. Itu karena pengelola saat itu membuat museum tidak ramah kamera, sehingga pengunjung harus menitipkan kamera sebelum masuk ke dalam.

Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa ANRI Jakarta

Alamat: Gedung ANRI, Jl. Ampera Raya, No. 7, Jakarta Selatan. Lokasi GPS: -6.278668, 106.819727, Waze. Telp 021-7805851 (ext. 111, 807). Email: info@anri.go.id. Buka Senin s/d Jumat 09.00 – 15.00. Sabtu dan Minggu 09.00 – 13.00, hari besar tutup. Harga tiket masuk gratis. Rujukan: Peta Wisata Jakarta, Tempat Wisata di Jakarta, Hotel di Jakarta Selatan.
Galeri (6 foto): 1.ANRI, 2.Pintu, 3.Hall, 4.Tengara, 5.Spanduk … s/d 6.Presiden

Kebijakan merugikan. Sayang sekali jika Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa ANRI yang pembuatannya menelan biaya 6 miliar itu kehilangan promosi gratis lantaran orang malas menulisnya. Orang di pelosok tanah air yang belum bisa datang pun tak bisa ikut melihatnya.

Secara keamanan, sepertinya tempat wisata sejarah ini tak memerlukan perlindungan terlampau ketat, sehingga perlu melarang pemotretan. Semoga saja kebijakan yang tak bijak itu sekarang sudah tak ada lagi. Bagaimanapun, obyek wisata ini sesungguhnya merupakan tempat menarik untuk dikunjungi.

diorama sejarah perjalanan bangsa anri
Ruangan Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa ANRI berada, menempati sayap kiri Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia yang lokasinya berada di Jl. Ampera Raya, No. 7, Jakarta Selatan. Lokasinya hanya sekitar 1,5 km dari perempatan dengan Jl Cilandak KKO dan JORR, berada di sebelah kiri Jalan Ampera Raya dengan parkir luas.

Rombongan yang ingin berkunjung sebaiknya mengajukan permohonan ijin secara tertulis kepada Kepala Bagian Humas Arsip Nasional Indonesia. Rombongan yang datang tanpa ijin mungkin bisa diterima, jika tidak bentrok dengan kunjungan lain, atau harus menunggu giliran. Pengunjung perorangan atau jumlah kecil bisa langsung datang ke tempat.

diorama sejarah perjalanan bangsa anri
Pintu masuk ke ruangan Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa ANRI Jakarta. Di sebelah kiri dari tempat saya memotret adalah penerima tamu, dimana pengunjung mengisi buku tamu dan kesan sesudah kunjungan, dan harus rela menitipkan kameranya di sini. Tidak dipungut bayaran untuk masuk ke dalam ruangan diorama.

Di sebelah kanan ada Tata Tertib Pengunjung, diantaranya tidak boleh memakai kaos oblong dan sandal jepit, serta dilarang memotret. Dilarang juga membawa tas (harus dititipkan di loker), tak boleh membawa makanan, minuman, dan merokok, serta sejumlah aturan wajib lainnya. Di sana ada pemandu yang mendampingi maksimal 15 orang pengunjung.

diorama sejarah perjalanan bangsa anri
Di balik pintu masuk itu adalah Hall A, dimana pengunjung bisa melihat katalog digital Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa ANRI yang berisi berbagai peristiwa sejarah dan profil tokoh-tokoh nasional. Seingat saya ada pula replika beberapa buah prasasti bersejarah terbuat dari batu yang dipajang di hall A ini.

Relief keenam Presiden RI yang terbuat dari perunggu, dipasanag di depan pintu masuk ruangan, mulai dari Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Gus Dur, Megawati, dan SBY. Joko Widodo atau Jokowi belum lagi menjadi Presiden RI saat relief ini dibuat. Fasilitas ini diresmikan oleh SBY pada 31 Agustus 2009.

diorama sejarah perjalanan bangsa anri
Tengara Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa ANRI yang berada di luar gedung. Di Hall B ditampilkan diorama dan panel sejak masa kejayaan kerajaan di Nusantara, yaitu jaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit, sampai jaman Belanda, yang juga menampilkan beberapa tokoh perjuangan. Hall C menampilkan tokoh dan peristiwa semasa pergerakan nasional, dari tahun 1908 sampai 1928.

Hall D menampilkan peristiwa seputar proklamasi, Hall E peristiwa semasa revolusi fisik hingga sebelum G30S PKI. Hall F seputar G30S PKI, dan Hall G jaman reformasi 1998 s/d 2008, serta pakaian adat dan lagu daerah. Di Hall H bisa melihat film sejarah perjuangan bangsa sejak 1942 dan jaman reformasi.

Anda pasti akan terkesan ketika berkunjung ke Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa ini. Penataan dan bahan diorama serta panelnya terkesan sangat mewah, ruangannya dingin, dan penataan cahayanya pun cukup baik. Semoga saja aturan-aturan yang tidak perlu itu sudah dicabut saat Anda berkunjung, atau gunakan kamera gadget.

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag: ,

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 26 Mei 2017.

Lalu «
Baru » »