Danau Maninjau Agam

Pejalan yang ke Bukittinggi biasanya tidak akan melewatkan kesempatan untuk pergi mengunjungi Danau Maninjau yang berada di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, sekitar 36 km dari Kota Bukittinggi. Selain pemandangannya, yang menarik dari Danau Maninjau karena ia berada di ujung jalanan menurun berkelok, terkenal sebagai Kelok 44.

Jalan berkelok-kelok tajam itu panjangnya mencapai 10 km, dimulai dari sebuah tempat yang disebut Ambun Pagi hingga sampai ke pinggiran Danau Maninjau. Namaun sebelum turun melewati Kelok 44, kami berhenti di ketinggian bukit pada GPS -0.30301, 100.24804 yang berada di Desa Ambun Pagi, dengan pandangan luas ke arah Danau Maninjau.

Di area Ambun Pagi yang cukup cantik ini juga terdapat warung-warung makanan serta toilet. Sayang waktu itu kami tidak menyempatkan pergi ke Puncak Lawang, yang merupakan titik tertinggi di sekitar Danau Maninjau. Puncak Lawang di Kabupaten Agam ini kabarnya juga merupakan salah satu lokasi olah raga Terbang Layang terbaik di dunia.

danau maninjau agam
Sebuah pemandangan ke arah Danau Maninjau yang dilihat dari sebuah titik di Ambun Pagi. Foto ini diambil dengan menggunakan lensa tele 200mm. Dataran dengan daerah permukiman penduduk yang mulai padat dan area persawahan yang hijau tampak mengisi pinggiran Danau Maninjau, dengan perbukitan tinggi di punggungnya.

Ada cukup banyak titik di area Ambun Pagi yang sangat baik untuk menikmati pemandangan Danau Maninjau. Terlihat beberapa pulau kecil di tengah danau yang bisa disinggahi menggunakan kapal dari dermaga Muko-Muko. Beberapa saat kemudian kami pun turun ke Danau Maninjau melewati Kelok 44 yang legendaris. Monyet liar masih bisa dijumpai di kelok itu.

danau maninjau agam
Kelompok-kelompok karamba yang bisa dilihat di beberapa bagian Danau Maninjau Agam. Budidaya ikan menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat di sekitar danau ini. Di salah satu bagian danau yang menjadi hulu Sungai Batang Sri Antokan ini, terdapat instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Air Danau Maninjau yang dikelola oleh PLN.

Cekungan Danau Maninjau di Sumatera Barat ini konon terbentuk dari letusan Gunung Sitinjau. Menurut legenda setempat, keberadaan Danau Maninjau berkaitan kisah tragis Giran dan Siti Rasani. Sani adalah bungsu dari sepuluh bersaudara yang sembilan sisanya dikenal sebagai Bujang Sembilan, sedangkan Giran adalah sepupu mereka.

Kesaksian palsu Bujang Sembilan, karena dendam, membuat pasangan Giran Sani yang saling mencinta itu diceburkan ke kawah Gunung Sitinjau. Kutukan Giran sebelum terjun ke kawah bersama kekasihnya, membuat Gunung Sitinjau meletus meluluhlantakkan perkampungan, menciptakan Danau Maninjau, dan Bujang Sembilan pun berubah jadi ikan.

danau maninjau agam
Seorang petani tampak tengah membajak sawah, masih menggunakan cara tradisional dengan memanfaatkan tenaga sapi, dan luku bajak, sementara temannya merapikan tanggul, dengan latar belakang permukaan Danau Maninjau yang terlihat tenang. Beberapa ekor burung tampak terbang melintas di atas permukaan air Danau Maninjau.

Pemandangan yang elok dengan latar Danau Maninjau ini kami lihat saat dalam perjalanan menuju ke Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka. Dalam perjalanan itu pula kami melihat Pohon Randu yang luar biasa besar dan sangat tinggi, yang membuat saya terkagum-kagum dan berhenti untuk memotretnya.

Datar tanah yang berada di pinggiran Danau Maninjau tampaknya sudah dimanfaatkan semua sebagai lahan pertanian, terutama padi, atau permukimam penduduk. Danau Maninjau memiliki panjang maksimum hingga mencapai 16 km dan lebar maksimum 7 km, berada pada ketinggian 461,5 mdpl, dengan kedalaman air danau rata-rata 105 meter.

Danau Maninjau Agam merupakan danau terluas kedua yang ada di Provinsi Sumatera Barat setelah Danau Singkarak yang berada di Tanah Datar dan Solok. Sayang kami tidak menyempatkan mampir ke Dermaga Muko-muko untuk naik perahu sambil menikmati pemandangan perbukitan di sekeliling Danau Maninjau yang indah menawan ini.

Danau Maninjau selengkapnya: 4.Dataran 5.Puncak Pohon 6.Dalam 7.Sudut Danau Maninjau 8.Daratan Kecil 9.Subur 10.Pulau Kecil 11.Meranggas 12.Monyet 13.Dangau 14.Nyiur 15.Persawahan 16.Tenteram 17.Randu 18.Keluarga Bahagia 19.Karamba 20.Peta Danau Maninjau

Danau Maninjau

Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. GPS: -0.2991186, 100.2243125. Hotel di Bukittinggi . Hotel di Padang

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Sumatera Barat » Agam » Danau Maninjau Agam
Tag :

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 19 Maret 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap