Congo Gallery & Cafe Dago Pakar Bandung

Home » Jawa Barat » Bandung Kota » Congo Gallery & Cafe Dago Pakar Bandung
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Congo Gallery & Cafe Dago Pakar Bandung adalah sebuah restoran yang bersuasana nyaman dan sebuah galeri kayu berselera tinggi yang terletak di Jl. Rancakendal Luhur No.8, Dago Pakar, Bandung. Seorang teman menyarankan untuk mengunjungi tempat ini, tampaknya karena Congo memiliki galeri perkayuan yang sangat mengesankan dengan koleksi kayu bermutu tinggi dari mulai yang kecil sampai yang berukuran sangat besar.

Congo Gallery & Cafe Dago Pakar Bandung

Alamat: Jl. Rancakendal Luhur No.8, Dago Pakar, Ciburial, Bandung Utara. Telp: 022-2531065. Lokasi GPS: -6.8676083, 107.627829, Waze. Jam buka: 10.00 – 23.00. Rujukan: Tempat Wisata di Bandung . Peta Wisata Bandung . Hotel Murah di Bandung, Hotel di Ciwidey.
Galeri (17 foto): 1.Congo, 2.Kayu, 3.Galeri, 4.Panorama, 5.Lorong, 6.Akar, 7.Cap Jempol, 8.Mesin, 9.Sejarah … s/d 17.Asri.

Pemandangan dari tempat ini ke perbukitan disekitarnya juga sangat indah, membuatnya layak untuk dikunjungi. Dago Pakar berada pada ketinggian sekitar 700 mdpl sehingga udaranya relatif lebih dingin ketimbang daerah pusat kota yang berjarak sekitar 6 km dari wilayah ini, dengan pemandangan bebas ke pusat Kota Bandung. Sayangnya daerah yang mestinya menjadi resapan air itu telah berubah menjadi hunian dan tempat kuliner kelas atas.

congo dago gallery & cafe pakar bandung
Tengara Congo Gallery & Cafe Dago Pakar Bandung yang area sekitarnya ditata dengan elok dan berkelas. Semakin langkanya pohon besar yang masih hidup lestari membuat kayu mati pun tak mengapa untuk dijadikan hiasan dan pengingat betapa fananya dunia, dan bahwa yang abadi adalah nafsu manusia.

Kunjungan kami Congo dilakukan agak terlalu pagi, sehingga restoran belum dibuka, dan pintu galeri pun masih tertutup rapat. Setelah berjalan berkeliling dan membuat beberapa jepretan, seorang pria akhirnya datang menyapa dan membuka pintu galeri serta mempersilahkan saya untuk masuk.

congo gallery & cafe dago pakar bandung
Ini adalah merupakan koleksi potongan kayu trembesi tanpa sambungan di Congo Gallery & Cafe Dago Pakar Bandung yang paling mengesankan yang saya lihat di sana, karena ukuran besarnya. Anda akan melihatnya ketika menuju ke restoran. Seorang pematung Bandung terkenal membubuhkan cap jempol tangan di atas kayu itu. Meja kayu besar semacam ini juga ada di Villa La Lita Gunung Bunder, Bogor.

Sebuah mesin pemotong kayu besar yang telah dipensiunkan dipajang berdekatan dengan sebuah akar pohon besar berbentuk unik, diletakkan tepat sebelum koleksi kayu besar ini. Membutuhkan puluhan dan bahkan ratusan tahun untuk menumbuhbesarkan sebuah pohon, hanya perlu waktu beberapa menit untuk menumbangkannya dengan gergaji mesin, dan cukup beberapa hari atau minggu untuk memotong-motongnya.

congo gallery & cafe dago pakar bandung
Galeri Congo dengan koleksi karya perkayuan yang mengesankan itu. Beberapa nama yang cukup dikenal telah ditempelkan pada beberapa benda yang dipajang, yang menunjukkan bahwa mereka akan segera menjadi pemilik benda-benda berharga tinggi itu. Sebuah koleksi dan investasi yang baik untuk mereka yang menyukainya.

Ada sebuah koleksi kayu yang tampak seperti sebuah badak yang tengah mendekam dipajang di galeri itu. Ada lagi sepotong kayu besar dengan bentuk tak beraturan diletakkan di dekat cafe Congo yang letaknya berseberangan dengan restoran. Selain kayu jati dan trembesi, di gallery juga banyak terdapat olahan kayu angsana (Pterocarpus indicus).

congo gallery & cafe dago pakar bandung
Area balkon pada restoran Congo Dago Pakar Bandung di lantai tiga dengan pemandangan luas ke arah pusat kota Bandung dan perbukitan di sekitarnya. Area ini merupakan salah satu tempat terbaik untuk menikmati panorama Bandung utara, dengan bangku-bangku dan meja kayu trembesi utuh yang kelihatan berkelas.

Resto utamanya berada tepat di belakang balkon yang sepenuhnya berdinding kaca, sehingga meski duduk di dalam ruangan masih bisa menikmati panoranam pegunungan yang indah. Diantara menu yang bisa dinikmati di resto Congo Gallery & Cafe ini adalah T-Bone panggang (steak), Dory dan buntut bakar (grilled), gindara, ayam, dan iga panggang, dengan minuman Fruit Punch, ice green tea, dan milkshake choco. Area bermain anak juga tersedia di sana.

Di sekitarnya ada sejumlah restoran lain yang bisa menjadi pilihan jika menghendaki suasana dan menu yang berbeda. Seperti misalnya Hanoi Cafe dan Boemi Joglo Restaurant yang jaraknya hanya beberapa meter di sebelah timur, atau sebelum Congo. Ada juga The Stone Cafe yang berjarak sekitar 650 meter sebelum Congo.

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag: ,

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 27 Mei 2017.

Lalu «
Baru » »