Candi Plaosan Lor di Klaten

Kompleks Candi Plaosan Lor terlihat jauh lebih luas dibandingkan dengan Candi Plaosan Kidul yang saya kunjungi sebelumnya, dan sudah terlihat kecantikan serta keagungannya. Ini karena telah selesai dilakukannya restorasi terhadap dua candi induk yang besar dan indah, serta beberapa buah candi perwara di sekitarnya.

Candi Plaosan Lor

Alamat : Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Lokasi GPS : -7.74149, 110.50426, Waze.
Rujukan : Peta Wisata Klaten, Tempat Wisata di Klaten, Hotel di Klaten.

Di bagian depan ada pos jaga dimana pengunjung mengisi buku tamu, dan membayar retribusi. Meskipun ada cukup banyak tulisan yang menyesalkan kelakuan petugas jaga Candi Plaosan, yang meminta uang semaunya tanpa tanda terima, namun saya tidak ada pengalaman buruk di sana.

Mudah-mudahan saja karena BP3 Jawa Tengah telah menertibkannya. Pengelaman buruk seorang pejalan di sebuah tempat wisata akan sangat merugikan bagi tempat itu. Karena hal yang buruk bisa menyebar sangat cepat, apalagi di era sosial media seperti sekarang ini. Karena itu pejabat yang di atas harus sering turun ke bawah untuk melihat kondisi lapangan.

Candi Plaosan lor
Candi induk sebelah Selatan Candi Plaosan Lor yang diambil dari sekitar Candi Plaosan Kidul. Sebagian tanah di kompleks Candi Plaosan ini masih dimiliki warga setempat, baik berupa sawah atau pun tanah kering.

Stupa-stupa pada kemuncak candi memberi petunjuk bahwa Candi Plaosan Lor adalah sebuah Candi Budha, sebagaimana Candi Borobudur, meskipun ukuran stupa Candi Plaosan Lor jauh lebih kurus.

Candi Plaosan lor
Dengan latar depan reruntuhan candi perwara yang masih menunggu untuk direstorasi, di latar belakang sebelah kiri adalah candi induk Selatan Candi Plaosan Lor yang terlihat megah.

Sebuah candi perwara yang telah dipugar terlihat di latar depan. Ada juga sebuah stupa berukuran besar dan tinggi terlihat jauh di belakang sebelah kanan. Banyaknya tumpukan batu candi di Candi Plaosan Lor ini membuat miris, membayangkan pekerjaan besar dan rumit yang harus dilakukan untuk menyusunnya kembali, namun ada juga mimpi untuk melihat ketika semua serakan batu itu telah tersusun kembali menjadi deretan candi yang rapi dan indah.

Candi Plaosan lor
Mencuri foto seorang model cantik yang tengah menanti fotografernya mencari sudut pemotretan yang pas berlatar candi induk Selatan Candi Plaosan Lor.

Sebuah gapura paduraksa tampak menjadi gerbang masuk ke dalam candi induk yang dikelilingi pagar batu tinggi. Tidak ingin mengganggu pemotretan, saya pun melangkahkan kaki menuju ke candi induk Utara Candi Plaosan Lor, yang keduanya berjarak sekitar 30 m, dipisahkan oleh tembok batu.

Tidak ada rotan akar pun jadi. Tidak ada model cantik, Pak Agus pun jadilah ‘model’ untuk mengambil foto candi induk Utara Candi Plaosan Lor dan gapura paduraksa yang bagian atasnya berbentuk persegi dengan hiasan mahkota-mahkota kecil.

Di pelataran depan candi induk Utara Candi Plaosan Lor ini juga terdapat tumpukan batu candi yang tak terhitung jumlahnya. Sungguh kompleks percandian yang besar. Bisa jadi lebih megah dibandingkan Candi Prambanan, dan Candi Borobudur.

Candi Plaosan lor
Sebuah arca Dwarapala berukuran besar berada di sisi Barat Candi Plaosan Lor. Sisi ini seharusnya merupakan pintu masuk ke kompleks candi, karena fungsi Dwarapala adalah sebagai penjaga, dan letaknya berada di gerbang masuk. Namun saat itu pengunjung masih masuk melalui pintu samping.

Meskipun sebelah bola matanya menggelundung entah kemana, serta hidungnya rompal, namun keindahan arca Dwarapala ini masih terlihat nyata. Jika abad ke-9, jaman diperkirakannya Candi Plaosan ini berdiri, manusia Jawa telah memiliki kemampuan seni patung yang tinggi, maka manusia Jawa saat ini mestinya tidak kalah dengan leluhurnya. Setidaknya harus bisa ditunjukkan dengan kemampuan mereka dalam merestorasi Candi Plaosan ini. Lebih indah dari aslinya jika perlu.

Arca dwarapala yang posisinya berhadapan dengan arca dwarapala sebelumnya, dengan latar belakang candi induk Selatan Candi Plaosan Lor

Sebagian hidung arca dwarapala ini juga rompal, namun kedua bola matanya utuh. Hanya saja tangan dan lututnya terlihat ‘kudisan’. Tangan sebelah kanan dwarapala ini memegang badan seekor ular, tangan kirinya bertumpu pada gada dan lutut, di pinggangnya terselip belati.

Candi Plaosan lor
Hiasan Kala tanpa rahang bawah juga terlihat pada pintu candi induk Utara Candi Plaosan Lor, menandai pengaruh Hindu pada bangunan candi. Sedangkan bingkainya berhias bunga dan sulur-suluran. Bangunan candi induk berada di atas dudukan setinggi 60 cm tanpa selasar keliling, dan undakannya memiliki pipi dengan ornamen kepala naga pada pangkal.

Terlihat banyak sekali patung-patung menghias dinding luar candi dengan detail ukiran halus dan indah, hampir seukuran orang dewasa, meskipun beberapa sambungan patung terlihat kurang pas. Jika dari jauh hanya terlihat kanggunan Candi Plaosan Lor ini, maka dari dekat barulah terlihat keindahan serta kehalusan ukiran dan reliefnya.

Salah satu pojok luar candi induk, dengan Relief Kala Makara yang halus pada lubang-lubang hawa, berhias relief patung berukuran besar yang kebanyakan menggambarkan tokoh perempuan. Relief dinding luar candi induk Selatan Candi Plaosan Lor kebanyakan menggambarkan tokoh laki-laki.

Prasasti Cri Kahulunan berangka tahun 842 M yang ditemukan di Magelang menyebutkan bahwa Candi Plaosan Lor dibangun oleh Ratu Sri Kahulunan, dengan dukungan suaminya. De Casparis menduga bahwa Sri Kahulunan adalah gelar dari Pramodhawardani, putri Raja Samarattungga dari Wangsa Syailendra yang memeluk agama Buddha, yang menikah dengan Rakai Pikatan dari Wangsa Sanjaya, yang memeluk agama Hindu.

Dugaan ini bisa menjelaskan mengenai pengaruh Hindu pada Candi Plaosan yang Buddha ini, dan mengapa kedua candi induk Candi Plaosan Lor seolah merupakan pasangan laki dan perempuan.

Namun pendapat De Casparis disanggah oleh Anggraeni dari Arkeologi UGM, yang berpendapat bahwa Sri Kahulunan adalah ibu Rakai Garung yang memerintah Mataram Kuno sebelum Rakai Pikatan. Menurutnya masa pemerintahan Rakai Pikatan terlalu singkat untuk membangun candi seukuran Candi Plaosan, sehingga kemungkinan Rakai Pikatan hanya membangun candi perwaranya setelah candi induknya selesai.

Candi Plaosan lor
Berjalan melipir sisi luar Candi Plaosan Lor, ada keasyikan menikmati keindahan relief candi yang jarang saya lihat seindah dan sebanyak ini. Rugi sekali jika anda terintimidasi dengan serakan batu di halaman depan Candi Plaosan Lor dan tidak berjalan mengelilingi candi induk ini untuk menikmati keindahannya reliefnya.

Candi induk Utara ini dipugar pada 1990-an oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Tengah (sekarang BP3).

Saya masih melanjutkan langkah melipir dinding luar candi untuk menikmati keindahan relief Candi Plaosan Lor. Sayang sekali saya berbalik menuju pintu candi untuk masuk ke bagian dalam, sehingga tidak melihat pelataran Utara dimana terdapat patung-patung Buddha yang diletakkan di tempat terbuka.

Deretan candi-candi perwara Candi Plaosan Lor yang telah selesai direstorasi. Bayangkan betapa indahnya jika kesemua candi perwara telah direstorasi, dengan halaman hijau segar berlapis rumput, dan pohon-pohon rimbun mengelilingi bagian luar candi.

Percepatan restorasi benda cagar budaya semacam ini sudah semestinya dilakukan dinas purbakala, dengan mempertimbangkan faktor gempa yang kadang mengguncang daerah ini. Tidak saja dukungan pemerintah daerah diperlukan, pemerintah pusat pun perlu turun tangan, karena besarnya skala Candi Plaosan ini yang sangat potensial untuk menjadi ikon Jawa Tengah, bahkan ikon nasional sebagaimana Candi Borobudur.

Di ruangan tengah Candi Plaosan Lor terdapat dua arca Buddha, dari yang seharusnya tiga, duduk pada padmasana. Posisi salah satu kaki arca Buddha yang di sebelah kiri menapak di atas cawan besar, sedangkan arca Buddha satu lagi kedua kakinya dilipat bersila.

Candi induk ini bagian dalamnya mestinya memiliki enam ruang, tiga di bawah dan tiga lagi di tingkat dua, namun pembatas keduanya kini tidak ada lagi. Pada dinding kanan dan kiri terdapat relung tempat meletakkan penerangan, karena ruangan ini sesungguhnya memang gelap.

Candi Plaosan lor
Pak Agus kembali menjadi model untuk memberi gambaran ukuran arca Buddha di dalam candi induk Selatan Candi Plaosan Lor ini. Candi Induk Selatan Candi Plaosan Lor ini dipugar pada 1962.

Berbeda dengan di ruang sebelumnya, kedua kaki kanan arca Buddha ini menapak di atas cawan besar. Pada dinding sebelah kiri terdapat relung besar, berhias Kala Makara yang indah, dan diapit oleh relief Kuwera dan Hariti.

Candi Plaosan lor
Relief Kuwera yang berada di sebelah kanan relung ruang tengah Candi Plaosan Lor.

Kuwera atau Dewanagari adalah putera resi Wisrawa, seayah dengan Rahwana lain ibu, yang merupakan dewa pemimpin Yaksa (raksasa) pemangsa manusia yang bertobat setelah bertemu Buddha, dan kemudian menjadi Dewa Kekayaan dan Dewa Pelindung Anak-anak.

Candi Plaosan lor
Relief Hariti yang berada di sebelah kiri relung Candi Plaosan Lor itu. Hariti, isteri Kuwera, semula juga raseksi pemakan manusia namun ikut bertobat setelah bertemu Buddha, dan menjadi pelindung anak-anak.

Candi Plaosan lor
Candi Plaosan Lor yang anggun. Sebuah catatan menyebutkan bahwa candi-candi perwara yang mengelilingi pagar batu di sekeliling setiap candi induk itu jumlahnya 174, tersusun atas 58 candi berbentuk persegi dan 116 berbentuk stupa.

Mungkin diperlukan seorang menteri pendidikan kebudayaan dengan kepemimpinan dan kepedulian sekelas Dahlan Iskan atau Jokowi, untuk menggalang dukungan berbagai pihak dan bekerja cepat melakukan restorasi bangunan-bangunan cagar budaya di seluruh negeri dan membenahi pengelolaannya, termasuk Candi Plaosan Lor, sehingga bukan saja menjadi sumber penghasilan daerah yang andal, tetapi juga menjadi inspirasi dan ruh bagi kota-kota yang kebanyakan miskin jiwa.

Share | Tweet | WA | Email | Print!
Home » Jawa Tengah » Klaten » Candi Plaosan Lor di Klaten

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email. Diperbaiki 24 Juni 2017. Tag: ,