Candi Plaosan Kidul di Klaten

Kunjungan hari itu sebenarnya telah selesai, dan saya sudah bersiap untuk kembali ke Kota Jakarta. Namun perbincangan beberapa saat sebelumnya dengan Bu Yayu di Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakarta membawa saya ke Candi Plaosan Kidul, dilanjutkan ke Candi Plaosan Lor, dan terakhir ke Candi Sojiwan.

Ketika itu rencananya memang hanya berkunjung di daerah Kabupaten Sleman, sedangkan Candi Plaosan sudah termasuk wilayah Kabupaten Klaten, sehingga luput dari perhatian. Padahal candi itu masih berada di wilayah Prambanan, tepatnya di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan.

Jarak dari BP3 Yogyakarta ke Candi Plaosan Kidul sekitar 3,8 km, namun jaraknya dari Candi Sewu hanya 1,7 km saja. Memasuki area Candi Plaosan, mobil parkir di dekat perempatan. Di sebelah kiri adalah Candi Plaosan Lor, dan di sebelah kanan sejauh sekitar 100 m adalah Candi Plaosan Kidul. Saya memilih berjalan kaki ke Selatan, berkunjung ke Candi Plaosan Kidul terlebih dahulu.

Candi Plaosan Kidul
Papan nama Candi Plaosan Kidul dengan latar belakang dua buah candi perwara yang berada di sisi kiri, dan karena lokasinya berada di Klaten maka sudah masuk ke wilayah tanggung jawab BP3 Jawa Tengah, seperti tertulis di papan itu.

Kompleks Candi Plaosan Kidul merupakan area terbuka yang luas, tanpa terlihat ada penjagaan yang ketat. Hanya ada bedeng memanjang di sebelah kiri yang tampaknya digunakan arkeolog dan pekerja ketika tengah melakukan restorasi candi.

Candi Plaosan Kidul
Dua diantara sekitar enam candi perwara Candi Plaosan Kidul yang telah selesai direstorasi, namun lebih banyak lagi candi perwara yang masih berbentuk tumpukan batu menunggu pekerjaan restorasi dilakukan.

Suasana sepi, dan meskipun pekerjaan restorasi candi masih jauh dari selesai, namun tidak terlihat tanda-tanda sedang dikerjakan. Jika persoalannya adalah dana, inilah salah satu pos yang mestinya diperhatikan, ketimbang dihamburkan untuk proyek semacam Hambalang yang akhirnya hanya dikorupsi.

Candi Plaosan Kidul
Salah satu candi perwara di Candi Plaosan Kidul, dengan pipi tangga yang pendek sepanjang dua undakan, tidak sampai menyentuh ujung bawahnya.

Meskipun Candi Plaosan Kidul adalah candi Buddha, yang terlihat dengan adanya stupa-stupa kecil pada kemuncak candi, namun pada pintu candi terlihat ada hiasan Kala Makara, yang biasa dijumpai pada candi-candi Hindu.

Candi Plaosan Kidul
Beberapa candi perwara Candi Plaosan Kidul yang telah selesai dipugar, dikelilingi oleh tumpukan batu-batu reruntuhan candi perwara yang masih menunggu untuk dikerjakan. Jauh di latar belakang adalah Candi Plaosan Lor.

Candi Plaosan Kidul
Pemandangan sebagian reruntuhan candi-candi perwara di Candi Plaosan Kidul yang jumlahnya tak terhitung itu dengan latar candi yang telah dipugar.

Belum diketahui apakah Candi Plaosan Kidul memiliki candi induk, sebagaimana Candi Plaosan Lor, karena bekas-bekasnya nampaknya belum lagi ditemukan.

Candi Plaosan Kidul
Kelompok-kelompok reruntuhan candi perwara lainnya di Candi Plaosan Kidul. Jika melihat bentuk-bentuk batu yang terserak, nampaknya hanya ada batu-batu penyusun candi yang berbentuk persegi. Batu-batuan yang berisi relief tampaknya disimpan di tempat lain, yang bisa dimaklumi mengingat kondisi Candi Plaosan Kidul yang terbuka.

Sayang saya tidak bisa mengidentifikasi dimana letak pendopo di bagian tengah Candi Plaosan Kidul ini, yang kabarnya dikelilingi 8 candi kecil dan terbagi menjadi dua tingkat, dimana tiap-tiap tingkat terdiri dari empat candi.

Candi Plaosan Kidul
Ornamen Kala di atas relung arca Candi Plaosan Kidul yang dibiarkan kosong. Tampaknya untuk alasan keamanan, jika pun arcanya memang ada. Saya juga tidak menemukan di bagian mana terdapat arca Tathagata Amitabha, Vajrapani serta Prajnaparamita di Candi Plaosan Kidul ini, atau mungkin semuanya masih disimpan di BP3 Yogyakarta.

Candi Plaosan Kidul
Candi Plaosan Kidul ini, serta Candi Plaosan Lor, diduga dibangun pada abad ke-9 M oleh Raja Rakai Pikatan dan Sri Kahulunan pada jaman Kerajaan Mataram Hindu.

Dugaan itu berdasarkan analisa De Casparis terdahap isi Prasasti Cri Kahulunan berangka tahun 764 Saka (842 M), yang ditemukan di Magelang. Isi Prasasti Cri Kahulunan akan saya muat di tulisan berikutnya tentang Candi Plaosan Lor.

Candi Plaosan Kidul
Relief Makara pada salah satu pintu Candi Plaosan Kidul, sedangkan relief Kala di atasnya tidak terlihat.

Ruangan-ruangan di dalam candi perwara di Candi Plaosan Kidul itu juga kosong, yang saya kira karena alasan keamanan. Jika pun ada arcanya, mungkin baru akan diletakkan ketika seluruh situs telah direstorasi, dan sistem keamanannya diperbaiki.

Candi Plaosan Kidul
Candi Plaosan Kidul menjadi bahan pembicaraan hangat pada sekitar bulan Oktober 2003, ketika di tempat ini ditemukan sebuah inskripsi terbuat dari emas berukuran 18,2 cm x 2,2 cm. Inskripsi yang ditulis dengan memakai huruf Jawa Kuno dan menggunakan bahasa Sanskerta itu diduga berasal dari abad ke-9, sesuai dengan perkiraan dibangunnya Candi Plaosan ini.

Candi Plaosan Kidul ditemukan oleh Ijzerman, seorang arkeolog Belanda, saat ia melakukan penelitian pada Agustus 1909, dimana ia menemukan 16 candi kecil yang berada dalam keadaan rusak.

Entah berapa lama lagi waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan restorasi Candi Plaosan Kidul ini. Jika pun dananya tersedia, bukan perkara mudah untuk menyusun serakan batu-batu tak berkode itu untuk menjadi sebuah kompleks percandian yang besar. Apalagi jika dananya cekak, lantaran lebih memilih untuk membuat toilet seharga miliaran untuk para nggota dpr yang terhormat itu.

Candi Plaosan Kidul Klaten

Alamat : Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Lokasi GPS : -7.74273, 110.50440, Waze. Rujukan : Peta Wisata Klaten, Tempat Wisata di Klaten, Hotel di Klaten

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Jawa Tengah » Klaten » Candi Plaosan Kidul di Klaten
Tag :

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 14 Juli 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap