Candi Mendut Magelang

Home » Jawa Tengah » Magelang » Candi Mendut Magelang
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Mengunjungi Candi Mendut serasa memutar lorong waktu, kembali ke beberapa puluh tahun lalu, ketika pertama kali saya berkunjung ke candi Candi Mendut ini. Candi Mendut tidak banyak berubah dari apa yang terekam dalam ingatan, hanya saja warung cendera mata sepertinya lebih tertata dan koleksinya lebih bervariasi.

Tidak ada catatan pasti tentang kapan Candi Mendut didirikan. Arkeolog berkebangsaan Belanda bernama J.G. de Casparis menghubungkan isi prasasti Karangtengah bertarikh 824 Masehi dengan tahun dibuatnya Candi Mendut. Prasasti itu menyebutkan Raja Indra dari Wangsa Syailendra membangun sebuah bangunan suci bernama Wenuwana, yang berarti ‘hutan bambu’. Namun tidak jelas apa hubungan hutan bambu dengan Candi Mendut ini.

Candi Mendut
Sebuah pohon beringin besar dan rimbun di sudut jalan masuk ke area Candi Mendut dengan sulur-sulur akar menjuntai nyaris menembus bumi, cukup membantu mengurangi terik matahari.

Candi Mendut
Serombongan wisman tampak tengah mendaki undakan dan memasuki bilik di dalam perut Candi Mendut, sementara sekelompok anak sekolah yang didampingi gurunya tampak tengah berteduh dari sengat matahari di bawah bayang Candi Mendut.

Candi Mendut
Beberapa orang wisman tengah menikmati keindahah relief Candi Mendut dengan berjalan sepanjang lorong yang mengelilingi pinggang candi. Bagian atas Candi Mendut ini bertingkat tiga, dengan 48 stupa kecil menghiasi puncaknya.

Candi Mendut
Seorang wisman tengah memotret relief pada bagian samping Candi Mendut yang detailnya sangat halus dan indah. Bangunan Candi Mendut ini tingginya mencapai 26,4 meter, dan terbuat dari batu bata yang ditutup dengan batuan alam.

Candi Mendut
Relief-relief pada Candi Mendut ini menceritakan beberapa kisah yang mengandung pesan-pesan moral. Relief pada baris atas dalam foto mengisahkan dua sahabat bernama Dharmabuddhi dan Dustabuddhi. Ketika Dharmabuddhi menemukan sejumlah uang, ia bercerita kepada Dustabuddhi, dan mereka lalu menyembunyikannya di bawah sebatang pohon. Setiap kali membutuhkan uang, Dharmabuddhi mengambil sebagian dan membaginya secara adil dengan Dustabuddhi. Karena tamak, Dustabuddhi pun mengambil semua uang yang tersisa, namun menuduh Dharmabuddhi. Tetapi akhirnya dusta Dustabuddhi terbongkar dan ia pun dihukum.

Pada baris bawah adalah relief Candi Mendut yang menceritakan dua ekor burung betet yang masih bersaudara namun kelakuannya sangat berbeda karena yang satu dididik oleh seorang penyamun sedangkan yang satunya lagi dididik oleh seorang brahmana.

Candi Mendut
Arca Buddha berukuran besar dengan detail sangat indah yang berada di dalam bilik Candi Mendut, yang bernama Dhyani Buddha Wairocana dengan sikap tangan dharmacakramudra. Di depan Arca Buddha Wairocana Candi Mendut ini terdapat relief roda yang diapit oleh sepasang rusa, yang melambangkan Buddha.

Candi Mendut
Di sebelah kiri Arca Dhyani Buddha Wairocana Candi Mendut ini terdapat Arca Buddha lain bernama Awalokiteswara (Padmapani) dan di sebelah kanannya terdapat Arca Wajrapani. Kedua arca di bilik Candi Mendut ini tidak saya potret karena pencahayaan di dalam bilik yang terlalu lemah.

Candi Mendut
Di depan Arca Buddha Candi Mendut ini diletakkan hiolo (bokor tempat meletakkan tempat hio) dan keranjang untuk manampung sumbangan dari para pengunjung.

Candi Mendut
Dinding Candi Mendut ini diukir dengan relief Boddhisatwa, yang di antaranya adalah Awalokiteswara, Maitreya, Manjusri, dan Wajrapani, serta relief kalpataru, dua bidadari, Hariti dan Atawaka. Selain itu masih ada relief Candi Mendut yang menceritakan kisah Angsa dan Kura-kura, serta relief cerita Brahmana dan seekor kepiting.

Jika berkunjung ke Candi Mendut, cobalah pergi ke belakang candi, dimana anda akan menemukan sebuah tugu batu bertuliskan huruf Kanji yang didirikan oleh seorang wisatawan asal Jepang, sebagai ungkapan syukur atas terkabulnya doa yang ia panjatkan di Candi Mendut untuk kesembuhan cucunya.

Candi Mendut ditemukan dan dibersihkan pada tahun 1836. Kemudian antara tahun 1897 – 1904, kaki dan tubuh Candi Mendut diperbaiki, namun hasilnya masih kurang memuaskan. Pada 1908 Candi Mendut diperbaiki kembali oleh Theodoor van Erp, dan bagian puncaknya dapat disusun ulang. Selanjutnya pada 1925 sejumlah stupa Candi Mendut berhasil disusun kembali.

Jika hari ini kita bisa menikmati keindahan Candi Mendut, itu karena jasa orang-orang yang tidak membiarkan Candi Mendut dalam keadaan rusak, terlantar dan tidak utuh. Banyak candi dan peninggalan purbakala yang sangat memerlukan kepedulian orang-orang seperti itu.

Candi Mendut

Alamat: Jl Mayor Kusen, Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi GPS: -7.604575,110.223942. Peta Wisata Magelang, Tempat Wisata di Magelang, Hotel di Magelang

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag:

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 19 Maret 2017.

Lalu «
Baru » »