Candi Ijo Sleman Jogja, 1

Jalanan menanjak dan sedikit berliku menuju ke Candi Ijo Sleman itu tidaklah mulus, sayang sekali. Namun kondisi itu masih jauh lebih baik dari apa yang saya bayangkan, yaitu bahwa pejalan harus berjalan kaki beberapa jam untuk mendaki jalan setapak menuju perbukitan tinggi dimana Candi Ijo berada. Tidak sama sekali.

Mobil bahkan bisa sampai di pelataran tepat di bawah candi utama. Jalanan rusak tampaknya akibat lalu-lalang truk bermuatan batu kapur potong dengan beban berlebihan. Letak Candi Ijo ini tidak begitu jauh dari Situs Keraton Ratu Boko yang telah saya kunjungi lama sebelumnya.

Ketika sampai di pelataran parkir Candi Ijo itu saya sedikit terhenyak, rasanya kurang percaya dengan apa yang saya lihat. Kompleks Candi Ijo yang begitu indahnya, mengapa baru hari itu saya ketahui dan datangi. Sejauh ini, selain Keraton Ratu Boko, di wilayah Prambanan saya hanya mengenal Candi Prambanan, Candi Sewu, Candi Kalasan, dan Candi Sari.

candi ijo

Menengok ke sebelah kiri setelah turun dari mobil, terlihat kelompok candi di undak bawah kompleks Candi Ijo. Hanya satu yang terlihat utuh, tampaknya telah direstorasi, sedangkan candi-candi lainnya masih berupa reruntuhan batu. Satu di latar depan menyisakan bagian bawah candi saja.

candi ijo
Menengok ke sebelah kanan adalah undakan menuju teras utama Candi Ijo. Papan memanjang dengan ceceran semen pada undakan menandakan bahwa sedang ada pekerjaan perbaikan. Sebuah indikasi positif. Beberapa puncak candi terlihat, dengan latar depan anak-anak setempat di atas dinding batu putih yang terlihat baru dipasang.

Mendaki sampai ke atas undakan, terlihatlah tiga buah candi perwara berukuran sama berada dalam posisi sebaris, dan sebuah candi berukuran lebih besar pada posisi berhadapan dengan candi perwara yang di tengah. Dataran yang dibalut rumput hijau dimana keempat candi berada itu cukup luas. Benar-benar di luar bayangan saya.

candi ijo
Candi utama di kompleks Candi Ijo yang terlihat nyaris sempurna. Susunan batu belang-belang memberi indikasi bahwa candi utama ini merupakan hasil restorasi, yang memang sudah sewajarnya kalau itu dilakukan.

Di kiri-kanan undakan terbawah dan di bagian atas undakan candi terdapat pasangan arca penjaga, namun bentuknya tidak begitu jelas. Ukiran Kala Makara ada di atas relung masuk dan di atas relung kecil di sayap kiri kanan candi yang terlihat kosong. Uniknya, ada dua Kala Makara di atas relung pintu utama candi, satu berukuran besar berada di atas, dan satu lagi kecil di bawahnya.

candi ijo
Masuk ke dalam relung candi utama Candi Ijo terdapat Lingga Yoni berukuran cukup besar, pertanda tempat ini merupakan candi pemujaan bagi pengikut Hindu Siwa. Di bawah cerat (saluran air) Yoni terdapat relief kura-kura, disangga oleh kepala seekor naga.

Tidak ada prasasti yang secara jelas menyebutkan kapan kompleks Candi Ijo yang terdiri dari 17 bangunan pada 11 teras itu dibangun. Namun berdasarkan ornamen pada candi, diperkirakan Candi Ijo dibangun pada jaman Dinasti Sanjaya dari Mataram Kuno, antara abad ke-VIII dan ke-X. Membayangkan, jika saja ke-11 teras itu semuanya selesai dipugar, alangkah indahnya.

candi ijo
Sebuah relief burung pada sisi luar relung bangunan utama Candi Ijo, dan di atasnya ada relief seorang pendeta.

Tidak jelas apakah relief itu ada hubungannya dengan cerita yang hidup di masyarakat sekitar, yaitu bahwa Candi Ijo ditunggui oleh dua danyang bernama Kiai Poleng dan Nyai Poleng. Mereka memiliki peliharaan burung merpati dan ayam berbulu merah kekuningan yang selalu dibiarkan lepas di setiap malam Jumat. Namun penduduk yang kebetulan melihatnya tidak akan ada yang berani menangkapnya, karena mereka akan jatuh sakit dan mati.

Share | Tweet | WA | Email | Print!
Home » Yogyakarta » Sleman » Candi Ijo Sleman Jogja

By Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email for newly published posts. Updated on 15 Juli 2017. Tag: ,