Candi Gedong Songo Semarang

Candi Gedong Songo Semarang adalah kompleks bangunan candi di lereng Gunung Ungaran yang merupakan peninggalan dari jaman budaya agama Hindu. Candi Gedong Songo terletak di Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, berjarak sekitar 45 km dari Kota Semarang, atau sekitar 15 km dari Kota Ambarawa.

Candi Gedong Songo berada pada ketinggian sekitar 1.200 m di atas permukaan laut dengan suhu berkisar antara 19-27 °C, yang cukup menggigit tulang di malam hingga pagi hari. Di kompleks Candi Gedong Songo terdapat sembilan buah candi yang letaknya terpisah-pisah, agak berjauhan, dan berada pada ketinggian yang berbeda-beda pula. Jam empat kurang seperempat di Sabtu pagi itu saya bangun, mandi cepat, turun ke lobi membayar sewa hotel, dan naik ke mobil. Sewanya Rp.500.000 untuk sebelas jam dengan Toyota Avanza.

Sasarannya adalah di pasar bunga Bandungan jam lima, lalu memotret fajar dari Candi No. 9 , dan melihat pegunungan yang mengelilingi kota Semarang. Saat tiba jam 4.30 pagi, pasar Bandungan telah terlihat sibuk. Beragam bunga dijajakan dalam jumlah besar. Suara transaksi berdengung dari segala sudut. Cahaya rendah merupakan tantangan karena tidak membawa tripod, dan ada rasa tidak nyaman memotret kesibukan orang. Lensa tele menjadi pilihan baik untuk memotret suasana seperti itu.

candi gedong songo semarang
Alih-alih mendapatkan foto seorang gadis cantik penjual bunga dengan pipi merah dadu yang segar, saya hanya mendapatkan potret wanita penjual bunga tua dengan ekspresi serius. Setelah beberapa saat di sana, saya menyerah, dan pergi meninggalkan pasar bunga menuju Candi Gedong Songo yang hanya berjarak beberapa menit dari pasar.

Di Candi Gedong Songo, supir membantu mendapatkan sewaan kuda, karena hari masih sangat pagi dan belum ada kuda yang terlihat. Sewa kuda Rp.50.000 untuk mengelilingi Candi Gedong Songo, termasuk untuk sais kuda yang juga sebagai pemandu. Saya mendapat pelajaran cepat dari tukang kuda untuk mengatur posisi tubuh saat jalan menanjak dan menurun.

Kami ke Candi No. 9 dulu yang posisinya teratas di Candi Gedong Songo. Pengalaman yang agak menegangkan duduk di atas kuda yang berjalan pada lintasan sempit, curam dan kadang licin di temaram pagi. Kamera bergelayutan di leher, sementara tukang kuda membawakan tas kamera. Syukur kami tiba dengan selamat di Candi 9 saat fajar mulai terlihat.

candi gedong songo semarang
Candi No. 9 di Gedong Songo dengan pemandangan Gunung Merbabu dan Gunung Merapi di belakangnya saat suasana alam sekitar masih dingin dan gelap. Dari candi tertinggi kami berjalan ke candi lainnya yang posisinya lebih rendah. Seingat saya, Candi Gedong Songo No 3 yang hanya berupa bebatuan berserakan di tempat di mana seharusnya Candi itu berdiri.

Perjalanan menuruni Candi No. 9 di Candi Gedong Songo untunya jauh lebih mudah, dan langit pun sudah lebih terang. Area Candi Gendo Songo juga memiliki sumber gas belerang yang baunya tercium sangat kuat di hidung. Sumber gas dengan asap putih membubung tinggi itu berada di dekat bangunan pemandian air panas di tengah kompleks Candi.

Pada salah satu candi di tengah area yang cukup luas, saya berjalan mendekati candi sementara tukang kuda menunggu di lintasan jalan. Di candi itu terdapat relief Durga Mahisasuramardini yang bertangan delapan dan berdiri di atas kerbau jelmaan Asura yang dibunuhnya karena mengganggu kayangan. Durga adalah isteri Dewa Siwa.

candi gedong songo semarang
Seingat saya ini adalah Candi No. 2 di kompleks Candi Gedong Songo, yang saya kunjungi ketika sekelompok mahasiswa tengah bergaya untuk difoto oleh salah seorang temannya. Candi ini sudah banyak tambalan, namun jauh lebih baik ketimbang menjadi reruntuhan tak berbentuk. Hiasan Kala Makara pada pintu candi juga terlihat masih lumayan baik.

Barangkali ketika semua gedung sekolah dan fasilitas pendukungnya sudah sangat baik, demikian juga infrastruktur ekonomi sudah baik, dan rakyat telah makmur, maka pada saat itulah candi semacam ini harus dipugar menjadi bentuk sempurnanya. Menjaga peninggalan leluhur tidak berarti menjaganya tetap dalam ketidaksempurnaannya.

Keberadaan Candi Gedong Songo diketahui dan dilaporkan oleh Raffles pada 1804. Candi Hindu ini adalah peninggalan warisan dari jaman Wangsa Syailendra, pada sekitar tahun 927 Masehi. Lokasi candi ini memang sangat mendukung untuk menjadi tempat sembahyang bagi para dewa dan penguasa alam semesta, dengan pemandangan pegunungan yang mengelilinginya.

Tak diragukan, Candi Gedong Songo merupakan tempat indah di dekat kota Semarang yang tidak boleh dilewatkan. Meskipun tempat ini masih memerlukan beberapa perbaikan di sana-sini, namun pergi ke Candi Gedong Songo, dan berjalan kaki atau naik kuda di sejuk gunung dari Candi ke Candi akan memberi pengalaman yang tak terlupakan.

Candi Gedong Songo Bandungan Semarang

Alamat : Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Lokasi GPS : -7.209815, 110.342045, Waze. Rujukan : Tempat Wisata di Semarang . Hotel Semarang, Peta Wisata Semarang. Galeri (12 foto) Candi Gedong Songo Bandungan Semarang : 1.Penjual bunga, 2.Candi Kesembilan, 3.Candi No. 2, 4.Kelapa, 5.Siluet 6.Matahari 7.Air Panas 8.Candi No 2 9.Ornamen … s/d 12.Sindoro Sumbing.

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Jawa Tengah » Semarang Kabupaten » Candi Gedong Songo Semarang
Tag :

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 17 Juli 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap