Candi Borobudur Magelang

Mengunjungi Candi Borobudur Magelang mungkin sudah biasa. Namun berada di Candi Borobudur sebelum fajar mulai merekah sama sekali bukan hal biasa. Siluet stupa, kabut, hawa dingin, bias sinar fajar menyemburat dari lereng dan puncak Gunung Merapi yang perkasa, dan hening pagi yang menyelimuti, memberi kesan yang sangat mendalam.

Saya berangkat jam 4.30 di Sabtu pagi yang dingin dari sebuah hotel di Yogya, menggunakan mobil sewaan dengan seorang pengemudi berusia muda. Kami mengarah ke Magelang, sekitar 40 km ke arah utara Yogya, dengan tujuan berada di puncak Candi Borobudur untuk menikmati suasana saat matahari merangkak keluar dari lereng Merapi. Dalam perjalanan ke Candi Borobodur, supir memberitahu bahwa satu-satunya jalan untuk melihat fajar di Candi Borobodur adalah melalui Hotel Manohara di dalam kawasan Taman Wisata Candi Borobudur, karena pintu masuk utama ke Candi Borobudur baru dibuka setelah jam 7 pagi.

Waktu itu Punthuk Setumbu belum begitu banyak dikenal orang. Akhirnya saya ikut paket fajar Candi Borobudur di Hotel Manohara. Dengan membayar Rp.300.000 saya mendapat senter kecil, secangkir teh, dan makanan kecil sepulang kunjungan. Cukup mahal, sedangkan tamu hotel hanya membayar Rp.150.000. Diperlukan sekitar 5 menit berjalan kaki dari Hotel Manohara sampai ke halaman Candi Borobudur.

candi borobudur magelang
Setelah menunggu cukup lama sambil berjalan berkeliling dan memotret sejumlah bagian candi saat kabut masih menyelimuti, Matahari terlihat mulai keluar dari lereng Merapi. Langit pagi cukup bersih, dengan siluet stupa Candi Borobudur di latar depan. Siluet burung yang terbang menyambut fajar ikut pula memperindah suasana pagi candi. Sekitar 20 orang telah berada di puncak Candi Borobudur ketika saya tiba, dan kabut masih menyelimuti yang membawa suasana romantis mistis.

Beberapa orang duduk di batu candi menikmati suasana pagi yang dingin dan tenang, sedangkan pembawa kamera mencari lokasi terbaik untuk memotret fajar di candi Buddha terbesar di dunia ini. Beberapa turis berada di sekitar Arupa, bagian teratas Candi Borobudur yang melambangkan Nirwana, tempat kesempurnaan dimana Budha berada. Pada tiga tingkat teratas, arca Budha ada di dalam stupa berlubang wajik yang disebut Arupadhatu, lambang tingkatan manusia yang telah terbebas dari hawa nafsu, rupa, dan bentuk wadag.

candi borobudur magelang
Sepasang turis tengah menikmati keindahan relief Candi Borobudur, berjalan di atas dasar Candi Borobudur yang disebut Kamadhatu, melambangkan dunia yang masih dikuasai oleh kama atau “nafsu rendah”. Setiap tingkatan melambangkan kenaikan tingkatan Bodhisattva dalam perjalanan hidup manusia menuju Nirwana, kesempurnaan menjadi Buddha.

Di atas kaki candi terdapat pelataran Rupadhatu yang menjadi lambang dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk. Di pelataran ini dipahat relief Lalitawistara yang berisi riwayat Sang Buddha, dan relief Jataka yang berisi cerita Sang Buddha sebelum dilahirkan sebagai Siddharta.

Saya sempat mengambil gambar relung di pelataran Rupadhatu yang berisi Arca Buddha, dengan relief Kala di atasnya. Ini memperlihatkan bahwa di Jawa, Kala juga ada dalam agama Buddha. Arca Buddha di tingkat ini jumlahnya 432 buah. Candi Borobudur aslinya memiliki 504 arca Buddha, namun 300 sudah tidak utuh lagi dan 43 hilang dicuri.

candi borobudur magelang
Lintasan jalan di Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur yang terlihat sangat asri. Candi Borobudur, yang merupakan candi Buddha terbesar di dunia, pernah menjalani restorasi besar-besaran pada 1970 dengan dukungan dana dan bantuan teknis dari UNESCO. Pada 1991 Candi Borobudur ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO.

Candi Borobudur terdiri dari 10 tingkat, dengan 6 pelataran terbawah bujur sangkar, 3 pelataran lingkaran, dan pelataran tertinggi adalah Arupa dengan stupa Budha terbesar. Stupa berlubang di Candi Borobudur ini seluruhnya berjumlah 72 buah, dan terdapat lorong tangga batu dengan sekitar 88 anak tangga untuk sampai ke puncak candi.

Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, Casparis memperkirakan bahwa pendiri Candi Borobudur adalah Raja Mataram Hindu dari Wangsa Syailendra bernama Samaratungga, sekitar tahun 824 M. Pembangunan Candi Borobudur, yang diperkirakan memakan waktu setengah abad, baru diselesaikan pada masa pemerintahan Ratu Pramudawardhani.

Setelah selesai menikmati fajar di Candi Borobudur, saya kembali ke Hotel Manohara untuk menikmati secangkir teh panas, dan sepiring kecil pisang goreng hangat. Suasana senyap mistis sejak fajar belum lagi merekah di lereng Gunung Merapi memang memberi kesan sangat mendalam, dan layak untuk dinikmati meski harus membayar mahal.

Candi Borobudur Magelang

Alamat : Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi GPS : -7.607877, 110.204423, Waze. Harga tiket masuk : Paket fajar: Rp.300.000, reservasi 0293-788131, 788680. Jam biasa: Rp. 30.000 dewasa, Rp. 12.500 anak-anak, US$15 wisman. Galeri : 27 foto. Rujukan : Peta Wisata Magelang, Tempat Wisata di Magelang, Hotel di Magelang. Galeri (27 foto) Candi Borobudur Magelang : 1.Lereng Merapi, 2.Turis, 3.Asri, 4.Relief Candi, 5.Suasana 6.Kabut Pagi 7.Temaram Fajar 8.Stupa Berlubang 9.Altocumulus … s/d 27.Candi Borobudur.

Share | Tweet | WA | Email | Print!
Home » Jawa Tengah » Magelang » Candi Borobudur Magelang

By Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email for newly published posts. Updated on 17 Juli 2017. Tag:

Tulisan lainnya : Hotel di Pekanbaru | Masjid Al Makmur Raden Saleh, Cikini | Brothers Syndrome | Candi Muara Takus di Kampar | 25 Peta Wisata Mojokerto | 38 Peta Wisata Tabanan | Pura Pusering Jagat Gianyar Bali | Hotel di Tembilahan Indragiri Hilir | Mencegah Duplikasi Judul Pada Paginasi | Patung Pembebasan Irian Barat Jakarta |