Candi Bajang Ratu Trowulan Mojokerto

Candi Bajang Ratu, yang juga disebut Gapura Bajang Ratu, adalah sebuah struktur bangunan berupa gerbang atau candi dari sebuah penggal waktu di jaman kebesaran Kerajaan Majapahit. Candi Bajang Ratu letaknya berada di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.

Struktur candi yang seluruhnya terbuat dari batu bata merah ini, dan diperkirakan dibangun pada abad ke-14, masih tampak terlihat sangat baik dan berada di tengah sebuah taman luas yang juga terawat rapi dengan pepohonan yang rindang di tepiannya.

Sebagaimana juga bisa ditemui di bangunan Pura milik masyarakat Hindu Bali, seperti misalnya di Pura Aditya Jaya Rawamangun, struktur candi seperti Candi Bajang Ratu ini berfungsi sebagai kori agung untuk memasuki daerah tempat ibadah yang disucikan.

candi bajang ratu trowulan mojokerto
Kompleks Candi Bajang Ratu dilihat dari arah pintu masuk dengan Candi Bajang Ratu berada di area yang agak masuk ke dalam cukup jauh. Area dimana terdapat candi merupakan area terbuka tanpa pelindung, sehingga panasnya akan menyengat jika datang pada siang hari.

Tidak sebagaimana candi lain di daerah Jawa Tengah atau Bali, yang umumnya terbuat dari batu, Candi Bajang Ratu (dan petilasan lain di daerah Trowulan) disusun dari tumpukan bata merah bakar. Hanya bagian anak tangga yang dibuat dari batu andesit.

candi bajang ratu trowulan mojokerto
Menurut I.G. Bagus L Arnawa, Candi Bajang Ratu Trowulan adalah sebuah struktur yang bergaya “paduraksa”, atau pintu gerbang beratap. Struktur candi beratap ini berukuran 11,5 x 10,5 meter pada dasarnya, dengan tinggi mencapai 16,5 meter, dan lebar pintu 1,4 meter.

Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala Mojokerto menyebutkan bahwa Candi Bajang Ratu adalah gerbang untuk masuk ke tempat suci untuk mengenang meninggalnya Raja Jayanegara yang terjadi pada tahun Saka 1250 sesuai penanggalan Jawa (atau sekitar tahun 1328).

candi bajang ratu trowulan mojokerto
Relief Kala yang lokasinya berada tepat di atas pintu masuk Candi Bajang Ratu dilihat dari jarak yang lebih dekat. Bajang adalah sebuah kata dalam Bahasa Jawa yang berarti orang kerdil atau orang cacat, sedangkan ratu bisa berarti penguasa dan bisa pula berarti keluarga kerajaan.

Menurut sebuah legenda setempat, ketika masih kecil Raja Jayanegara pernah jatuh di Candi tersebut dan mengalami cedera. Tampaknya karena kejadian itulah penduduk setempat meyakini bahwa jika seseorang melewati gerbang Candi Bajang Ratu, maka ia akan mengalami nasib yang buruk.

Candi Bajang Ratu merupakan salah satu benda bersejarah peninggalan jaman Majapahit yang masih bisa dilihat hingga saat ini di Trowulan, meskipun hanya terbuat dari batu bata merah. Namun ada banyak sebab hancurnya candi selain bahan bangunan yang dipakai, seperti gempa bumi, atau dihancurkan manusia sendiri.

Candi Bajang Ratu Trowulan

Alamat : Dukuh Kraton, Desa Temon, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Sekitar 200 meter dari Jalan Mojokerto – Jombang, belok ke arah timur di perempatan Dukuh Ngliguk, dan ikuti jalan sampai sejauh 3 km. Lokasi GPS : -7.567225, 112.398548, Waze. Rujukan : Wisata di Mojokerto . Hotel di Mojokerto. Galeri (10 foto) Candi Bajang Ratu Trowulan Mojokerto : 1.Kompleks Candi, 2.Paduraksa, 3.Relief Kala, 4.Lorong Sempit, 5.Bidang Kehitaman 6.Simetri Sempurna 7.Sisi Kiri Candi 8.Sisi Kanan Candi 9.Area Terbuka 10.Pengunjung.

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Jawa Timur » Mojokerto » Candi Bajang Ratu Trowulan Mojokerto
Tag :

Oleh Bambang Aroengbinang.

BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA.

Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 17 Juli 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap