Bumi Perkemahan Wana Wisata Kajar Kudus

Kami menghabiskan waktu di sore hari itu dengan berkunjung ke Bumi Perkemahan Wana Wisata Kajar Kudus yang berada di lereng selatan Gunung Muria, sekitar 2 km sebelum masuk ke wilayah Colo. Tempat wisata alam ini berada pada ketinggian 600 mdpl dengan luas sekitar 5 ha, dinaungi pohon pinus yang menghutan di sana. Pintu masuk ke kawasan berada di sisi sebelah kiri Jalan Raya Kudus – Colo.

Semestinya kawasan wisata alam ini kami kunjungi selepas dari Makam Sunan Muria dan Air Tiga Rasa Rejenu karena terlewati, baik ketika datang maupun saat pulang. Namun begitulah, sebuah kunjungan kadang tak bisa diukur dengan jarak dan dihitung dengan waktu. Kadang perlu suasana, kadang memang teledor tak memeriksa rute perjalanan, dan kadang ada sesuatu dibalik sebuah kunjungan. Pertemuan dengan seseorang misalnya.

Gerbang masuk ke Bumi Perkemahan Wana Wisata Kajar Kudus terkesan biasa saja. Ada papan tengara nama yang mulai pudar catnya sehingga tak yakin apakah bisa menarik perhatian orang ketika melewati tempat ini. Setidaknya terbukti dua kali melewatinya, papan tengara itu tak terlahap oleh mata saya yang biasanya jelalatan melihat sekeliling.

bumi perkemahan wana wisata kajar kudus
Bentang kain merah putih berukuran besar yang kedua ujungnya dibalutkan ke batang pohon pinus menjadi pemandangan yang menyemangati sesaat setelah kami melewati gerbang dan membayar tiket masuk. Meskipun sudah sore, atau justru mungkin karena sore, terlihat ada cukup banyak pengunjung di sana. Ada yang bersama pasangannya, ada yang bersama teman-teman sesama jenis.

Hutan pinus di dalam kawasan Bumi Perkemahan Wana Wisata Kajar Kudus itu cukup mampu membuat jinak matahari sore. Meski di beberapa tempat tak begitu rapat jarak diantara pepohonannya, namun sinar matahari tak bisa menyentuh kulit kami. Itu karena umumnya pepohonan di sana sudah cukup besar dan tinggi. Selain pengunjung yang kebanyakan anak-anak muda, terlihat beberapa penjual makanan mangkal di sana untuk mengais rizki.

bumi perkemahan wana wisata kajar kudus
Salah satu yang membuat Bumi Perkemahan Wana Wisata Kajar Kudus ini terlihat menarik dan hidup adalah karena adanya sejumlah patung artistik yang terpasang di lokasi yang tak terlalu berjauhan. Salah satunya adalah patung bocah pada foto di atas, yang diletakkan tepat di tengah puncak undakan dengan ekspresi dan gestur yang memikat.

Di sebelah patung anak itu diletakkan sebuah sepeda asli antik. Sepeda itu mengangkut dua keranjang bambu yang besar dan panjang dan di dalamnya terdapat bilah-bilah bambu kuning kering. Ekspresi si anak seolah sedang kosong pikirannya, mungkin lelah memikirkan beban hidup yang tak kunjung berkurang. Ia yang masih kecil mungkin harus membantu orang tuanya dan tak bisa bermaian selayaknya anak-anak.

bumi perkemahan wana wisata kajar kudus
Pandangan sepintas pada kontur tanah yang bertingkat-tingkat di dalam kawasan Bumi Perkemahan Wana Wisata Kajar Kudus. Waktu itu adalah akhir musim kemarau, dan mungkin karena itu tanah di sana terlihat kering dan tandus tak menyisakan rumput sebatang pun. Namun jika saja pengelolanya peduli dan hebat, biar pun musim kemarau tanah di sana mungkin akan bisa tetap berumput hijau.

Mengapa, karena belakangan saat pergi ke toilet saya melihat air yang terus mengucur, meluberi bak dan tidak boleh ditutup kerannya, karena mungkin bisa mengakibatkan banjir di bagian atas sana. Jika pun tak bisa mengairi seluruh area yang sangat luas ini, setidaknya ada satu petak tanah yang bisa dijaga kehijauan rumputnya di sepanjang waktu dan sepanjang musim.

bumi perkemahan wana wisata kajar kudus
Sepotong pemandangan perbukitan yang bisa puas dinikmati oleh mereka yang hendak bersantai di Bumi Perkemahan Wana Wisata Kajar Kudus. Meskipun namanya Bumi Perkemahan yang menyediakan tenda bagi yang ingin menyewa, namun tampaknya banyak yang datang hanya untuk menikmati hawa pegunungan yang segar, dan banyak pula pasangan muda yang datang untuk memadu kasih, bercengkerama berbagi cerita.

Di sana ada sebuah pohon yang ditanam Presiden RI pada 13 April 2001, masa dimana Gus Dur masih menjabat. Meski sudah lebih dari 15 tahun namun batang pohon itu masih kecil. Butuh puluhan dan bahkan ratusan tahun untuk membesarkan batang pohon, dan hanya beberapa menit untuk menumbangkannya. Itulah mengapa orang lebih senang menebang ketimbang menanamnya, hingga suatu saat tak ada lagi pohon yang tersisa.

Selain patung-patung cantik yang fotonya bisa dilihat di galeri foto, di tengah area Bumi Perkemahan Wana Wisata Kajar Kudus terdapat jalan lebar yang dilapis tatanan batu-batu gunung. Jalan itu berkelok di awal dan lalu lurus menanjak cukup tajam ke atas bukit. Meski sempat ragu karena tak jelas dimana ujungnya, akhirnya kami berjalan kaki mendaki jalan lebar itu.

Jalan itu diportal di beberapa titik, membuat mobil tak bisa melewatinya. Sesekali kami berhenti dan duduk di atas portal atau di atas batu jalan, sampai akhirnya kami tiba di dataran luas yang ditata secara apik dan berkelas. Di tempat itulah kami bertemu dan berbincang dengan Taqim (Mustaqim) serta isterinya dan kemudian disuguhi teh, sementara anak laki-laki mereka memasang sound system di area terbuka yang luas di belakang rumah.

Pemilik sanggar dan galeri Taqim Art ini menjadikan lahan dan bangunan tempat tinggalnya di Desa Kajar itu sebagai studio penelitiaan dan pengembangan seni serta laboratorium Seni Nasional Bukit Kalpataru. Ia bercerita tentang minatnya pada agribisnis, termasuk tentang hypernano technology yang ingin dikembangkannya. Ia juga aktif mengajak dan melibatkan masyarakat Desa Kajar untuk bersama-sama menjaga kawasan wana wisata dan mengembangkan Kajar sebagai Desa Seni.

Bumi Perkemahan Wana Wisata Kajar Kudus

Alamat : Desa Kajar, Kecamatan Lajar Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Lokasi GPS : -6.67878, 110.89231, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Harga tiket masuk : Rp.7.000. Rujukan : Tempat Wisata di Kudus, Peta Wisata Kudus, Hotel di Kudus. Galeri (24 foto) Bumi Perkemahan Wana Wisata Kajar Kudus : 1.Merah Putih, 2.Patung, 3.Bertingkat, 4.Panorama, 5.Gus Dur, 6.Balap Karung, 7.Ekspresif, 8.Sate Pentol, 9.Kosong … s/d 24.Tengara.

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Jawa Tengah » Kudus » Bumi Perkemahan Wana Wisata Kajar Kudus
Tag : , ,

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 22 Juli 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap