Bono Pelalawan

Fenomena alam Bono Pelalawan bisa dilihat di Desa Teluk Meranti, Kuala Kampar, Pelalawan. Bono terjadi air laut pasang dan gelombang airnya bergulung masuk sungai ke arah hulu. Gelombang air pasang ini ketinggiannya bisa mencapai 6 meter, bahkan kadang 10 meter, dan dimanfaatkan untuk surfing sungai.

Legenda setempat adalah bahwa Bono di daerah Kuala Kampar merupakan jenis jantan, sedangkan yang di Sungai Rokan adalah yang betina. Bono lazimnya bisa dilihat antara tanggal 10 sampai 20 bulan hijriah, dimulai dengan suara deru angin seperti badai akan menerjang. Bono bisa merambat dengan kecepatan sampai 40 kilometer per jam.

Bono bisa bertahan selama empat jam atau lebih, dan bukan merupakan gelombang tunggal, namun serial gelombang yang bisa muncul di sisi kiri sungai, tengah, dan kanan sungai. Surfing Bono bukanlah hal yang mudah, karena adanya lumpur di sungai. Sejumlah besar kapal yang tenggelam di Sungai Kampar adalah disebabkan oleh gelombang Bono, yang dikenal sebagai “Tujuh Hantu”. Selain di Teluk Meranti, fenomena ini bisa juga disaksikan di Tanjung Sebayang, Pulau Muda, dan Tanjung Pungai.

Untuk mencapai lokasi pejalan bisa naik kendaraan roda empat dari Pangkalan Kerinci dalam waktu 4 jam, atau 3 jam dengan speedboat. Pangkalan Kerinci sekitar 90 menit dari Pekanbaru.

Bono – Desa Teluk Meranti, Kuala Kampar, Pelalawan

Share | Tweet | WA | Email | Print!
Home » Bono Pelalawan

By Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email for newly published posts. Updated on 14 Juli 2017.