Benteng Kedung Cowek Surabaya

Benteng Kedung Cowek Surabaya tidak ada dalam rencana perjalanan. Adalah tukang perahu yang menawarkan untuk datang ke tempat ini sebagai pemanis ketika terjadi negosiasi harga untuk sewa perahu motornya. Pemanis itu pun termakan.

Karena itulah tukang perahu pun akhirnya membayar janjinya dengan menurunkan kami di tepian pantai berbatu tidak jauh dari Jembatan Suramadu, dimana Benteng Kedung Cowek berada. Benteng Kedung Cowek yang dikenal masyarakat setempat sebagai gudang peluru ini dibangun Belanda sebagai gudang persenjataan dan benteng pertahanan menghadapi serbuan dari laut oleh bala tentara Jepang pada Perang Pasifik.

Di dalam kawasan Benteng Kedung Cowek kabarnya terdapat gudang bawah tanah yang belum diketahui benar apa isinya, dan konon lorongnya menembus sampai di bawah Kalimas, namun belum pernah dibuktikan.

benteng kedung cowek
Pantai berbatu-batu yang sepertinya dimaksudkan untuk mencegah abrasi menjadi jalan masuk ke Benteng Kedung Cowek. Jembatan Suramadu tampak cukup dekat di latar belakang.

Setelah sempat ragu, Apey dan Fani turun dari perahu, sementara Putu tetap duduk diperahu. Sedangkan saya sendiri dengan bersemangat meminta tukang perahu untuk mengantar masuk ke dalam Benteng Kedung Cowek, tanpa menyadari bahwa kawasan ini sesungguhnya berada di bawah pengawasan militer.

Jalan setapak ke dalam Benteng Kedung Cowek berada di belakang kedua orang yang tengah duduk di bawah naungan pohon di atas.

benteng kedung cowek
Kawasan tepi pantai yang dipenuhi dengan pepohonan rimbun dan semak belukar yang dibiarkan tumbuh liar tempat dimana Benteng Kedung Cowek berada.

benteng kedung cowek
Reruntuhan Benteng Kedung Cowek ditumbuhi belukar tebal yang menyembunyikan sebagian besar bentuk bangunannya.

Pada jaman pendudukan Jepang, Benteng Kedung Cowek juga digunakan oleh pasukan Jepang sebagai basis dan benteng pertahanan laut, karena letaknya yang memang sangat strategis menghadap langsung ke Selat Madura.

benteng kedung cowek
Tebing cukup tinggi penuh semak yang tumbuh bebas di kompleks Benteng Kedung Cowek, seperti tidak pernah dijamah orang selama berpuluh tahun.

benteng kedung cowek
Beberapa anak tangga yang saya gunakan untuk turun dari pinggir Benteng Kedung Cowek. Tidak ada anak tangga ke tempat darimana saya memotret, sehingga saya terpaksa meloncat ke bawah.

benteng kedung cowek
Bapak Tukang Perahu di Benteng Kedung Cowek. Tidak cukup leluasa untuk berjalan di sini, karena lebatnya semak belukar yang memenuhi permukaan tanah dan dinding benteng.

benteng kedung cowek
Permukaan beton Benteng Kedung Cowek ini sepertinya cukup lebar dan terkesan sangat tebal.

Ketika tengah asik memotret dan melihat-lihat sambil berbincang dengan tukang perahu, tiba-tiba muncul seorang pria berseragam militer yang mengatakan bahwa seharusnya kami tidak boleh masuk ke kawasan yang berada di bawah pengawasan TNI ini. Dengan meminta maaf karena tidak tahu, kami pun keluar dari semak belukar menuju pantai.

Memang tidak ada pagar kawat yang membatasi kawasan Benteng Kedung Cowek dengan tepian pantai, tidak pula ada papan peringatan bahwa tempat itu merupakan kawasan terlarang untuk dikunjungi. Namun menurut petugas, kawat berduri itu pernah ada namun telah rusak.

benteng kedung cowek
Sebelum meninggalkan pantai berbatu Benteng Kedung Cowek saya sempat memotret Apey dan Fani yang menunggu di tepi pantai, serta Putu yang tetap berada di perahu karena mungkin sudah tahu mengenai tempat ini yang sebenarnya terlarang untuk dikunjungi.

benteng kedung cowek
Lokasi Benteng Kedung Cowek berada di gerumbul di sebelah kiri dengan Jembatan Suramadu di latar belakang.

benteng kedung cowek
Penelusuran lebih lanjut tentang Benteng Kedung Cowek menyebutkan bahwa benteng ini digunakan oleh pasukan pejuang menghadapi gempuran pasukan Sekutu dalam pertempuran 10 November 1945.

Menjelang kedatangan Pasukan Inggris untuk mengambil alih kekuasaan di Surabaya dari Pasukan Jepang, Kolonel dr. Wiliater Hutagalung bertemu dengan dua orang pimpinan rombongan pemuda yang tengah berada di Tanjung Perak.

Mereka kemudian bersepakat membentuk pasukan untuk ikut mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamirkan, memilih pimpinan, mengatur kepangkatan sesuai aturan dalam sebuah batalyon, dan menggunakan nama Pasukan Sriwijaya.

Para pemuda itu adalah mantan anggota Peta, Gyugun dan Heiho yang sebagian besar berasal dari Tapanuli, Aceh dan Deli, serta beberapa dari daerah Sumatera Barat dan Sumatera Selatan. Dengan menggunakan seragam dan tanda pangkat, seperti tentara Jepang dengan sedikit perubahan, Pasukan Sriwijaya ikut dalam aksi perebutan senjata dari tentara Jepang di Morokrembangan.

Dalam pertempuran 10 November 1945 sampai penghujung bulan Oktober 1945, dengan menggunakan Benteng Kedung Cowek ini sebagai basis, Pasukan Sriwijaya menggempur pasukan Inggris dengan menggunakan berbagai jenis meriam dan senjata artileri peninggalan Belanda dan Jepang. Namun setelah dibombardir tentara Inggris, Pasukan Sriwijaya pun terpaksa meninggalkan Benteng Kedung Cowek dan mundur ke arah Selatan, dengan lebih dari sepertiga pasukannya gugur.

Semoga saja Benteng Kedung Cowek yang bersejarah ini bisa segera dibuka untuk umum. Benteng Kedung Cowek berpotensi besar untuk menjadi tempat wisata sejarah yang sangat berbobot di Kota Surabaya, serta sebagai tengara dan pengingat semangat patriotisme para pejuang kemerdekaan yang rela mempertaruhkan nyawa di tempat ini.

Benteng Kedung Cowek Surabaya

Alamat : Kedung Cowek, Surabaya. Lokasi GPS : -7.2127423, 112.782383, Waze. Rujukan : Tempat Wisata di Surabaya, Peta Wisata Surabaya, dan Hotel di Surabaya.

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Jawa Timur » Surabaya » Benteng Kedung Cowek Surabaya
Tag : , ,

Oleh Bambang Aroengbinang.

BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA.

Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 14 Juli 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap