Bendung Bedegolan Kebumen

Kunjungan yang kami lakukan ke Bendung Bedegolan Kebumen yang menjadi awal Saluran Induk Bedegolan sebenarnya tidak secara sengaja terjadi. Tujuan semula yang kami tuju adalah hanya melihat titik awal Arung Jeram Bedegolan yang tulisannya pernah saya baca di sebuah blog dan lalu saya catat informasinya di tulisan Tempat Wisata di Kebumen. Hanya ketika sedang menulis catatan perjalanan Bendung Bedegolan ini baru saya sadari bawah awal arung jeram yang saya cari itu ternyata berada di sungai di bawah Waduk Wadas Lintang, dan berakhir di Bendung Pejengkolan.

Dua tempat yang saya kunjungi belakangan. Dalam penjelajahan di Kebumen kali ini saya menggunakan jasa Alif Trans yang beralamat di Jl Karangsambung 17, Kebumen. Desandy Yanuar (0813 2763 6464, 0819 1500 6700), pemiliknya, membantu saya mengatur rute perjalanan yang daftar tempatnya telah saya kirimkan kepadanya lewat email. Orang yang menemani saya berkeliling bernama Bambang Supriadi (0819 3250 0909), veteran supir bis kota Jakarta dan supir sebuah ATPM mobil, yang adalah ayah Desandy sendiri. Bambang memegang daftar tempat kunjung yang telah ia beri nomor, dan saya nyaris menyerahkan sepenuhnya rute perjalanan kepadanya.

Sarapan pagi di Hotel Nillo, tempat saya menginap, langsung disajikan ke meja, bersama pilihan minuman teh atau kopi. Jenis makanan yang disajikan untuk sarapan bergantung pada hotel, tak ada pilihan. Namun selama saya tinggal di hotel ini, pilihan makanan untuk sarapan pagi boleh dikatakan cukup baik. Mungkin juga karena selera makan saya sederhana saja. Selewat jam 7 pagi kami meninggalkan Hotel Nillo di Jalan Pemuda menuju ke arah Timur, arah ke Kutowinangun. Setelah berkendara selama 15 menit, sekitar 150 meter sebelum SMPN 2 Kutowinangun kami belok kiri di pertigaan. Sesaat kemudian kami sudah berada di jalan yang sejajar dengan kali yang cukup lebar dan dalam.

bendung bedegolan kebumen
Setelah sekitar 6 km menyusuri jalan pinggir kali yang tak semuanya mulus, dan bagian akhir merupakan jalan tanah yang diperkeras, akhirnya sampailah saya di ujung kali yang ternyata merupakan awal dari Saluran Induk Bedegolan.

Di ujung sana terdapat pintu besi untuk mengatur debit air yang keluar ke saluran induk ini, dengan kedung memanjang yang menyempit di ujungnya sebelum air mengalir ke sungai. Undakan terlihat di sisi kanan, dan sebelah kanannya lagi yang tak terlihat pada foto terdapat gerumbul pohon sangat tua yang berbentuk unik.

Pada bantaran di samping kanan kedung terdapat tugu yang berisi informasi teknis tentang Saluran Irigasi Bedegolan, serta segerumbul pohon Bougenville yang bunganya berwarna merah muda. Nama saluran dicetak pada dinding tebing di sebelah kiri kedung.

bendung bedegolan kebumen
Penampakan beton yang menjadi rumah pintu pengatur air Bendung Bedegolan dengan roda-roda gigi di sebelah kanan untuk menaikturunkan lempeng besi di bawahnya. Sungai yang terlihat di sebelah kanan airnya berasal dari Bendung Pejengkolan, dan lebih ke atas lagi berasal dari Waduk Wadas Lintang.

Ada tiga roda gigi putar pengatur pintu air ke Saluran Induk Bedegolan, diletakkan di atas bantalan balok besi memanjang yang dicat warna biru. Roda gigi keempat hanya tersisa bekas karatnya saja yang menempel pada balok besi.

Roda gigi kelima posisinya sejajar bendungan, mengalirkan air kembali ke sungai di bawah bendungan. Di dekat roda gigi kelima itu ada tulisan pada dinding tembok yang berbunyi “Kiyai Geseng, Bedegolan 1902”. Tak jelas apa arti dari angka tahun itu. Namun di sebelah kanan Bendung Bedegolan memang ada cungkup yang bertulis “Kramat Sunan/Kyai Geseng”.

bendung bedegolan kebumen
Bentang Bendung Bedegolan menciptakan karpet buih berwarna putih dari air yang terjun di sepanjang lereng bendungan yang berakhir di batang sungai di bawahnya.

Lebar Bendung Bedegolan ini sekitar 50 meter dengan ketinggian 10 meter. Tak terlihat ada saluran irigasi di ujung di sebelah sana. Bendung Bedegolan tampaknya memang hanya dimaksudkan agar bisa mengalirkan air ke Saluran Induk Bedegolan untuk mengairi sawah di wilayah Kutowinangun.

Pemandangan di sekitar Bendung Bedegolan ini sebenarnya terlihat indah. Jika saja ada gazebo terbuat dari bambu beratap sirap atau ijuk, tentu akan sangat menyenangkan dan bisa membuat saya lebih lama betah menikmati suasana yang tenang di sana.

Bendung Bedegolan Kebumen

Alamat : Desa Jlegiwinangun, Kecamatan Kutowinangun, Kebumen. Lokasi GPS : -7.67569, 109.77578, Waze. Galeri : 10 foto. Rujukan : Peta Wisata Kebumen, Tempat Wisata di Kebumen, Hotel di Kebumen, Sewa Mobil di Kebumen. Galeri (10 foto) Bendung Bedegolan Kebumen : 1.Ujung kali, 2.Rumah pintu air, 3.Karpet buih, 4.Kali Gumenter, 5.Tengara 6.Kiyai Geseng 7.Sungai 8.Pintu Air 9.Karpet Air 10.Bendung Bedegolan.

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Jawa Tengah » Kebumen » Bendung Bedegolan Kebumen
Tag :

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 16 Juli 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap