Batik Trusmi Cirebon Jaya Abadi Cirebon

Home » Jawa Barat » Cirebon Kabupaten » Batik Trusmi Cirebon Jaya Abadi Cirebon
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Tiga jam perjalanan Kereta Api Cirebon Express yang berangkat pagi dari Gambir tidak begitu terasa ketika sampai di Stasiun Kejaksan Cirebon sekitar jam 09.00. Udara panas Kota Cirebon membuat kami agak tergopoh sehingga sempat salah masuk mobil orang, sebelum akhirnya menemukan Pak Wardji, sopir Batik Trusmi Cirebon Jaya Abadi yang telah menunggu.

Batik Trusmi Cirebon Jaya Abadi

Alamat: Jl. Panembahan Utara No.5 Plered Cirebon. Telp. 0231-321 337, 322 643. Lokasi GPS: -6.703997, 108.515625, Waze. Terdekat: Makam Ki Buyut Trusmi (650 m). Rujukan: Tempat Wisata di Cirebon, Peta Wisata Cirebon, Hotel di Cirebon.
Galeri (12 foto): 1.Batik Sutera, 2.Asiwa, 3.Tampak depan, 4.Motif Udang, 5.ATBM, 6.Singa Barong, 7.Motif Kacirebonan, 8.Mistis, 9.Toko, … s/d 12.Pelanggan Jakarta.

Pak Wardji yang bertubuh tambun dengan rambut beruban telah bertahun-tahun ikut H. Asiwa, pemilik Batik Trusmi Cirebon Jaya Abadi yang menyediakan penjemputan gratis bagi kami, calon pelanggannya, dari Stasiun Kereta Api Kejaksan ke tokonya yang berada di daerah Trusmi, Plered.

Setelah membeli tiket pulang ke Jakarta, begitu cara terbaik agar tidak menemui kesulitan untuk pulang ke Jakarta, kami diantar mencari penginapan ke beberapa hotel sebelum akhirnya mendapatkan di Hotel Prima di Jl. Siliwangi 107. Hotelnya cukup baik, harganya cukup wajar, dan lokasinya dekat dengan Stasiun KA Kejaksan serta Alun-alun Cirebon.

Selesai check-in, kami pun kembali naik mobil jemputan, dan Pak Wardji menawarkan kami untuk sarapan nasi Jamblang khas Cirebonan di Warung Mang Dul di dekat Mal Grage, namun kami memilih langsung pergi ke toko Batik Trusmi Cirebon Jaya Abadi. Sebuah keputusan yang keliru, karena setelah itu tidak ada kesempatan lagi untuk mencicipi masakan Warung Mang Dul, meski kami tinggal beberapa hari di Kota Cirebon.

Ketika sampai di toko Batik Trusmi Cirebon Jaya Abadi, kami disambut ramah oleh H. Asiwa dan isterinya, yang masih aktif melayani para tamu, sambil berbincang-bincang tentang bisnis batiknya yang telah ditekuninya cukup lama.

batik trusmi cirebon jaya abadi
Beberapa batik berkualitas tinggi dari bahan sutera koleksi Batik Trusmi Cirebon Jaya Abadi yang dibeber H. Asiwa. Menurut penuturannya, pengrajin batik di daerah Trusmi ini kebanyakan berasal dari satu keturunan.

Kisah asal muasal batik di desa Trusmi ini tidak lepas dari peran Ki Buyut Trusmi, seorang pengikut setia Sunan Gunung Jati yang mengajarkan seni membatik sambil menyebarkan agama Islam di daerah itu.

Makam Ki Buyut Trusmi, yang berada tidak jauh dari toko Batik Trusmi Cirebon Jaya Abadi, masih dirawat dengan baik. Setiap empat tahun sekali, dilakukan upacara Ganti Welit dan Ganti Sirap di separuh bangunan di dalam kompleks Makam Ki Buyut Trusmi, dan separuh lagi diganti empat tahun kemudian.

Bisnis batik Cirebonan, menurut penuturan H. Asiwa, mulai kembali ramai sejak sekitar 5 tahun yang lalu, setelah banyak orang ribut mempersoalkan hak cipta seni tradisional batik warisan nenek moyang ini. H. Asiwa sendiri mulai berdagang batik sudah sejak tahun 1975, setelah selesai dari SMA.

Ia rajin berdagang berkeliling dari kota ke kota, menjelajahi daerah di wilayah Jawa Barat sampai Jawa Timur, seperti Tasik, Garut, Sukabumi, Bandung, Surabaya, dan Malang, hingga tahun 1985.

Sejumlah kain batik yang digelar diantaranya secarik kain batik halus Batik Trusmi Cirebon Jaya Abadi berbahan dasar katun dengan motif udang, ikon Kota Cirebon, yang sejak dulu kala dikenal dengan sebutan Kota Udang. Lalau ada kain ATBM sutera halus bermotif udang namun memiliki capit seperti kepiting.

Bahan kain sutera yang bagus urutannya adalah yang berasal dari Garut, Jepara, Ujung Pandang, dan terakhir dari Cina. Sutera dari Cina biasanya dibuat dengan menggunakan mesin, sedangkan kain sutera yang lain dibuat dengan menggunakan tangan.

batik trusmi cirebon jaya abadi
H. Asiwa, pemilik Batik Trusmi Cirebon Jaya Abadi, terlihat tengah merentang selembar kain Batik khas Cirebonan yang disebut motif Mega Mendung yang asalnya dari Kraton Kasepuhan. Kualitas batik dengan motif Mega Mendung ini antara lain dilihat dari kehalusan gradasi warnanya, dari yang kasar sampai yang halus dengan gradasi sampai 7 tingkat.

Motif lainnya adalah Singa Barong, salah satu motif batik khas Cirebonan koleksi yang juga ada di Toko Batik Trusmi Cirebon Jaya Abadi. Menurut H. Asiwa, Batik Trusmi sekarang ini sedang naik daun, popularitasnya di atas batik yang berasal dari daerah lain, seperti Solo, Jogja, dan Pekalongan.

Setelah membeli kain di Batik Trusmi Cirebon Jaya Abadi, pengunjung juga bisa menjahitkan bajunya di Penjahit Corona, salah satu penjahit terbaik di Cirebon, melalui H. Asiwa, yang akan selesai dalam waktu 1-2 hari dan bisa dikirim ke Jakarta. Ongkos untuk menjahit sebuah kemeja adalah Rp.150 ribu.

Toko Batik Trusmi Cirebon Jaya Abadi milik Haji Asiwa ini membuat dan menjual batik dengan berbagai jenis bahan, motif dan cara pembuatan, mulai dari ATBM, katun, tulis, cetak, sampai printing. Setengah prihatin H. Asiwa menuturkan bahwa 1 kain batik tulis motif tertentu berukuran 2,4 m ia jual dengan harga Rp. 1,5 juta, setelah motif itu di print di Jakarta atau Bandung dijual per meter hanya Rp.40 ribu.

Satu kain batik tulis halus motif Megamendung ia jual dengan harga Rp.350 ribu, namun batik print yang sudah dibuat baju hanya dijual Rp.50 ribu. Bagaimanapun H. Asiwa tetap optimis, karena orang tahu mana batik tulis dan mana batik print, sehingga bergantung pada segmen pasarnya, batik tulis tetap laku yang print pun juga laku.

Ada pulai satu kain dengan jenis dasar motif Batik Kaceribonan, dari mulai Singa Barong sampai Nagaseba. Selain itu ada selembar kain batik ATBM koleksi Batik Trusmi Cirebon Jaya Abadi yang menurut H. Asiwa dari jenis yang digunakan oleh SBY.

batik trusmi cirebon jaya abadi
Tampak muka Toko Batik Trusmi Cirebon Jaya Abadi dilihat dari tepi jalan. Jika menggunakan kendaraan umum untuk berkunjung ke Trusmi, dari tepi jalan besar masih bisa dijumpai angkutan becak untuk membawa pengunjung untuk sampai ke tempat ini.

Setelah langganannya cukup banyak, H. Asiwa tidak lagi berkeliling dari kota ke kota. Langganannya saat ini berasal dari berbagai kota di Jawa, juga dari Padang, Palembang, Medan, Banjarmasin, Denpasar, dan beberapa kota lainnya.

Toko Batik Trusmi Cirebon Jaya Abadi dibuka 10 tahun yang lalu, dan tamunya kebanyakan datang dari Jakarta, karena setiap hari ada 5-6 kali angkutan Kereta Api Jakarta-Cirebon yang hanya memakan waktu 3 jam perjalanan. Argo Jati bahkan hanya 2,5 jam.

Tamu-tamu Batik Trusmi Cirebon Jaya Abadi dijemput dari dan diantar kembali ke Stasiun Kereta Api Kejaksan setelah selesai berbelanja, gratis. Gratis pula diantar mengunjungi tempat wisata, bisa mampir untuk makan di warung makan khas Cirebon dan mampir membeli oleh-oleh, serta ditraktir gratis makan minum khas Cirebon dari mulai tahu gejrot sampai Empal Asem selama berbelanja di tokonya. Lebih dari itu semua, H. Asiwa secara pribadi masih melayani para tamunya dengan ramah dan dengan senyum tipisnya yang khas.

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag: , ,

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 28 Mei 2017.

Lalu «
Baru » »