Basuki Abdullah di Galeri Nasional

Untuk memuaskan rasa ingin tahu, saya akhirnya mampir di Galeri Nasional Jakarta. Kunjung pertama saya ke tempat ini bertepatan dengan dipamerkannya lukisan karya pelukis terkenal Basuki Abdullah, seorang pelukis flamboyan hebat yang wafat beberapa waktu yang lalu.

Beberapa saat sebelumnya saya mengelilingi bagian utara Jakarta, mengunjungi sejumlah tempat yang sudah lama dalam daftar target. Lokasi Galeri Nasional berjarak beberapa puluh meter dari lampu lalu lintas, dari Stasiun Gambir menuju ke Patung Pak Tani di bundaran Menteng.

Basuki Abdullah menjadi terkenal dan disegani bukan hanya karena hasil karya lukisan potretnya yang sangat mengesankan, yang membuatnya menjadi pelukis pilihan para kepala negara dan orang penting, namun juga karena karya-karya lainnya yang indah dengan tema mitologi, alam, perempuan cantik yang sensual dan manusia.

basuki abdullah galeri nasional
Pameran di Galeri Nasional Jakarta itu merupakan pameran tunggal Basuki Abdullah. Penerima tamu mengatakan bahwa ruangan gedung ini semalam dijejali oleh para pengunjung yang begitu bersemangat untuk melihat pameran, mengagumi hasil karya pelukis hebat ini, dan banyak diantara mereka masih berada di tempat sampai jam 11 malam.

Basuki Abdullah lahir di Solo pada 27 Januari 1915. Ayahnya, putra dr. Wahidin Sudirohusodo, juga seorang pelukis. Dr. Wahidin adalah tokoh penting pergerakan pemuda yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Basuki muda ikut menghadiri pidato Soekarno yang bersejarah di Lapangan Ikada, dan membuat lukisan yang menggambarkan peristiwa itu.

basuki abdullah galeri nasional
Lukisan yang sangat hidup ini merupakan salah satu karya indah Basuki Abdullah yang dipajang di dalam ruangan Galeri Nasional Jakarta. Warna merah mendominasi lukisan yang menggambarkan sekelompok binatang penghuni hutan tengah berlarian lintang pukang menghindari bahaya yang tampaknya seperti letusan gunung berapi atau kebakaran hutan.

Dipamerkan juga sepucuk bedil yang merenggut nyawa Basuki Abdullah. Adalah tukang kebunnya sendiri yang menarik picu senapan, dalam sebuah usaha perampokan di rumahnya yang terjadi pada November 1993. Pemicu kematian seseorang selalu menjadi misteri, sering datang dari tempat dan sebab yang tak terduga, mengagetkan, kadang tragis. Lukisan Kakak dan Adik yang dibuat Basuki Abdullah pada 1978 dipamerkan saat itu. Ekspresi di wajah mereka tergambar dengan sangat jelas pada lukisan ini. Sebuah situasi yang bisa dikatakan sulit ditemui di kehidupan keluarga muda yang tinggal di perkotaan. Pembantu dan ‘suster’ telah menggantikan peran keluarga dalam menjaga anak.

basuki abdullah galeri nasional
Lukisan berjudul Perkelahian dengan Harimau ini dikerjakan oleh Basuki Abdullah dengan menggunakan cat minyak pada sebidang kanvas yang berukuran 320 x 210 cm. Pergulatan hidup mati kedua binatang perkasa itu kini hanya tinggal menjadi dongeng bagi sebagian besar masyarakat kita, karena populasi harimau yang tersu menyusut.

Hanya sesekali masih terdengar berita ada harimau turun gunung lantaran kelaparan, karena hutan lindung yang terus menyempit dijarah manusia. Tinggal menghitung tahun sampai saatnya nanti harimau punah sama sekali dari habitat aslinya. Harimau hanya akan ada di kebun binatang, sirkus, Youtube, dan buku-buku cerita dongeng saja.

basuki abdullah galeri nasional
Sebuah lukisan ekspresif yang berjudul Buruh, dikerjakan oleh Basuki Abdullah dengan menggunakan cat minyak pada kanvas yang berukuran 80 x 120 cm. Lukisan ini memperlihatkan gurat perjuangan hidup yang keras dari seorang bapak tua dengan pakaian compang-camping dan sorot mata yang menyentuh hati siapa pun yang melihatnya.

Pada pameran lukisan tunggal Basuki Abdullah di Gedung-A Galeri Nasional Jakarta itu juga dipajang lukisan potret diri Basuki Abdullah, lukisan Bung Karno, Bung Hatta, Sri Sultan HB IX, serta lukisan lain yang natural dan indah. Bakat, penguasaan teknik, serta kekayaan pengalaman yang membuat lukisan Basuki Abdullah terlihat menonjol.

Setelah melihat dan memotret sejumlah lukisan, saya duduk di atas lantai selama beberapa waktu di sebuah ruangan di dalam Galeri Nasional Jakarta. Di dalam ruangan dengan cahaya temaram itu saya melihat pertunjukan dokumentasi video yang memperlihatkan saat-saat Basuki Abdullah melukis dan komentar dari orang-orang yang mengenalnya dengan dekat.

Galeri Nasional Indonesia

Alamat : Jl. Medan Merdeka Timur No. 14, Jakarta 10110. Telp (021) 34833954 (Director), 34833955, Fax: (021) 3813021. Lokasi GPS : -6.180705, 106.832685, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : 09.00 – 16.00, Senin dan hari Libur Nasional tutup. Harga tiket masuk : gratis. Rujukan : Tempat Wisata di Jakarta lainnya, Peta Wisata Jakarta, Hotel di Jakarta Pusat. Galeri (16 foto) Basuki Abdullah Galeri Nasional Jakarta : 1.Depan, 2.Terbakar, 3.Harimau, 4.Buruh, 5.Galeri, 6.GNB, 7.Bedil, 8.Adik, 9.Hatta … s/d 16.Potret Diri.

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Blog » Seni Budaya » Basuki Abdullah di Galeri Nasional
Tag : , ,

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 29 Juli 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap