Alive Museum Ancol

Alive Museum Ancol adalah part 2 dari cerita penculikan petualangan saya di kawasan Ancol dalam rangka nemenin Ibu Bos meeting di Ancol saya mendadak disuruh nemenin jalan-jalan tanpa arah tujuan yang diakhiri dengan naik Gondola di siang bolong. Saat mobil kami hendak menuju keluar area Taman Impian Jaya Ancol, tiba-tiba mobil dibelokkan ke Ancol Beach City. Nooooooo… kapan pulangnya maliiihhh.

Ngobril-ngobril, tempat ini adalah salah satu mal lifestyle di Jakarta. Pintu masuknya tepat persis di depan Pantai Carnaval, dan bersebelahan dengan Ereveld Ancol. Menurut contekan Mbah Google, mal ini baru launching akhir 2014. Saya juga baru tahu sih ada mal disini. Maklum, mainnya kurang jauh.

Masuk lah kami ke dalam. Biasa lah Ibu-ibu, doi ternyata cuma ingin lihat-lihat saja isi dari mal. Belanja jendela lah ceritanya. Yaudahdeh, kuikuti saja daripada nanti diturunin di tengah tol, disuruh pulang sendirian jalan kaki ke kantor. Isi mal masih sepi, belum banyak tenant yang ada di situ. Tapi yang menarik perhatian saya adalah baliho besar bertuliskan “Alive Museum” di dalam mal. Oh, ternyata disini toh museumnya. Dari dulu pengen banget kesini. Akhirnya dengan segala tipu daya, saya berhasil membujuk Ibu bos untuk melihat Alive Museum Ancol. Kata doi, menarik Mbak, boleh lah tinggal di-reimburse di kantor nanti. Enak ya jadi Bos, hura-hura aja dibayarin kantor.

alive museum ancol
Nah kalo masih belum kebayang konsep Alive Museum Ancol itu kayak apa, bisa dilihat dari contoh foto saya diatas. Ini adalah lukisan kepala ET yang sangat besar dan punya celah dibelakangnya sehingga orang bisa bergaya untuk difoto di kedua biji matanya. Jadiiii ini adalah eksibisi lukisan-lukisan yang memberikan efek 3D, pengunjung juga dapat difoto menjadi bagian dari lukisan yang ditampilkan di Alive Museum Ancol ini. Letak museum ini ada di lantai 3 Ancol Beach City. Ternyata disitu ada 2 bagian, ada museum patung lilin macam Museum Madam Tussaud, dan museum lukisan 3D.

Masing-masing tiket seharga Rp. 100.000, tapi katanya kemarin sedang promo kalo beli tiket keduanya, harganya jadi Rp. 150.000. Waktu saya kesana juga bagian Museum Lukisan 3D sedang dalam renovasi, cuma bisa sampai eksibisi red carpet katanya. Feeling ku kayaknya gara-gara itu sih tiketnya dikorting hahahaha. Masuk lah kami ke dalam. Lumayan sepi, saya sarankan banget untuk mengunjungi museum ini saat weekdays. Biar gak tengsin kalo mau foto dengan gaya aneh-aneh. Bisa dilihat dari beberapa foto yang ada di tulisan ini, gak bisa jaim kalo mau foto-foto di Alive Museum. Gak asik. Tapi lebih gak asik lagi kalo pergi sama Ibu Bos, soalnya jadi saya yang di bully terus untuk jadi objek foto. Nasip nasip nasip.

alive museum ancol

Saya terutama sangat menikmati lukisan-lukisan bertema Horror, seperti contoh foto saya yang dikejar kerumunan zombie ini. Dramatis banget ya. Ada juga lukisan yang seolah-olah kita ditusuk layaknya drakula di peti mati. Seru-seru lah pokoknya. Mengingatkan saya pada eksibisi di Museum PP IPTEK yang kita bisa berfoto yang memperlihatkan hanya kepala kita yang ada diatas meja, badannya gak keliatan. Pasti yang pernah study tour kesana ingat deh.

Lukisan di Alive Museum Ancol ini kebanyakan menggunakan konsep persepsi sehingga lukisan yang sebenarnya hanya 2 dimensi ini bisa terlihat hidup dengan pengunjung sebagai bagian dari objek lukisan. Untuk menghasilkan foto yang baik, museum ini juga memberikan tanda untuk posisi sang fotografer berdiri. Beberapa lukisan memiliki celah atau lubang untuk tempat pengunjung berfoto. Beberapa lukisan memainkan tipuan rotasi, dimana foto yang dihasilkan baru terlihat dramatis kalau hasil fotonya di-rotate 90 atau 180 derajat. Beberapa lukisan malah mengharuskan kita untuk berpose ngesot di lantai. Gak akan bosen lah kalau main kesini, apalagi kalau bareng teman atau keluarga ramai. Your limit is only your imagination, kira-kira bahasa Jawanya gitu.

alive museum ancol
Ini contoh lain dari salah satu eksibisi di Alive Museum Ancol. Tenang saja pemirsa, tidak ada manusia yang tersakiti saat proses pemotretan foto ini. Gimana caranya bikin foto begitu? Ya coba aja dateng kesana, nanti tahu deh gimana caranya. Setelah kami tiba di batas red carpet (seterusnya masih banyak tukang sedang renovasi), kami berputar kembali ke pintu masuk. Lalu kami masuk ke Museum Patung Lilin. Disana banyak patung-patung public figure baik di dalam maupun luar negeri. Mulai dari Mantan Presiden Barrack Obama sampai artis boyband korea unyu-unyu yang saya gak bisa bedain apalagi tahu namanya.

Untuk patung artis kabarnya dibuat di Korea dan di tampilkan secara realistis dari sosok tokoh aslinya. Ada pula poster dan memorabilia dari musisi dan poster film original yang di tandatangani dari artisnya. Nah disini deh baru Ibu Bos sibuk selfie sana sini. Kapan lagi bisa foto bareng Steve Jobs, kata doi. Sekarepmulah, Bu. Kebetulan henpon saya sudah kehabisan batre jadi cuma sempet foto dramatis dengan Men in Black yang bisa dilihat di Featured image di depan. Kalo yang dibawah ini mah masih jatahnya bagian 3D Painting.

alive museum ancol
Setelah puas berfoto-foto, kami akhirnya pulang, kali ini beneran pulang. Eh enggak deh, balik ke kantor lagi. Padahal badan udah encok-encok karena berpose ini itu. Besok-besok kalo mau kesana stretching dulu ya. Akhir kata, saya merekomendasikan Alive Museum Ancol sebagai alternatif tempat rekreasi yang agak anti mainstream baik untuk seru-seruan dengn atau mengajak keluarga. Salam.

Alive Museum Ancol

Alamat : Ancol Beach City Mal Lantai 3, Ancol, Jakarta Utara. Telp 21-29388143. Lokasi GPS : -6.1182064, 106.8583918, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : Senin s/d Minggu 10.00 – 21.00. Harga tiket masuk : Rp. 100.000. Rujukan : Peta Wisata Jakarta, Tempat Wisata di Jakarta, Hotel di Jakarta Utara. Galeri (5 foto) Alive Museum Ancol : 1.ET, 2.Horor, 3.Terpotong, 4.Mahluk Kecil, 5.MIB.

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Jakarta » Jakarta Utara » Alive Museum Ancol
Tag : , , ,

Oleh Nimas Ayu. Lahir, tinggal dan bekerja di Jakarta dan sekitarnya, jebolan ekonomi lingkungan dari sebuah perguruan tinggi negeri tua di Kota Depok. Senang dan sering maksa pakai high heels, langganan sarapan lontong sayur dan nasi uduk hampir setiap pagi. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 2 September 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap