Album-Album Konser Rakyat Leo Kristi, 1

Home » Blog » Seni Budaya » Album-Album Konser Rakyat Leo Kristi
Cari | Share | Tweet | WA | Print!.

Halaman Album Konser Rakyat Leo Kristi yang satu ini dibuat berdasarkan album dan tahun terbitnya, serta diurut sesuai urutan lagu pada masing-masing albumnya. Anda juga bisa membuka halaman Lirik Lengkap Konser Rakyat Leo Kristi yang diurus berdasarkan abjad.

Penjelasan dan keterangan yang relevan juga disertakan pada awal setiap album, sepanjang informasinya tersedia untuk bisa dibagi. Keterangan itu diantaranya adalah tahun peluncuran album, para pemain pendukung serta alatnya yang dimainkan, serta infomasi terakit lainnya.

Nyanyian Fajar

Album pertama Konser Rakyat Leo Kristi ini direkam pada akhir tahun 1975 dan diluncurkan Aktuil Musicollections pada 1976, dengan formasi:

Leo Kristi: vokal, gitar, lirik, lagu, aransemen musik
Naniel Yakin: block flute, perkusi, vokal latar
Mung Sriwiyana: bass gitar
Lita Jonathans: vokal pada Nyanyian Maria, vokal latar, block flute
Jilly Jonathans: vokal pada Nyanyian Fajar, Beludru Sutera Dusunku, vokal latar, gitar
Label: Aktuil Musicollection

Lenggang lenggok Badai Lautku (1)

Album: Nyanyian Fajar
Lihat Video

Hei Jilly, Lita.
Yaa (tertawa).
Okee!
{Hayya hayya haiyyaaaa} 4x, aaaaaaa…..

{Hmmmm, berbondong-bondong nelayan ke laut}2x
Apakah yang terjadi aku tak tahu, Apakah yang terjadi hei di situ

Kiranya nelayan muda kembali hanya perahu
Meninggalkan istri lama bersedih menunggu
[{Kenapa tak kembali}3x Nelayanku]2x

{Lenggang lenggok badai lautku} 2x
[musik]

{Hmmmm, berbondong-bondong nelayan ke laut}2x
Apakah yang terjadi aku tak tahu, Apakah yang terjadi hei di situ

Kiranya nelayan muda kembali hanya perahu
Meninggalkan istri lama bersedih menunggu
[{Kenapa tak kembali}3x, nelayanku]2x

{Lenggang lenggok badai lautku} 2x
Badai badai
Badai lautku!!!

Nyanyian Maria (2)

Album: Nyanyian Fajar
Lihat Video

Berayun-ayun kuncup ilalang
Lembayung warna cakrawala
Senja tlah datang menjelma
Malam ‘kan datang di hatiku

Kulihat, kulihat (domba domba domba)
Gembala dan domba (domba domba domba)
Mendaki bukit menuju mata air
[musik, seruling]

Maria ibunda Maria
Di kakimu kubersujud
Tatapmu begitu sejuk dan teduh
Damai, damai di hatiku

Kulihat, kulihat (cahaya terang)
Nyala lilin (cahaya terang)
Di puncak bukit hmm menerangi
Semua…
[musik]

Maria, Maria, Maria, Maria
Mariaaa, Maria, Mariaaaaa
[musik]

Di Deretan Rel-rel (3)

Album: Nyanyian Fajar
Lihat video

Pagi masih sunyi seperti hatiku
Ketika kududuk di bangku peron
Tiada seorang pun menemani
Majalah dan koran pagi, tak banyak menolongku
Dan hati mulai bernyanyi
{Olalay olay olaiiyeeeee, oleley oley oleiiyoooo} 2x

Becek hujan turun semalaman
Menambah dinginnya pagi
Dengan seratus rupiah di kantong
Kudapatkan rokok kretek, kopi panas dan goreng pisang
Di kedai pak guru tua
{Olalay olay olaiiyeeeee, oleley oley oleiiyoooo} 2x

[musik]
Saat pulang kini telah tiba, kereta pagi berangkat siang hari
Satu gerbang seratus penumpang
Di sela-sela tumpukan keranjang dan karung-karung
Perempuan berteriak ribut
Bayi-bayi menangis
{Hmmmm, jalan menuju kota gaduh slalu} 3x

La lalla la lalla lalla 3x
[bunyi peluit & siulan]
Lihat kereta apiku mengeluh
Lihat kereta tua mengeluh [siulan]

Beludru Sutera Dusunku (4)

Album: Nyanyian Fajar
Lihat video

Banyak pohon tropis berjajar
Padang rumput yang menghijau
Kebun mawar merah mengharum
Basah dengan pancuran air segar

Semua impian beludru
Sutera dusunku
Sentausalah negeri
Bahagia dusunku
[musik]

Jembatan kayu cantik mungil
Air sungai yang jernih dingin
Dentang lonceng gereja sayup
Bagai musik yang sengit semarak

Semua impian beludru sutera dusunku
Sentausalah negeri; Bahagia dusunku
[musik]

{Aaaaaaahhhhh aaaaaa} 6x
[musik]

O Danae (5)

Album: Nyanyian Fajar
Lihat video

Ketika lewati setasiun kotamu, huuuuuu
Kau masih nyenyak tidur, tentu saja
Dalam kehangatan selimut tebal, huuuuuu
Mimpi tentang bintang-bintang, tentu saja

Sedang di sini (heiyyy!)
Sorot lampu keretaku (hmm ya ya ya ya)
Merangkak, menembus kegelapan malam (ya ya ya ya)
[musik]

Dana, Dana, Dana, Dana, Danae
Kau katakan cari seorang, mungkin saja
Yang mau mengerti untukmu, huuuuuu
Itu bukan aku Dana, mungkin saja

Lihat di sini, heiyyyy!
Sorot lampu keretaku, ya ya ya ya
Merangkak, menembus kegelapan malam (ya ya ya ya)

Dan semua pun pudar
Dan semua pun pudarlah
Ooooo Danaeeeeeee
Whiiiiiiiiii whiiiiuuuii whiiiuuuu
Whiiiiiiiiii whiiiiiiiuuii whiiiuuuu yeaaaaahhh

Oh Surabaya (6)

Album: Nyanyian Fajar
Lihat video

Kudengar tuter dan tuter
Mesin-mesin berbunyi riuh, riuh
Roda-roda berputar, dari pagi ke pagi,
Tiada pernah berhenti, tiada pernah berhenti
Siapkan ransel, gitar dan tenda, keluar kota pergi bersama
Tinggalkan asap kotor yang membumbung tinggi ke udara kotamuuuuuuuuu, Oh Surabaya
[bunyi mesin dan tuter kendaraan lalu lalang]
[musik, harmonika]

{Ooooooh Surabaya} 3x
tempatku dibesarkan riang
tempatku dibesarkan senang
Ooooooh Surabaya
Tattata tattatata, tattata tattatata, wow!

Kulihat surya di timur, burung-burung bernyanyi, riang, ria
Bangau terbang berarak, kuncup randu merekah,
{Awal musim panas tiba}2x

{Dha dadha dadhadha dadha dadha dadha dadha dadha dha da..dha.
Ka ka ka ka ka ka ka ka ka ka ka…. ka..} 2x
{Oh yeahhhh…….}4x

Bencana Tanah Negara (7)

Album: Nyanyian Fajar
Lihat video

Di sana, Gempa,
Membuat sengsara, rakyat

Tanah, Negare
Penuh dengan puing-puing

Rumah-rumah roboh
Sekolahnya roboh
Bertumpuk menjadi puing

{Yaaaaaa Allah} 2x
Yaaaaaa Allah

Rintihan-rintihan
Merah pun tergenang
Ulurkanlah tangan
Lihat saudaramu menderita
Penuh luka

Bencana (16x)
Tanah Negare
Tanah Negareeeee
[musik]

Hiiiii, hiiiiiii
[musik]

Nyanyian Fajar (8)

Album: Nyanyian Fajar
Lihat video

[bunyi detakdan dentang jam] [suara bayi menangis] [bunyi bedug ditabuh]

{Hening sekelilingmu}2x
Kau lihat fajar mulai menyingsing, kau dengar suara adzan pagi
Kau dengar suara bedug di surau, hatimu menangis

Jangan bersedih, Allah pengasih
Dengarlah padi mulai ditumbuk, suara dari gubuk-gubuk
Dengarlah langkah gerobak sayur, hampir tak mengenal tidur
[musik, bunyi dentang jam, musik]

Hommm, hommmm, hommm
Lihat gadis di sawah, merah kuning jingga kebayanya
Dengan ani-ani di tangannya
{Fajar di hatinya}2x

Bangun, ayo bangun, Berjalan tegakkan kepalamu
Nyanyikan di timur matahari
{Fajar di hatimu}2x
[musik]

Aaaaa aaaaa aaaaa aaaaa
Bukit-bukit yang luas membiru
Sawah-sawah yang luas membiru
Laut-laus yang luas membiru, biru biru biru

Bukit-bukit yang luas membiru
Sawah-sawah yang luas membiru
Laut-laus yang luas membiru, biru biru biru
[Pidato bung Karno, pidato Pak Harto]

Di Atas Sukapura (9)

Album: Nyanyian Fajar
Lihat video

[siulan]
Bayang-bayang ayam hutan bergerak cepat
Di antara batang-batang pinus tua
Surya pagi belum lagi tiba
Di antara suara percikan air dan kicau burung-burung
Kami bersama melangkah

Bayang-bayang gunung dalam biru malam
Di antara awan putih bulan terang
Pucuk-pucuk bambu berkilauan
Di antara rasa dinginnya malam
Dan hangat rasa hati
Kami bersama melangkah

Kini hanya tinggal kenang-kenangan 2x
Tapak-tapak pedatiku di jalanan desa
Makin jauh meninggalkan cadar kabut

Bayang-bayang ayam hutan bergerak cepat
Di antara batang-batang pinus tua
Surya pagi belum lagi tiba
Di antara suara percikan air dan kicau burung-burung
Kami bersama melangkah

Kini hanya tinggal kenang-kenangan 3x
Pedesaan
Kini hanya tinggal kenang-kenangan
Pedesaaaaaan
Kini hanya tinggal kenang-kenangan 2x

Nyanyian Musim (10)

Album: Nyanyian Fajar
Lihat video

Di ujung musim panas, berdua aku berdiri
Di balik ranggas cemara, kucium lembut merah pipi
Angin bertiup tiada sejuk, merontokkan daun-daun cemara
Membuat gesekan dahan dan ranting, semua membisikkan tembang duka

Pagi itu jalanan berselimut kabut
Mukamu penuh kapas putih embun, tubuhmu menggigil kedinginan,
engkau menangis dan tersenyum, ohoiiiiiiiiiiiiii cantiknya
[musik]

{Janganlah kau bersedih hati, hapus air matamu sayang}2x
Ooooohhh, oooooooh oooooooh
[musik]

Angin bertiup lembut, melayangkan bau kastanggi
Jalanan panjang dariku ke pintumu, membuat hati semakin sepi
dari balik tembok sebuah kuil
kulihat rambut panjang seorang gadis, dengan khusuknya berdoa
jalanan panjang dariku ke pintumu
membuat hati, semakin, haaaah, yak

Musim demi musim, akan sepi berlalu tiada kau di sisiku;
Ha haaa ha haaaa ha haaaaa oh yaaaa
Musim demi musim, demi musim

Dan seperti malam2 kemarin juga, bintang2 bersinar terang
Empat bintang cemerlang membentuk garis salib
Tepat di atas kepalaku tengadah; dan malam semakin sunyi
Lalu…. kumainkan gitar
Dan malam semakin sunyi 6x

Fajar Hingga Fajar (11)

Album: Nyanyian Fajar
Lihat video

Pernahkah kau berpikir tentang kehidupan nelayan di pesisir
Dalam pondok bambu yang tua bersinarkan lentera minyak suram

Hidup bagai perahu layar
Dimainkan laut dimainkan ombak
Hidup dalam perahu layar
Sejak fajar hingga fajar
Sejak fajar hingga fajar
[musik]

Lala lalalala..la, aaaaa, Lalala la..la, aaaaa,
Lala lalalala…, Lalala la..la
Lalala la..la…, Lalala la..la…

La la la, lalalalala lalalalalalala…laaaa; Lalalala laaaa, lalalala..laaa, lalalala La la la, lalalalala lalalalalalala…laaaa; Lalalala laaaa, lalalala..laaa, lalalala

Hidup bagai perahu layar
Timbul tenggelam dimainkan ombak
Hidup dalam perahu layar
Sejak fajar hingga fajar
Sejak fajar hingga fajar 6x

Hmmmmmmm Hmmmmmmm
Hmmmmmmm Hmmmmmmm
Hmmmmmmm Hmmmmmmm

Sendiri (12)

Album: Nyanyian Fajar
Lihat video

Meja kayu sepasang kursi
Bunga mawar merah dan putih
Nyala lilin sinar bintang
Sonata lembut petikan gitar

Sejuta genta di dalam hati
Sejuta benang engkau terpisah
Tak terjangkau oleh tangan
Jalinan panjang rambutmu sayang
[seruling]

Engkau sendiri kini
Aku sendiri kini
Slalu kita bersama

Walau hanya di hati
Laylelay lay lay lay
Sampai saatnya tiba
[seruling]

Nananananana
Nananananana

Katya, Amanda dan Aku (13)

Album: Nyanyian Fajar
Lihat video

Lihat menara mercu, tinggal siluet
Tepat di balik kubah, matahari jatuh
Lembayung senja bertabur, titik-titik hitam
Seratus lebih burung mlayang, melayang indahnya
Berputar-putar di sekeliling menara
Berputar-putar di sekelilingku; kerinduan
Day ..day dadadaday 3x aaaaaa

Tiang-tiang layar, tinggal tali-temali
Layar-layar tergulung, rapi dalam lipatan
Di sana di balik sinar, lentera harapan
Di sudut balak berselimut, katun kembang-kembang
Katya, Amanda, melenggang
[suara tawa bayi]

Walau kau lama pergi tinggalkan diriku
Kau selalu kunanti bersama permata hati,
Katya

Lihat menara mercu, berkilauan
Tepat di sisi kubah, nampak garis pelangi
Katya, Amanda, aku, di anjungan perahu
Berputar-putar dalam lingkaran pusaran ombak
Berputar-putar sampai batas samudera, kehidupan
Da..day dadadaday 6x

Share | Tweet | WA | Email | Print! | Tag:

Oleh Bambang Aroengbinang. Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kirim pesan ke BA lewat email, atau lewat WA jika ingin menjadi penulis di Aroengbinang. Diperbaiki 23 Maret 2017.

Lalu «
Baru » »