Air Terjun Parang Ijo Karanganyar

Jam pada BB, sudah lama saya tak memakai jam tangan, hampir menunjukkan angka 4 di sore hari, dan hujan turun lagi cukup deras ketika kami meninggalkan Pura Kalisodo. Namun masih ada satu tempat lagi yang ingin saya kunjungi sebelum kembali ke kamar hotel, meski tidak terlalu yakin benar, yaitu mengunjungi Air Terjun Parang Ijo.

Saya pasang mata untuk melihat tanda ke Air Terjun Parang Ijo dan jalan simpang menanjak. Setelah cukup jauh tanda belum terlihat, saya meminta pak Jum bertanya arah. Jalan telah simpang terlewati, namun tidak jauh, dan lokasi parkir air terjun cukup dekat, 2 km saja. Mendengar informasi penduduk yang membesarkan hati itu, saya segera meminta pak Jum memutar kendaraan. Jika hujan masih turun, dan jarak ke air terjun jauh atau aksesnya sulit, maka cukuplah sampai di tempat parkir saja.

Akses sampai ke parkir kendaraan Air Terjun Parang Ijo boleh dikatakan bagus, dan memang cukup dekat. Dari area parkir, berpayung saya jalan ke loket dan bertanya akses. Di luar dugaan, petugas mengatakan aksesnya sangat mudah, jaraknya dekat, dan meskipun sudah jam 4 sore saya masih boleh masuk. Saya ambil gembolan kamera, membayar karcis, dan berjalan mengikuti trek rapi dengan ladang di sisi kanan. Syukurlah selepas membayar karcis hujan mereda.

air terjun parang ijo karanganyar
Trek jalan yang cukup bagus seperti ini yang saya lalui setelah melewati loket Air Terjun Parang Ijo. Jauh lebih bagus dari yang saya bayangkan. Hawa terasa dingin, syukur tak ada angin. Pemandangan sepanjang jalan menyejukkan mata. Area Air Terjun Parang Ijo ini telah dikembangkan dan dirawat dengan baik. Ini cukup menggembirakan.

Jalan terus menurun dan permukaannya masih basah oleh air hujan, namun tidak licin. Sesaat kemudian terlihat sebuah area datar disemen berukuran 2,5×2,5 meter, dimana terdapat tiang pancang yang diperkuat dua balok kayu dengan dua kawat baja menggantung melintasi jurang, berakhir di sebuah cungkup di ujung sana. Fasilitas Flying Fox.

Beberapa langkah berikutnya saya sudah melihat dasar lembah. Ada undakan jauh di sebelah kiri yang menuju ke arah air terjun serta ada undakan lagi mengarah ke kanan, arah berlawanan dengan arah undakan pertama. Undakan ke kanan itu arah ke kolam renang, warung makan, dan akses keluar yang berbeda dengan akses masuk.

Setelah sampai di dasar lembah, saya melewati sebuah jembatan dengan sungai mengalir di bawahnya. Lalu ada sepasang arca Dwarapala dan tengara arah ke kiri menuju ke Air Terjun Parang Ijo, Saraswati, Lingga Yoni, Gardu Pandang, Flying Fox, Tempat Bermain, dan Tempat Santai. Tengara ke kanan yang menuju ke arah kolam renang itu.

air terjun parang ijo karanganyar
Pandangan lanskap pada Air Terjun Parang Ijo yang elok, memperlihatkan area hijau di kiri kanan aliran air terjun. Ada dua jalur yang bisa dipakai pengunjung untuk melihat Air Terjun Parang Ijo, yaitu jalur bawah yang menuju ke kolam di dasar air terjun, dan jalur yang menuju ke Patung Saraswati di sebelah atas. Saya memilih jalur kedua yang ke atas.

Air Terjun Parang Ijo berada di lereng Gunung Lawu, dengan tinggi 50 meter. Parang adalah tebing, dan “ijo” adalah warna lumut di sekitar air terjun. Konon dulu ada pohon tua keramat yang tidak boleh ditebang. Pada 1942 terjadi banjir besar Baru Klinting yang menghanyutkan pohon itu karena meluapnya sungai yang bermuara di Kali Kluwak.

Karena berbukit-bukit, pohon tua itu tetap tegak di tempat baru, diantara tebing (parang), sehingga batangnya menjadi rambatan air yang turun dari tebing ke dasar lembah. Setelah bertahun menjadi aliran air, batang pohon ditumbuhi lumut hijau. Konon jika batang pohon dibacok, akan keluar cairan merah layaknya warna darah manusia.

air terjun parang ijo karanganyar
Relief Lingga Yoni, melambangkan kesuburan alat kelamin pria wanita, dalam posisi mendatar ini berada pada tebing sebelah kanan di sekitar area Air Terjun Parang Ijo. Bentuk Lingga Yoni ini mengingatkan saya pada relief yang ada di Candi Sukuh, meskipun detailnya agak berbeda. Undakan di sebelah kiri adalah jalan yang mengarah ke Gardu Pandang.

Melihat adanya relief Lingga Yoni di Air Terjun Parang Ijo ini sungguh sebuah kejutan yang sangat menyenangkan buat saya, apalagi di dekatnya juga ada arca Dewi Saraswati yang meskipun masih kalah memikat dibandingkan arca dengan yang ada di Puri Taman Saraswati, namun arca itu juga elok dan dikerjakan dengan detail yang baik.

Saya lewatkan kesempatan untuk menapaki undakan yang menuju ke Gardu Pandang, meskipun saya melihat ada pasangan muda yang berjalan bergandengan tangan menuju ke arah sana. Biarlah mereka saja yang menikmati kebersamaan tanpa terganggu dengan kehadiran saya. Lagipula hari sudah mulai gelap sehingga pemandangan akan lebih terbatas.

Sungguh tepat mampir ke Air Terjun Parang Ijo meskipun sudah lelah, hari mulai sore, dan hujan sempat membuat bimbang. Akses yang mudah, pemandangan indah, area yang terawat, serta adanya Lingga Yoni serta Patung Saraswati membuat Air Terjun Parang Ijo menjadi tempat wajib mampir jika berkunjung ke Candi Sukuh dan Candi Cetho.

Air Terjun Parang Ijo Karanganyar

Alamat : Dusun Munggur, Desa Girimulyo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar. Lokasi GPS : -7.62082, 111.13220, Waze. Jam Buka : 08.00. Harga tiket masuk : Rp.3.000 per orang. Galeri : 16 foto. Rujukan : Peta Wisata Karanganyar, Tempat Wisata di Karanganyar, Hotel di Tawangmangu. Galeri (16 foto) Air Terjun Parang Ijo Wisata Karanganyar : 1.Trek jalan, 2.Lanskap Air Terjun, 3.Lingga Yoni, 4.Loket, 5.Flying Fox 6.Dasar Lembah 7.Jembatan 8.Tengara 9.Taman … s/d 16.Sungai.

Share | Tweet | WA | Email | Print!
Home » Jawa Tengah » Karanganyar » Air Terjun Parang Ijo Karanganyar

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email. Diperbaiki 16 Juli 2017. Tag: ,