Kumpulan Lelucon

Ijinkan saya berbagi cerita yang dikumpulkan lebih dari dua puluh tahun lalu dan diterbitkan di website saya sebelumnya. Berharap akan sedikit menghibur setelah membaca begitu banyak berita buruk akhir-akhir ini. Saya tak ingat di mana mendapat tulisan ini, berharap lelucon ini milik umum yang bebas dibagikan.

Hidup penuh dengan titik balik, dan kejutan. Kadang jadi lebih baik, di lain saat jadi lebih buruk. Hal-hal sederhana bisa mengubah hidup, selamanya. Membawa ke langit, atau menyeret jauh ke kubang lumpur. Orang lebih mungkin akan bisa bertahan di setiap kondisi jika punya rasa humor yang cukup.

Lelucon adalah cara untuk melepas ketegangan, dan orang-orang seharusnya tidak dihukum untuk berbagi lelucon. Bukankan kita hanya ingin tertawa …

***

Sebuah File

Seorang wanita mendapat pekerjaan di sebuah toko. Pelanggan pertamanya adalah seorang yang sedang mabuk, yang berkata kepadanya,
“Saya perlu bastard file.”
“Beraninya kamu bilang seperti itu kepadaku!” wanita yang marah itu berkata. “Bicaralah kepadaku dengan sopan, atau aku akan panggil manajer.”

Pria itu menjawab, “Baiklah, boleh ambilkan untuk saya bastard file?”
“Cukup,” perempuan itu berkata, “Saya panggil manajer!”

Ketika manajer datang, ia menjelaskan bahwa bastard file adalah jenis kikir yang kasar. Wanita itu meminta maaf, memberikan kikir yang diminta, dan pria itu pun pergi.

Tak lama kemudian orang itu dengan terhuyung-huyung datang lagi, rupanya ia ingin kikir lain, kikir yang tadi bukan yang ia butuhkan.
“Anda membutuhkan bastard file yang lebih besar?” perempuan itu bertanya.
Pria itu menunjuk barang di lemari dan berkata, “Tidak, salah satu dari little f*ckers itu saja.”

***

Pikiran Cepat

Seorang pelanggan bertanya ke pegawai baru di sebuah supermarket apakah ia bisa membeli setengah jeruk Bali. Tidak tahu apa yang harus dilakukan, pegawai itu minta diri untuk bertanya kepada manajer.

“Seorang sinting di sana ingin membeli setengah jeruk Bali– ” , tiba-tiba ia sadar bahwa si pelanggan telah masuk ruangan dan berdiri di belakangnya – “dan wanita cantik ini ingin membeli setengahnya lagi.”

Manajer terkesan dengan kecepatan pikiran pegawainya serta caranya memecahkan masalah, dan mereka pun kemudian mengobrol.

“Dari mana asalmu?” tanya manajer toko.
“Lancaster, Pennsylvania,” jawab si pegawai, “Tempatnya perempuan jelek dan tim hoki yang hebat.”
“Oh? Istri saya dari Lancaster!” tantang manajer.
“Busyet! Di tim hoki apa dia berada?”

***

Gadis Kecil Bijak

Seorang gadis kecil saat ditanya namanya menjawab, “Aku putri Mr. Sugarbrown.”
Ibunya bilang itu salah, ia harusnya mengatakan, “Aku Jane Sugarbrown.”

Ketika Pendeta berbicara dengannya di Sekolah Minggu, dan berkata, “Bukankan kamu putri Mr. Sugarbrown?”
Gadis itu menjawab, “Tadinya saya pikir begitu, tapi ibu bilang bukan.”

***

Wawancara

NASA sedang mewawancarai para profesional yang akan dikirim ke Mars. Bagian sensitifnya adalah hanya satu orang bisa pergi dan itu akan jadi perjalanan sekali jalan, orang itu tidak akan pernah kembali lagi ke Bumi.

Pewawancara bertanya ke calon pertama, seorang insinyur, berapa banyak ia ingin dibayar untuk berangkat. “Satu juta dolar,” jawab insinyur. “dan saya sumbangkan semuanya untuk almamater saya — Rice University”

Pelamar berikutnya adalah seorang dokter, dan pewawancara bertanya pertanyaan yang sama.
“Dua juta dolar,” kata dokter. “Saya berikan satu juta untuk keluarga saya dan sisanya untuk penelitian bagi kemajuan medis.”

Pemohon terakhir adalah seorang pengacara. Ketika ditanya berapa banyak uang yang ia inginkan, ia berbisik di telinga pewawancara, “Tiga juta dolar.”

“Kenapa jauh lebih banyak dari yang lain?” pewawancara bertanya.
Pengacara menjawab, “Anda memberi saya tiga juta, saya akan beri Anda satu juta, buat saya satu juta, dan kita kirim si insinyur itu ke Mars.”

***

Kecelakaan Buruk

Sebuah mobil melesat keluar dari jalan raya, melewati pagar pembatas, melompati tebing, memantul dari pohon, berguling-guling tiga kali dan akhirnya berhenti mendadak.

Seorang pengendara lain yang menyaksikan kecelakaan berlari mendekat untuk mmembantu pengemudi yang secara ajaib selamat dari kecelakaan itu.

“Ya Tuhanku, tuan,” katanya megap-megap, “kau mabuk?”
“Yeah!” kata orang itu, “Anda pikir saya apa, seorang stuntdriver sialan?”

***

Lelucon Bill Gates

Suatu hari Bill Gates meninggal, dan ia dipanggil ke gerbang langit dimana dia bertemu dengan penjaganya. Si penjaga bertanya pada Bill apakah ia ingin masuk surga, atau ke neraka.

Bill berpikir sejenak dan bertanya apakah ia bisa melihat keduanya sebelum membuat keputusan.
Si penjaga setuju dan membawanya tur ke surga. Surga rupanya penuh dengan orang-orang yang sedang duduk santai, bermain kartu, gaul satu dengan yang lain dan umumnya terlihat membosankan.

Kemudian penjaga membawa Bill melihat neraka. Ternyata di sana penuh dengan orang-orang yang tengah bercinta dengan bebasnya, bersenang-senang dengan moge dan umumnya sangat menikmati waktu.

“Ah,” kata Bill, “Begini baru hebat. Saya tinggal di neraka saja”. Begitulah, si penjaga meninggalkan Bill di sana.

Dua minggu kemudian, penjaga gerbang kembali untuk melihat bagaimana keadaan Bill Gates. Bill sedang diikat di sebuah tiang dan Iblis menyodokkan garpu rumput ke pantatnya.
“Apa kabar?” tanya penjaga.
“Mengerikan sekali, ini bukan apa yang Anda tunjukkan ke saya dua minggu yang lalu!”

Penjaga menjawab; “Itu kan versi demo” :-)

***

CEO

Seorang CEO berada di rumah sakit, dirawat karena hal kecil. Selama seminggu dia membuat kacau dirinya sendiri, menjengkelkan semua staf, berteriak memberi perintah dan menuntut perhatian, mengeluh tentang makanan, tempat tidur, suhu, cuaca. Khas pembesar.

Suatu pagi perawat pembantu memasuki ruangan, dan berkata, “Waktunya memeriksa suhu Anda, Pak.”
Setelah menggeram karena mengganggu tidur siang, orang itu akhirnya membuka mulut untuk diukur dengan termometer.

“Maaf, Pak,” kata perawat, “tetapi untuk tes ini kita perlu mengukur suhu Anda dari lubang di ujung yang lain.” Setelah mengomel karena malu dan tak nyaman, orang itu akhirnya membalikkan badan dan membuka pantatnya.

Setelah perawat selesai memasukkan pengukur, ia berkata, “Tetap seperti itu dan jangan bergerak. Saya akan kembali dalam lima menit untuk memeriksa Bapak.”
Perawat pergi, membiarkan pintu terbuka. Punggung orang itu menghadap ke pintu, dan lebih dari satu jam, ia mendengar orang yang hilir mudik di lorong, tertawa geli.

Akhirnya dokter pria itu masuk ke ruangan, melihat si pria dengan pantat telanjang dan ternganga. Akhirnya, dia bertanya, “Apa yang terjadi di sini?”

Mulut si pria pun menyalak, “Apakah kau tidak pernah melihat seseorang yang suhu tubuhnya sedang diperiksa?”
“Pernah sih, tapi tidak dengan bunga Petunia.”

***

Klasik

Di sebuah pesta, seorang wanita berkata kepada Winston Churchhill, “Mr. Churchill, Anda mabuk!”
“Ya, Madam, dan Anda jelek. Tapi, pagi besok aku akan waras kembali.”
*
Pada suatu pertemuan di Parlemen, seorang wanita yang berdiri di bagian belakang ruangan berkata, “Mr. Churchill, jika saya istri Anda, saya akan meracuni Anda.” Churchill menjawab, “Madam, jika Anda adalah istri saya, saya akan membiarkan Anda melakukannya.”

***

Warna Berbeda

Seorang pemandu Afrika berkata kepada pemburu kulit putih:
“Aku terheran-heran tentang sesuatu, mister.
Ketika saya lahir, saya hitam.
Ketika saya tumbuh, saya hitam.
Ketika saya pergi di bawah sinar matahari, saya hitam.
Ketika saya dingin, saya hitam.
Ketika saya takut, saya hitam.
Ketika saya sakit, saya hitam.
Dan ketika saya mati, saya masih hitam.

“Kau orang kulit putih,
Ketika Anda lahir, Anda merah muda.
Ketika Anda tumbuh, Anda putih.
Ketika Anda pergi di bawah sinar matahari, Anda merah.
Ketika Anda dingin, Anda biru.
Ketika Anda takut, Anda kuning.
Ketika Anda sakit, Anda hijau.
Dan ketika Anda mati, Anda abu-abu.
Dan Anda nggak malu menyebut saya kulit berwarna? ”

***

Pikiran kotor

Seorang profesor biologi berkata kepada para siswanya,
“Sebelum saya mulai kuliah ini, saya ingin tahu apakah kalian telah membaca buku dengan baik.”

Kepada seorang gadis, dia bertanya,
“Amanda, apa organ tubuh yang mengembang sampai sepuluh kali ukuran normal ketika dirangsang?”
Amanda merah padam mukanya, menunduk karena malu dan tidak bisa menjawab.

Profesor bertanya, “Sally, kau tahu jawabannya?”
Sally menjawab, “Itu pupil mata, Pak.”

Profesor berkata, “Sangat baik Sally.”
Beralih ke Amanda, profesor berkata, “Sekarang, Amanda, saya punya tiga hal untukmu:
satu, kamu tidak mengerjakan pekerjaan rumahmu; dua, kamu punya pikiran kotor; dan tiga, kamu ada dalam kekecewaan yang besar. ”

***

Jangan Gunakan Dinamit

Seorang pencuri, karena membutuhkan uang untuk membayar pajak penghasilannya, memutuskan untuk merampok toko. Di pintu toko ia sangat senang karena membaca tulisan:
“Harap tidak menggunakan dinamit. Aman tidak terkunci. Cukup putar kenop.”

Ia pun melakukannya mengikuti catatan itu. Seketika itu juga sekarung pasir yang berat jatuh menimpa kepalanya, seluruh tempat menjadi terang benderang oleh lampu sorot, dan alarm menyalak dengan sangat keras.

Ketika polisi membawanya pergi, ia terdengar merintih: “Kepercayaanku pada manusia telah terguncang berat.”

***

Kegagalan Berkomunikasi

Suku India buncha menangkap seorang koboi dan membawanya ke perkemahan untuk dibawa menghadap kepala suku.
Kepala suku berkata kepada si koboi, “Kamu akan mati. Tapi kami kasihan kepadamu, sehingga kami beri satu keinginan sehari selama tiga hari. Pada senja hari ketiga, kamu mati. Apa keinginan pertama?”
Koboi mengatakan, “Saya ingin melihat kuda saya.”

Indian membawa kudanya. Koboi memegang telinga kuda dan membisikan sesuatu, lalu menampar pantat kudanya. Kuda itu pun lari kencang. Dua jam kemudian, si kuda kembali dengan wanita berambut pirang. Si perempuan melompat turun dari kuda dan pergi ke tenda dengan si koboi.
Indian mengangkat bahu saling memandang dan berpikir, khas orang kulit putih – mau mati dan hanya memikirkan satu hal itu saja.

Hari kedua, kepala suku bertanya, “Apa yang kamu inginkan hari ini?”
Koboi menjawab, “Saya ingin melihat kuda saya lagi.”

Indian membawa kudanya. Koboi bersandar ke kuda dan membisikkan sesuatu di telinga kuda, kemudian menampar pantatnya. Dua jam kemudian, kuda kembali dengan wanita berambut merah. Perempuan itu turun dari kuda dan masuk ke tenda dengan si koboi.
Indian menggelengkan kepala mereka, berpikir sama, khas pria kulit putih – mau mati besok dan hanya memikirkan satu hal itu saja.

Hari terakhir datang. Kepala suku berkata, “Ini keinginan terakhirmu, pria kulit putih. Apa yang kamu inginkan?”
Koboi menjawab, “Saya ingin melihat kuda saya lagi.”

Indian membawanya kudanya. Koboi memegang dengan kasar si kuda di kedua telinganya, memelintirnya dengan keras dan berteriak, “Lihat bibirku! Posse, sialan!
P-o-s-s-e!

Catatan: Posse adalah sekelompok pria di sebuah wilayah yang bisa dipanggil sheriff untuk menegakkan hukum atau mencari pelaku kriminal.

***

FBI

Salah satu penembak jitu terbaik FBI sedang berjalan melewati sebuah kota kecil.
Di mana-mana ia melihat bukti tembak yang paling menakjubkan. Pada pohon, di dinding, dan di pagar ada banyak sekali sasaran bidik dengan lubang peluru berada tepat di pusatnya.

Orang FBI itu bertanya ke salah satu warga kota apakah ia bisa bertemu dengan orang yang punya keahlian menembak sehebat itu. Si pria ternyata orang yang paling tolol di desa itu.

“Ini keahlian menembak terbaik yang pernah saya lihat.” kata si FBI. “Bagaimana Anda bisa lakukan itu semua?”
“Tak ada itu,” kata si tolol. “Saya tembak dulu dan baru menggambar lingkaran sesudahnya.”

***

Lebih Cepat dari Tarzan

Seorang jutawan mengumpulkan buaya hidup, dan ia taruh semuanya di kolam renang rumahnya.
Orang itu juga punya seorang putri cantik yang masih lajang.

Suatu hari ia membuat pesta besar. Saat pesta, ia mengumumkan,
“Para tamu yang terhormat – Saya mengajukan tawaran untuk setiap orang yang ada di sini. Saya akan beri satu juta dolar atau putri saya kepada orang yang bisa berenang di kolam yang penuh buaya ini dan keluar tanpa cedera!”

Tiba-tiba air kolam muncrat tinggi, dan semua orang ternganga melihat seorang pria ada di kolam renang, berenang mati-matian seperti Tarzan hendak menyelamatkan Jane. Orang-orang bersorak saat si pria meliuk-liuk di kolam air. Akhirnya, ia berhasil sampai ke sisi kolam di ujung lain tanpa terluka.

Sang jutawan sangat terkesan, dan berkata, “Anakku, itu luar biasa! Fantastis! Saya tak menyangka itu bisa dilakukan. Yah aku harus memenuhi janjiku — mana yang Anda inginkan, putri saya atau satu juta dolar?”

Orang itu menjawab, “Dengar, kawan, aku baik-baik saja dan tak ingin uangmu! Aku telah menikah dan tidak ingin putrimu! Yang saya inginkan adalah si bajingan yang tadi mendorong saya ke kolam sialan itu! ”

***

Pemain Golf

Dua wanita sedang bermain golf. Tee pertama lewat dan mereka memandang dengan ngeri saat bola melayang langsung menuju ke arah empat laki-laki yang sedang bermain di lubang berikutnya.

Bola mengenai dengan telak salah satu pria itu, yang segera menangkupkan tangan di selangkangannya, jatuh ke tanah dan berguling kesakitan. Wanita itu bergegas mendekati pria itu dan segera minta maaf, seraya berkata, “Ijinkan saya membantu! Saya seorang terapis fisik dan bisa menghilangkan rasa sakit jika Anda mengijinkan saya melakukannya!”

Orang itu masih dalam posisi meringkuk, menggenggam tangan di selangkangannya, mengerang dan merintih. Akhirnya, dia bisa bergumam, “Saya akan … baik … dalam beberapa menit.”

Wanita itu akhirnya mengambil inisiatif sendiri tanpa diminta untuk membantu meringankan sakit si pria. Dia mulai memijat pangkal pahanya. Setelah beberapa saat wanita itu bertanya, “Apakah sudah merasa lebih baik?”

Pria itu melihat ke arahnya dan berkata, “Ya, nona, rasanya enak sekali. Tapi ibu jari saya masih sakit seperti neraka!”

***

Buah Cinta

Sepasang pengantin baru menghabiskan bulan madu mereka di sebuah pondok kayu terpencil di pegunungan. Mereka masuk hari Sabtu dan tak pernah terlihat selama lima hari.
Wanita tua yang mengelola resor merasa khawatir dengan keselamatan pengantin baru itu, dan meminta suaminya untuk memeriksa mereka.

Si suami mengetuk pintu kabin, dan mendapat jawaban suara yang lemah dari dalam.
Orang tua itu bertanya,
“Apakah kalian baik-baik saja?”
“Ya, kami baik-baik saja,” jawab si pria. “Kami hidup dengan buah cinta.”

Orang tua itu menjawab,
“Saya pikir juga beitu. Hanya … maukah kalian tidak membuang kulitnya ke luar jendela? Barang-barang itu membuat bebek saya tersedak!”

***

Serakah

Seorang pengkhotbah menonton acara televisi yang tengah menunjukkan teknik hipnotis. Dia lalu mencoba menggunakan trik itu untuk mengumpulkan uang sumbangan lebih banyak.

Hari Minggu berikutnya, ia mengayunkan sebuah jam tangan emas di depan jemaat yang sudah mengantuk, sambil menyanyikan, “Masukkan lima dolar ke piring sumbangan.”
Ketika menghitung perolehannya, ia puas karena triknya berjalan baik.

Minggu berikutnya, ia mengulanginya, kecuali bahwa saat mengayunkan jam ia meminta sepuluh dolar. Sumbangan naik dua kali lipat.

Hari Minggu berikutnya, sambil mengayunkan jam ia bingung apa yang akan ia minta dari jemaatnya kali ini. Terganggu oleh keserakahannya, ia menjatuhkan jam tangan. Saat membungkuk untuk mengambilnya, ia mengomel, “Oh, tai.”

Membutuhkan waktu seminggu untuk membersihkan tempat itu.

***

Raja Hutan

Seekor singa terbangun di suatu pagi dan merasa semangatnya bergelora. Dia berjalan keluar, membuat monyet kecil terpojok di sudut dan meraung, “Siapa terkuat diantara semua hewan hutan?”
Gemetar si monyet menjawab, “Kamu singa yang perkasa!”

Kemudian singa menantang rusa dan menggeram, “Siapa yang terkuat dari semua hewan di hutan?”
Rusa yang ketakutan tergagap menjawab, “Oh singa besar, sejauh ini kamu hewan terkuat di hutan!”

Selanjutnya singa beraksi di depan gajah dan mengaum, “Siapakah yang terkuat dari semua hewan hutan?”
Secepat kilat, gajah membelit singa dengan belalainya, membantingnya ke pohon enam kali, membuat singa merasa seperti digilas mobil safari. Gajah kemudian menginjak singa sampai ia tampak seperti serabi jagung, lalu buang kotoran di atasnya, dan melenggang pergi.

Singa berteriak kepada gajah, “Siaaal, hanya karena kamu tak tahu jawabannya, seharusnya kamu tidak perlu begitu marah padaku.”

***

Pengacara

Seorang pria kaya raya, yang sangat pelit dengan uangnya, bertemu dengan teman-teman terdekatnya di suatu hari, yang kebetulan mereka adalah Imam, Dokter, dan Pengacara (tentu saja).

Orang kaya itu sudah sangat tua, semakin tua, dan berpikir tentang kematiannya yang semakin dekat. Dia memberi pesan kepada ketiga temannya, dan meminta mereka untuk melakukannya saat ia meninggal nanti.

“Ini ada tiga amplop, masing-masing berisi $100.000, satu untuk masing-masing kalian. Saya tidak ingin pergi ke akhirat tanpa uang saya. Tolong, ketika saya dimakamkan, bisakah kalian masing-masing membuang amplop kalian ke kubur di atas peti saya? ”

Ketiga temannya setuju, dan mengambil amplopnya. Benar saja orang kaya itu pun meninggal. Pada pemakamannya, Dokter, Imam dan Pengacara melemparkan amplop mereka di atas peti mati.

Saat mereka meninggalkan pemakaman, Imam berkata kepada yang lain,
“Saya harus membuat pengakuan. Gereja sangat membutuhkan altar baru, jadi saya . . . saya ambil $5.000 untuk membelinya,” dan ia menunduk memandang kakinya.

Dokter menyahut, “Yah, karena kamu sudah mengaku, saya juga harus mengaku bahwa saya mengambil uang itu. Rumah sakit anak-anak di mana saya bekerja membutuhkan sebuah mesin X-ray baru yang harganya mahal, jadi saya ambil $28.000 untuk membelinya.”

Dokter dan Imam lalu memandang si pengacara, mengharapkan pengakuan serupa.
Namun, si pengacara berkata “Oh, baiklah, saya tidak mengambil sama sekali uangnya.
Saya letakkan cek $100.000 ke dalam amplop! ”

***

Hil Mustahal

Setelah menikahi gadis muda, seorang kakek sembilan puluh tahun berkata kepada dokter kandungan bahwa mereka sedang mengharapkan kelahiran seorang bayi.

“Biar saya beritahu Anda sebuah cerita,” kata dokter. “Seorang pelupa pergi berburu. Namun bukannya pistol, ia malah membawa sebuah payung.
Tiba-tiba seekor beruang menyerang orang itu. Setelah membidikkan payungnya ke beruang, ia menembak dan membunuhnya di tempat. ”

“Mustahil!” kakek itu berseru. “Pasti orang lain yang menembaknya.”
“Tepat sekali,” jawab dokter.

***

Meksiko

Empat koboi tua berbincang tentang hal apa yang yang tercepat di dunia.
Koboi pertama mengatakan, “Saya yakin itu adalah pikiran, karena ketika jari menyentuh api, rasa sakit langsung terpikir dan masuk ke otak.”

Koboi kedua menyahut, “Menurut saya berkedip. Saat berkedip dan membuka mata lagi, kalian segera melihat semuanya. Tidak ada yang berubah.”

Koboi ketiga berkata, “Saya pikir sih cahaya, karena segera setelah menekan tombol lampu, yang tadinya gelap jadi terang dalam sekejap.”

Koboi keempat mengatakan, “Menurutku sih diare Meksiko-dua-langkah.”
Semua yang lain bertanya secara bersamaan, “Diare? Kenapa?”

Koboi keempat menjawab, “Aku akan jelaskan kepada kalian. Semalam saya melintasi perbatasan dan masuk ke saloon (tempat minum) untuk minum tequila buatan buncha Meksiko.
Dalam perjalanan pulang dari salon, saya mampir di Cafe Lupe dan makan dua porsi masakan Meksiko spesialnya, yang saya duga telah dipanaskan sekali atau dua kali, dan buncha jalapenas dan beberapa cabai yang saya tak pernah lihat sebelumnya. ”

Koboi pertama bertanya, “Jadi, apa hubungannya dengan kecepatan atau diare?”
Koboi keempat menjawab, “Belakangan saat berada di tempat tidur saya mulai merasakan apinya bergemuruh sengit di perut saya, dan sebelum sempat berpikir, atau berkedip, atau menyalakan lampu sialan ….”

***

Salah Persepsi

Seorang guru sedang mengajar sekelompok anak-anak, berusaha memperluas wawasan mereka melalui persepsi sensorik. Ia membawa berbagai jenis permen dan berkata,
“Anak-anak, saya ingin kalian menutup mata dan rasakan ini.”

Anak-anak dengan mudah mengenali rasa ceri, lemon dan mint, tapi ketika guru memberi mereka permen rasa madu, semua anak-anak bingung.

“Saya akan beri petunjuk,” kata guru itu. “Ini sesuatu yang ayahmu dan ibumu mungkin sering memanggil satu sama lain sepanjang waktu.”

Tiba-tiba, salah satu dari anak-anak terbatuk, membuang permennya ke lantai dan berteriak,
“Buang, teman-teman, itu as*holes!”

***

Banteng Hilang

Seorang pengacara kota besar mewakili perusahaan kereta api dalam gugatan yang diajukan oleh seorang peternak tua. Peternak itu kehilangan banteng di area dimana kereta api lewat. Peternak itu hanya ingin dibayar nilai wajar seekor banteng.

Kasus ini dijadwalkan akan diadili di depan pengadilan perdamaian yang ada di ruang belakang toko, tapi si pengacara kereta api segera membuat peternak tak berkutik untuk menyelesaikan kasusnya di luar pengadilan.

Pengacara itu memakai jurus terbaiknya, dan akhirnya peternak setuju untuk mengambil setengah dari apa yang ia minta. Si pengacara menulis cek buatnya.

Setelah peternak menandatangani persetujuan dan mengambil ceknya, pengacara muda itu tak tahan untuk memamerkan sukses kecilnya, dan berkata pada peternak tua,

“Anda tahu, saya benci mengatakan ini, orang tua, tapi saya telah mengakali Anda. Saya tak bisa memenangkan kasus ini. Tidak mungkin. Insinyur kami sedang tidur karena menghisap ganja terlalu banyak, dan pemadam kebakaran pingsan di gerbong tukang rem ketika kereta melewati peternakan Anda pagi itu. Saya tidak punya satu pun saksi mata. Saya telah menggertak Anda! ”

Peternak tua itu menjawab, “Baiklah, saya akan beritahu Anda, anak muda, saya sendiri sedikit khawatir bisa memenangkan kasus ini, karena banteng itu telah pulang pagi tadi.”

***

Misi Mustahil

Pasangan muda yang tengah mabuk cinta mengalami kecelakaan mobil hanya semalam sebelum pernikahan mereka, dan keduanya tewas.

Di surga segera sesudahnya, si pria berkata kepada Santo Petrus, “Tunangan saya dan saya benar-benar kehilangan kesempatan untuk merayakan janji pernikahan kami. Apakah mungkin bagi orang-orang di surga untuk menikah?”

Santo Petrus berkata, “Saya akan beritahu Anda – tunggu lima tahun dan jika masih ingin menikah, datang kembali dan kita akan membicarakannya lagi”

Lima tahun berlalu dan pasangan itu masih ingin menikah. Mereka mengulangi permintaan ke St. Peter, yang berkata kepada mereka, “Aku minta maaf, tapi ada masalah. Kalian harus menunggu lima tahun lagi.”

Setelah lima tahun berlalu, mereka mendesak St. Peter lagi. Kali ini ia menjawab, “Ya, Anda bisa menikah sekarang. Terima kasih atas kesabaran Anda.”
Pasangan ini menikah.
Namun, akhirnya sadar bahwa mereka tidak cocok. Menemui Santo Petrus, mereka bertanya apakah adai perceraian di surga.

Santo Petrus menatap mereka lama sekali, dan akhirnya bergumam,
“Dengar, kami butuh sepuluh tahun untuk menemukan seorang pastor di sini.
Apakah Anda tahu berapa lama dibutuhkan untuk menemukan seorang pengacara di surga? ”

***

Pertapa tua

Seorang pria tua yang telah menghabiskan seluruh hidupnya sebagai pertapa di gurun pergi untuk mengunjungi seorang teman. Ia tak pernah melihat kereta api selama hidupnya, namun dalam perjalanan ia melihat rel kereta api.

Berdiri di samping rel, ia bertanya-tanya benda apa itu, ia mendengar peluit berbunyi keras. Saat melihat sekeliling, sebuah kereta api melaju cepat menuju ke arahnya seperti keluar dari dunia lain.

Kereta api itu hanya menyenggolnya sedikit, tapi masih membuatnya terjungkal masuk ke dalam parit dan kepalanya menumbuk batu hingga pingsan.

Beberapa saat kemudian dia bangun, meraba benjolan di kepalanya, membersihkan pakaiannya dari debu, dan meneruskan langkah menuju ke rumah temannya, sepanjang waktu ia bertanya-tanya apa iblis logam besar itu yang hampir saja membunuhnya.

Temannya menyambut kedatangannya dengan ramah, menjerang seketel teh, dan mereka mulai bertukar cerita kebohongan lama.

Beberapa menit kemudian, ketel teh di atas kompor bersiul sangat keras, membuat si pertapa melompat panik, meraih kursi dan menghajar ketel teh yang bersiul itu sampai gepeng.

Merasa sangat heran, temannya bertanya, “Apa yang kamu lakukan itu?”
Si pertapa menjawab, “Kawan, itu berbahaya sekali. Kau harus membunuhnya selagi mereka masih kecil!”

***

Melalui Pagar

Dua tetangga tengah bersitegang leher, mereka berdebat melalui pagar rumah, seorang diantara mereka berkata ke yang lainnya,
“Kau tahu, kau tak jauh dari seorang yang bodoh kan?”

Jawab pria satunya lagi,
“Tidak. Diantara kami hanya dibatasi pagar kawat berduri.”

***

Banyolan Polandia

Seorang pria Polandia berjalan ke toko dan meminta beberapa pon sosis Polandia. Penjaga toko melihat si pria tanpa menjawab.

Setelah sekitar 10 detik si pria Polandia berkata:
“Ada apa, apakah Anda pikir karena saya meminta sosis Polandia pastilah saya orang Polandia dan karena itu idiot? Apakah itu benar-benar cara Anda berpikir?

Jika seorang pria datang dan meminta beberapa kentang, apa Anda akan menganggap ia orang Irlandia dan dengan demikian tukang mabuk, atau jika seseorang datang untuk membeli pasta apakah akan membuatnya jadi orang Italia dan oleh karena itu anggota mafia yang kejam?
Ayolah ini bukan tahun 1160-an. Anda benar-benar tidak bisa berpikir dengan cara begitu bukan? ”

Pemilik toko lalu melihat pada si pria dan mengatakan,
“Tentu, semau Anda sajalah, tetapi tahukan Anda bahwa ini adalah toko perkakas rumah tangga?”.

***

Tugas Sekolah

Seorang anak ditugaskan membuat makalah tentang persalinan dan bertanya pada ibunya,
“Bagaimana caranya aku lahir?”
“Bangau membawamu kepada kami.”
“Oh,” kata anak itu. “Nah, bagaimana ibu dan ayah lahir?” ia bertanya.
“Oh, bangau membawa kita juga.”
“Jadi… Bagaimana kakek dan nenek lahir?”
“Sayang, bangau membawa mereka juga,” kata ibu.

Keesokan harinya anak itu menyerahkan tugasnya ke guru. Bunyinya,
“Laporan ini tidak mungkin dibuat karena adanya fakta bahwa belum ada kelahiran secara alami di keluarga kami selama tiga generasi.”

***

Pemain Golf Lambat

Seorang pria berdiri di pukulan tee-nya untuk waktu yang lama sekali, mencari, melihat ke bawah, mengukur jarak, mencari arah dan kecepatan angin. Membuat temannya senewen kehilangan kesabaran.

Akhirnya dengan jengkel temannya berkata,
“Apa yang membuatmu begitu lama? Pukul bola sialan itu!”

Jawab si pria, “Istri saya ada di sana menonton dari klub. Saya ingin membuat ini menjadi sebuah tembakan yang sempurna.”
“Sialan, kamu tak punya kesempatan sedikitpun untuk mengenainya dari sini!”

***

Banyolan Siput

Seorang pria melihat seekor siput di jalan dan ditendangnya siput itu sejauh 200 yard. Dua tahun kemudian ia mendengar ketukan di pintu rumahnya, membukanya dan melihat seekor siput ada di depannya.

Siput itu mengatakan, “Apa sih yang kamu lakukan padaku itu?”

***

Tentang Dokter

Apa yang dokter katakan, dan apa yang mereka benar-benar pikirkan:
“Ini harus segera ditangani.”
(Aku telah merencanakan perjalanan ke Hawaii bulan depan tetapi ini begitu mudah dan
menguntungkan dan aku ingin memperbaikinya sebelum sembuh sendiri.)

“Welllllll, penyakit apa ini …”
(Dia tidak tahu dan berharap Anda memberinya petunjuk.)

“Ijinkan saya memeriksa riwayat medis Anda.”
(Saya ingin tahu apa Anda sudah bayar tagihan terakhir sebelum menghabiskan waktu lagi dengan Anda.)

“Kenapa kita tidak membuat janji lagi nanti dalam minggu ini.”
(Saya mau main golf sore ini, dan ini buang-buang waktu.
–atau–
Saya butuh dolar, jadi saya mau Anda bayar ke saya lagi nanti.)

“Kami punya kabar baik dan kabar buruk.”
(Kabar baiknya adalah saya akan beli BMW baru. Kabar buruknya adalah, Anda yang akan membayarnya.)

“Mari kita lihat bagaimana perkembangan selanjutnya.”
(Mungkin dalam beberapa hari akan berkembang menjadi sesuatu yang bisa disembuhkan.)

“Perkenankan saya menjadwalkan Anda untuk menjalani beberapa tes.”
(Saya memiliki saham empat puluh persen di laboratorium.)

“Saya ingin rekan saya memeriksa Anda.”
(Dia sedang menghadapi perceraian yang berantakan dan berutang pada saya.)

“Bagaimana kabar Anda hari ini?”
(Saya merasa hebat. Anda, di sisi lain, terlihat seperti sampah.)

“Saya ingin meresepkan obat baru.”
(Saya menulis makalah dan ingin menggunakan Anda sebagai kelinci percobaan.)

“Jika tidak membaik dalam seminggu, telepon saya.”
(Saya tidak tahu penyakit apa itu. Mungkin akan hilang dengan sendirinya.)

“Itu luka yang sangat buruk.”
(Saya kira saya mau muntah.)

“Ini mungkin akan sedikit sakit.”
(Minggu lalu dua pasien menggigit lidah mereka sendiri.)

“Yah, kita tak merasa begitu baik hari ini, bukan …?”
(Saya mengulur-ulur waktu. Siapa sih Anda dan mengapa Anda berada di sini?)

“Ini bisa menyembuhkan Anda.”
(Perusahaan obat menyisipkan sejumlah uang besar agar saya meresepkan obat ini.)

“Semuanya tampak normal.”
(Silit! Saya jadi tak bisa beli kondominium pantai yang baru).

“Saya ingin menjalankan beberapa tes lagi.”
(Saya tak tahu apa yang salah. Mungkin orang di laboratorium dapat memecahkan masalah yang satu ini.)

“Apakah semua stres ini bisa mempengaruhi saraf Anda?”
(Anda tikus gila dan jelek. Sekarang siapa psikiater konyol itu yang akan berbagi biaya dengan saya?)

“Kenapa Anda tak katakan masalahnya.”
(Saya belum tertawa sepanjang hari ini.)

“Ada banyak hal yang terjadi.”
(Tuhan, ini yang ketiga minggu ini. Sebaiknya aku belajar sesuatu tentang ini.)

“Jika gejalanya berlanjut, hubungi saya untuk membuat janji.”
(Saya belum pernah mendengar hal yang begitu menjijikkan. Sukurlah minggu depan saya cuti.)

***

Pelit

Seorang pria tua dan anaknya memiliki ladang dan seekor keledai dimana mereka mengais hidup. Suatu hari, si anak menang lotre $50.000.

Dia buru-buru pergi ke kota, mengambil uangnya, lalu bergegas kembali ke rumah, dimana dia mengatakan kepada ayahnya kabar baik itu, dan menyerahkan uang $50.

Sang ayah memandang uang itu sejenak dan kemudian berkata,
“Nak, kamu tahu aku selalu berhati-hati dengan sedikit uang yang kita punya. Aku tak menghabiskannya untuk wiski atau perempuan. Bahkan, aku tak mampu membayar ijin untuk secara hukum menikahi ibumu.”

“Pa!” si anak berseru, “kau tahu apa yang membuatku jadi begini?”
“Tentu,” kata orang tua meraba uang lima puluh dolar. “dan itu satu hal sialan yang murah juga.” (kondom murahan yg bocor :D)

***

Ahli bedah

Seorang arsitek menyaksikan mekanik membuka bagian-bagian mesin mobilnya untuk sampai ke katup.
Seorang ahli bedah, menunggu mobilnya diperbaiki, berjalan mendekat untuk melihat prosesnya.

Setelah saling memperkenalkan diri, mereka mulai ngobrol, dan pembicaraan beralih ke pekerjaan mereka.

“Anda tahu, dokter,” kata si arsitek, “Saya kadang-kadang percaya ada jenis pekerjaan yang lebih rumit dari pekerjaan yang kita lakukan.”
“Mungkin,” jawab ahli bedah. “Tapi mari kita lihat bagaimana ia melakukannya sementara mesin sedang berjalan.”

***

Bayi

Seorang anak kecil menatap dengan takjub pada wanita hamil yang sedang duduk di bangku taman. Akhirnya, anak itu menunjuk pada perut si wanita dan bertanya,
“Apa itu?”
“Itu bayi saya,” wanita itu menjawab.
“Apa kamu mencintai bayimu?” si anak bertanya.
“Saya sangat mencintainya,” jawab si calon ibu.
“Trus, kenapa kamu memakannya?”

***

The Lone Ranger

The Lone Ranger dan Tonto berkemah di gurun. Saat sedang beristirahat, Lone Ranger digigit ular berbisa di pantatnya.

“Tonto!” si pria bertopeng berteriak. “Pergi ke kota dan panggil dokter! Cepat!”
Di kota, Tonto bertemu dokter yang sedang membantu kelahiran bayi.
Dokter menjelaskan ia tak bisa meninggalkan wanita itu dan mengatakan pada Tonto bahwa ia harus menghisap racun agar keluar dari bekas gigitan ular atau Lone Ranger akan mati.

Tonto bergegas kembali ke kemah.
“Kemo Sabe,” katanya sedih.
“Dokter sedang sibuk dan tidak bisa datang.”
“Yah,” Lone Ranger menjawab dengan cemas, “apakah ia memberitahumu apa yang harus dilakukan? Apa yang dia katakan?”
“Dokter mengatakan, ‘Kemo Sabe akan mati.'”

***

Pesulap dan Kakaktua

Seorang pesulap yang sedang dikontrak untuk tampil di sebuah kapal pesiar punya seekor burung kakaktua, yang telah melihat semua trik si pesulap ribuan kali, cukup banyak untuk tahu bagaimana cara si pesulap menghilangkan suatu benda.

Kakaktua itu sudah merasa bosan setengah mati, karena aksi si pesulap sudah jadi basi dan ia tak mengembangkan trik baru yang membuat Kakaktua bisa tertantang untuk memecahkan rahasianya.

Suatu malam saat pesulap tengah beraksi, tiba-tiba kapal menabrak gunung es dan tenggelam. Semua penumpang tenggelam kecuali si pesulap dan burung kakaktuanya.

Pesulap itu berhasil berenang ke sepotong puing kapal dan naik ke atasnya, langsung pingsan karena kelelahan. Segera setelah itu, kakaktua terbang mendekati si pesulap dan bertengger di tepi potongan kapal dan menatap si pesulap.
Dan menatap. Dan menatap.

Selama seharian pesulap itu tak sadarkan diri, dan selama itu pula kakaktua tidak melepaskan pandangan dari dirinya.

Akhirnya si pesulap mulai sadar. Melihat ke atas, pada burung kakaktua yang masih menatapnya lekat-lekat, bahkan tidak berkedip.

Satu jam berlalu, dan akhirnya burung kakaktua itu bersuara,
“Baiklah, baiklah, saya menyerah. Apa yang kamu lakukan dengan kapal sialan itu?”

***

Keledai
Seekor keledai milik seorang petani menendang ibu mertuanya hingga mati. Petani dari seluruh kampung datang untuk menghadiri pemakaman.

Pastor, memandang kumpulan orang-orang di luar gereja, berkomentar ke seorang temannya,
“Wanita ini pasti sangat terkenal. Lihat saja berapa banyak orang yang meninggalkan ladang untuk datang ke pemakamannya.”

“Mereka di sini bukan untuk pemakaman,” kata teman itu. “Mereka datang untuk membeli keledai si petani.”

***

Panggang

Suatu hari seorang gadis kecil sedang menonton ibunya menyiapkan daging sapi panggang.
Ibu memotong ujungnya, membungkusnya dengan tali, memberi bumbu, dan meletakkannya di tempat pemanggangan.

Gadis kecil itu bertanya,
“Ibu, mengapa memotong ujung daging yang dipanggang?”
“Karena itulah cara ibuku melakukannya.”

Akhir pekan itu nenek datang berkunjung dan si gadis kecil bertanya mengapa ia memotong ujung daging panggang sebelum memasaknya.
Setelah bberpikir sejenak, Nenek menjawab,
“Karena itu adalah cara ibu saya melakukannya.”

Hari berikutnya, saat mengunjungi nenek buyutnya, gadis kecil itu bertanya,
“Nenek buyut, mengapa memotong ujung daging panggang?”
“Kenapa, tentu saja supaya daging sapinya bisa masuk ke dalam tempat panggangan.”

***

Orang Asing

Seorang asing berkunjung ke sebuah peternakan dan berkata,
“Saya melihat beberapa Honeysuckle (sejenis tanaman merambat berbau harum) di dekat sungai di sana. Bolehkah saya mengambil sedikit madu untuk diri saya sendiri?”

Petani itu menjawab,
“Kenapa nak, kamu tahu tidak akan bisa mendapatkan madu dari honeysuckle.”
“Keberatan jika saya mencobanya?”
“Tidak, silahkan.”

Kemudian, orang asing itu kembali dengan setengah liter madu. Petani itu
takjub.

Sekitar seminggu kemudian, orang asing itu datang kembali dan berkata,
“Saya melihat beberapa milkweed (sejenis tanaman herba Amerika yang menghasilkan getah susu) di lembah Anda. Keberatan jika saya mendapatkan susunya?”
“Kenapa nak, kamu tidak bisa mendapatkan susu dari milkweed.”
“Keberatan jika saya mencobanya?”
“Tidak, silahkan saja.”

Orang asing itu kembali dengan satu galon susu dan berterima kasih pada si petani.
Lama setelah orang itu pergi, petani pusing mencari tahu bagaimana orang asing itu melakukannya.

Minggu berikutnya, orang asing itu datang lagi. Berjalan ke teras dimana petani sedang beristirahat di ayunan, katanya,
“Saya melihat Anda memiliki beberapa pussy willow di padang rumput sana, dan berpikir apakah Anda keberatan –”
“Tunggu sebentar, nak! Saya ambil sepatu dulu!”

***

Astronaut Yang Susah

Amerika, Rusia dan Jepang mengirimkan sebuah misi ulang alik selama dua tahun dengan satu astronot dari masing-masing negara.
Karena akan tinggal dua tahun di sana, masing-masing dapat membawa hiburan apa saja seberat 150 pon atau kurang.

Si Amerika meminta untuk membawa si istri yang beratnya 125 pon. Mereka menyetujuinya.
Si Jepang mengatakan, “Saya selalu ingin belajar Yunani. Saya ingin 150 pon buku untuk belajar bahasa Yunani.” NASA menyetujui.
Astronot Rusia berpikir sejenak dan berkata, “Ini akan selama dua tahun di sana. Saya ingin 150 pon cerutu Kuba yang terbaik yang pernah dibuat.”
Sekali lagi, NASA menyetujuinya.

Dua tahun kemudian, pesawat ulang alik mendarat dan semua orang berkumpul di luar pesawat untuk melihat apa yang masing-masing astronot dapatkan dari hiburan pribadinya.
Nah, sudah jelas apa yang si Amerika dapatkan, ia dan istrinya masing-masing menggendong seorang bayi. Kerumunan orang pun bersorak-sorai.

Astronot Jepang melangkah keluar dan mengucapkan 10 menit pidato dalam bahasa Yunani yang benar-benar sempurna. Kerumunan tidak memahami kata-katanya, tapi mereka terkesan dan bersorak.

Astronot Rusia lari keluar, meremas podium hingga buku-buku jarinya memutih, melotot ke baris pertama kerumunan orang, melambaikan cerutu yang telah ia kunyah pada mereka dan berteriak:
“Ada yang punya korek api?”

***

Pekerjaan berat

Suatu hari “Teflon Willie” Clinton sedang berjalan-jalan di pantai dan tersandung botol yang sebagian terkubur di pasir. Setelah memungutnya, Teflon Willie menggosok botol itu untuk melihat labelnya.
Tiba-tiba gulungan asap tebal keluar dari botol dan sesosok jin muncul.

Jin berkata,
“Terima kasih telah menyelamatkan saya dari penjara Tuhan yang mengerikan. Saya sudah berada di sana selama seribu tahun. Sebagai ungkapan rasa syukur yang luar biasa, saya akan luluskan satu keinginanmu.”

Teflon Willie menjawab,
“Saya ingin perdamaian di Timur Tengah!”
Genie berpikir. “Timur Tengah … Timur Tengah … Aku tak ingat. Dapatkah kamu bantu saya mengingat-ingatnya sedikit?

Teflon Willie membuka peta dunia dan menunjukkan daerahnya.
Mata jin melotot dan ia bergumam,
“Oh, ya. Sekarang aku ingat. Timur Tengah! Kawan, itu yang sulit. Mereka sudah berperang di sana sehari sejak setelah Allah membuat bumi. Aku benci mengakuinya, kawan, tapi itu lebih rumit dari apa yang saya bisa tangani. Maaf. Dapatkah kamu ajukan hal yang lain? ”

Teflon Willie berkata,
“Yah … bisakah kamu membuat orang Amerika menyukai istri saya? Saya akan ikut pemilu sebentar lagi.”
Jin berpikir untuk waktu yang lama, menyeringai, lalu akhirnya bergumam,
“Sial! Biar saya lihat peta sialan itu lagi!”

**

Dua Elang

Dua elang tengah terbang melayang ketika tiba-tiba sebuah pesawat jet menderu melewati mereka.
Satu elang berkata kepada yang lain,
“Wow, apa kamu lihat betapa cepatnya benda itu bergerak?”

Elang satunya menjawab, “Yaah. Kamu juga bisa terbang secepat itu jika punya tiga anus dan semuanya terbakar “.

***

Memutih

Dokter mata sedang menginstruksikan karyawan baru tentang bagaimana caranya untuk menjual ke pelanggan.

“Saat menyetel kacamatanya,” katanya, “jika pelanggan menanyakan berapa harganya, katakan ‘$75.’
Jika bola matanya tak memutih dan matanya tetap berputar di kepalanya, katakan ‘Itu untuk frame. Lensanya $50. ‘
Jika matanya masih tak bergerak aneh, kamu tambahkan ‘masing-masing.’ ”

***

Mengapa Saya Pecat Sekretaris Saya

Itu hari ulang tahun saya dan saya bangun dengan semangat tinggi. Istri saya tentu akan bersikap ekstra manis ke saya. Dengan bersiul saya berpakaian dan menunju meja untuk sarapan.
Namun istri saya tak melepaskan pandang matanya dari halaman koran yang sedang ia baca untuk menyapa saya.

Merasa kesal, saya masih berpikir “setidaknya anak-anak akan mengingat ini hari ulang tahun saya”.
Tapi tak satu kata pun keluar dari mulut mereka.

Saya pergi bekerja dengan perasaan sangat tertekan. Saat memasuki kantor, sekretaris saya menyapa dengan gembira,
“Selamat pagi – selamat ulang tahun”.
Hari sepertinya mulai bersinar.

Sekretaris saya menyarankan untuk makan siang bersamanya di restoran yang nyaman – yang kami lakukan. Kami memesan beberapa minuman dan menyantap makan siang yang besar. Dia lalu menyarankan agar kami pergi ke apartemennya untuk minum kopi. Hal yang benar-benar semakin menggairahkan.

Kami tiba di apartemennya dan duduk di sofa. Dia minta diri dan berkata akan segera kembali, lalu menghilang ke kamar tidur.

Beberapa menit kemudian, dia keluar membawa kue ulang tahun dengan lilin menyala, diikuti istri dan anak-anak saya – sedangkan saya duduk di sana dengan hanya memakai kaus kaki.

***

Eskmud

Seorang eksmud (eksekutif muda) yang sedang berada di sebuah restoran mencoba mengesankan teman kencannya dengan pengetahuannya tentang anggur. Ia meminta pelayan membawa sebotol Sterling Cabernet Sauvignon 1985 dari kebun anggur Carneros mereka.

Setelah mencicipi anggurnya, si eksmud memaki pelayan.
“Ini jelas panen anggur tahun 1987 dari kebun-kebun anggur N. Coast dekat Calistoga. Tolong bawakan anggur yang saya pesan.”

Setelah botol kedua dituang, eksmud mencicipi anggur itu dan berkata,
“Tidak, tidak, tidak, ini memang dari 1985, tapi dari kebun-kebun anggur di Gunung Helena!”

Seorang pemabuk tua, mendengar semua itu dari bar, menjadi gusar dengan kepalsuan si pemuda dan berjalan terhuyung-huyung ke meja pasangan itu.
“Hei,” kata si pemabuk, “bakat yang Anda punya sungguh mengesankan, apa Anda bisa ceritakan yang ada di gelas ini?”

Tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mengesankan teman kencannya, si eksmud mencicipi cairan di dalam gelas orang mabuk itu.

“Ya ampun, rasanya seperti kencing!” ia berteriak, meludahkannya.
“Betul!” seru si pemabuk. “Sekarang katakan kapan dan di mana aku lahir.”

Matched content

Bagikan tulisan ini di : Facebook | Twitter | WhatsApp | Email atau Print!
Home » Blog » Renungan » Kumpulan Lelucon
Tag :

Oleh Bambang Aroengbinang. BA lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Seorang blogger dan pejalan musiman yang senang berkunjung ke situs, makam, dan tempat bersejarah. Menyukai pemandangan daratan subur dan pegunungan hijau ketimbang laut. Kontak BA. Subscribe via email untuk kabar tulisan terbaru. Diperbarui pada 22 Maret 2017.

Sebelumnya : «
Berikutnya : »
Lihat pula : Sitemap