Tempat Wisata di Ngawi

Di bawah ini adalah catatan awal tentang Tempat Wisata di Ngawi. Daerah Ngawi berada di Jawa Timur, berbatasan dengan Grobogan – Blora – Bojonegoro di Utara, Madiun di Timur, Magetan dan Madiun di Selatan, serta Sragen di Barat. Kata Ngawi berasal dari awi, bahasa sansekerta yang berarti bambu. Di bagian Utara terdapat Pegunungan Kendeng, dan di Barat Daya terdapat Gunung Lawu.

Tulisan Tempat Wisata di Ngawi dan peta wisata Ngawi ini akan diperbarui ketika informasi yang lebih baru telah diperoleh, dan data GPS telah didapat.

Anda bisa berbagi catatan perjalanan dan membantu memajukan wisata Indonesia dengan menulis Travelog tentang tempat-tempat wisata yang telah anda kunjungi di sini.

Tempat Wisata di Ngawi

Lihat Peta Wisata Ngawi, Hotel di Ngawi

Air Terjun Srambang
Kecamatan Jogorogo, sekitar 5 km dari pasar Jogorogo, berupa air terjun yang masih alami berketinggian 25 m, dengan area untuk bumi perkemahan.

Arca Banteng
Dusun Reco Banteng, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedunggalar, 22 Km dari Kota Ngawi,rupa be benda – benda purbakala peninggalan jaman Kerajaan Majapahit.

Benteng Van Den Bosch
Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, dekat pusat kota, dibangun pemerintahan Belanda pada 1839 – 1845 dengan nama Fort Van Den Bosch.

Bumi Perkemahan Selondo
Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, untuk out bond dengan hawa sejuk, hutan rindang dan tebing terjal.

Candi Pendem
Desa Pendem yang merupakan peninggalan Hindu; ditemukan oleh Belanda pada 1925, dan sebagian besar peninggalan purbakalanya telah dibawa ke Tretes, Malang.

Gunung Liliran
Desa Ketanggung, Kecamatan Sine, 47 Km dari Kota Ngawi, berlatar belakang pegunungan; pada 1 Suro banyak dikunjungi peziarah.

Makam PH Kertonegoro
Sarean Dusun, Blimbing Sine, Kecamatan Sine makam, yang merupakan Bupati Gendingan sebelum pembagian Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Makam Patih Ronggolono
Desa Hargomulyo, Kecamatan Ngrambe, yang merupakan Wakil Bupati Gendingan. Kedua makam di atas sering dikunjungi pada hari jadi Kota Ngawi.

Masjid Agung Baiturrahman
Jl Imam Bonjol No 8, yang dibangun kembali pada 2007 – 2009, dan diresmikan pada 26 Oktober 2010

Monumen Suryo
jalan raya Ngawi – Solo Km 19, Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, berupa patung Gubernur Jawa Timur pertama yang tewas pada pemberontakan PKI tahun 1948.

Museum Trinil
Jl.Dewa Kawu, Kec. Kedunggalar, dimana disimpan fosil Phitecantropus Erectus yang ditemukan Eugene Dubois, juga fosil banteng dan gajah purba yang ditemukan di Sangiran, pinggir Bengawan Solo .

Perkebunan Teh dan Bumi Perkemahan Jamus
Desa Girikerto, Kecamatan Sine, di lereng Gunung Lawu, dengan perkebunan, taman peristirahatan , kolam renang dan bumi perkemahan.

Pertapaan Jaka Tarub
Desa Widodaren, Kecamatan Gerih, yang konon merupakan petilasan Jaka Tarub, dengan sendang tempat mandi sembilan bidadari.

Pesanggrahan Srigati
Desa Babadan, Kecamatan Paron, yang konon pusat keraton mahluk halus, dan petilasan Raja Brawijaya; banyak dikunjungi peziarah pada Jumat Legi pada bulan Suro.

Petilasan Keraton Wirotho
Desa Tanjungsari, Kecamatan Jogorogo, yang konon merupakan kerajaan purwa di tanah Jawa; ditemukan Wilmiyah Kusuma Pranala, seorang kerabat Mangkunegaran Surakarta.

Rumah Krt. Radjiman Wedyaningrat
Dusun Paldaplang, Desa Kauman, Kecamatan Widodaren, rumah tokoh pemrakarsa Badan Pergerakan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia .

Taman Rekreasi dan Pemandian Tawun
Desa Tawun, Kecamatan Padas, berupa kolam renang yang sumber mata airnya berdekatan dan adanya habitat kura – kura ( bulus ), 7 Km dari Kota Ngawi.

Waduk Kedung Bendo
Desa Gunungsari Kecamatan Kasreman, dibangun 1951, namun akses jalan pernah dilaporkan kurang baik.

Waduk Pondok
Desa Dero, Kecamatan Bringin, dibangun 1993 – 1995, dengan latar belakang hutan dan kawasan perbukitan; ada pemancingan dan bisa menyewa perahu.

Tempat wisata di Ngawi lainnya bisa dilihat di sini.