Daftar Lengkap Kelenteng di Jakarta

Tulisan ini berisikan travelog dan daftar lengkap Kelenteng di Jakarta, yang menarik dikunjungi bukan saja oleh para penganutnya untuk bersembahyang, namun juga bagi siapa saja yang ingin melihat dan mengagumi warisan budaya Cina yang telah berumur ratusan tahun.

Kelenteng menjadi pusat keramaian orang banyak ketika berlangsung perayaan Tahun Baru Cina, serta pada hari ulang tahun kelenteng. Berbagai pertunjukan pun sekarang bisa diselenggarakan dengan bebas, termasuk pertunjukan dan pawai barongsay, pementasan wayang Potehi, serta atraksi lainnya.

Tulisan Kelenteng di Jakarta dan peta wisata Kelenteng di Jakarta ini akan diperbarui ketika informasi yang lebih baru telah diperoleh, dan data GPS telah didapat.

Anda bisa berbagi dan membantu memajukan wisata Indonesia dengan menulis Travelog tentang tempat wisata yang telah anda kunjungi di sini.

Kelenteng di Jakarta

Kelenteng Bahtera Bhakti »
Jalan Pantai Sanur 5, seusia Kelenteng Jin De Yuan, orang Cina tidak boleh membawa daging babi ke pekarangan kelenteng.

Kelenteng Jin De Yuan »
Jl. Kemenangan III No. 13 (Petak 9), Glodok, yang merupakan salah satu kelenteng tertua di wilayah ibu kota.

Kelenteng Hok Tek Tjeng Sin (Vihara Amurva Bhumi) »
Lokasinya berada di sebuah gang di Jl. Prof.Dr.Satrio No.2 (Jl. Casablanca), Setiabudi.

Kelenteng Chen Shi Zu Miao
Jl. Blandongan 97, dekat Jin De Yuan, dibangun pada 1757, dengan tuan rumah Chen Yuan-guang.

Kelenteng Di Cang Yuan (Vihara Tri Ratna)
Jl. Lautze No. 64, dibangun pada 1789 untuk menghormati Dewa Raja Neraka. Ada prasasti bertahun 1761.

Kelenteng Han Thian Siang Tee
Jl. Palmerah Barat 5, bersebelahan dengan Pasar Palmerah, yang telah berdiri sejak abad ke-18; ada kubur dua pemuka muslim.

Klenteng Kong Miao »
Taman Mini Indonesia Indah, Jl. Raya Taman Mini, Jakarta Timur

Kelenteng Li Tie Guai
Jl. Perniagaan yang dibangun pada 1812, oleh perserikatan ahli obat-obatan Cina saat terjadi pergantian kekuasaan antara Belanda dan Inggris.

Kelenteng Lu Pan Bio
Jl Pinangsia I No 47, Glodok, dibangun pada 1842 oleh orang-orang pertukangan perantauan yang berasal dari daerah Guangdong Cina.

Kelenteng Nan Jing Miao
Gang Lamceng, Perniagaan Barat, diakses dari Jalan Tambora 8 di sisi kiri Kali Opak, dibangun kapitan Tee Liang Hoey pada 1824.

Kelenteng Sin Tek Bio (Vihara Dharma Jaya) »
Di daerah Pasar Baru sehingga dikenal sebagai Kelenteng Pasar Baru, berdiri sejak 1698, akses dari gang antara Plasa Metro Atom dan toko jamu Nyonya Meneer.

Kelenteng Toa Se Bio (Vihara Dharma Jaya)
Jl. Kemenangan III No.48, yang dibangun pada 1751, setelah dibakar Belanda pada peristiwa pembantaian 1740; ada pula prasasti berangka tahun 1752.

Kelenteng Wan Jie Si (Kelenteng Kubur Batu)
Jl. Lautze No.38, dengan gaya asitektur art deco yang semula merupakan rumah Fredrik Julius Coyet yang didirikan pada 1736.

Kelenteng You Mi Hang
Jl. Pejagalan, Pakojan, Tambora, semula merupakan klenteng persekutuan pedagang minyak dan beras Pasar Pagi, dibangun pada 1823, dipindahkan akhir abad ke-19.

Terkait Kelenteng di Jakarta
Tempat Wisata di Jakarta, Peta Wisata Jakarta, serta Hotel Jakarta