Taman Purbakala Cipari Kuningan

Seingat saya Taman Purbakala Cipari di Kuningan tidak masuk ke dalam daftar kunjung, namun supir mobil sewaan yang membawa kami sampai ke tempat itu. Memang hampir selalu ada saja satu dua kejutan menyenangkan ketika berkunjung ke suatu daerah, karena tidak semua tempat sudah bisa diketahui sebelumnya.

Seorang pejalan akan merasa sangat beruntung ketika diantar oleh supir yang memahami benar apa yang diinginkan oleh penumpangnya. Namun tak jarang pula apa yang dicari justru terlewatkan atau tak diketemukan.

Area parkir Taman Purbakala Cipari Kuningan boleh dikatakan lumayan luas, dengan warung dan rumah penduduk di sisi kanannya. Pepohonan besar dan rimbun ada di sebelah kiri yang juga merupakan bagian depan situs ini. Tak ada penjaga, mungkin karena bukan akhir pekan.

taman purbakala cipari kuningan
Tengara yang berada di sebelah kanan gerbang masuk Situs Taman Purbakala Cipari berbunyi “Site Museum Taman Purbakala Cipari Kabupaten Kuningan”. Taman Purbakala Cipari adalah situs peninggalan komunitas purba yang diperkirakan hidup di jaman megalitikum di daerah Paparan Sunda.

Sebelum terendam air dan terpisah-pisah sekitar 10.000 tahun yang lalu, pulau-pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan dan pulau-pulau kecil di sekelilingnya adalah berupa sebuah daratan utuh, yang dikenal sebagai Paparan Sunda.

Gerbang masuk Taman Purbakala Cipari Kuningan dibuat dari susunan batu tipis yang ditata rapi. Sebuah tugu tanpa tulisan tampak diletakkan di tengah-tengah, dikelilingi susunan batu kuno dalam posisi tegak serta batu menhir di kiri kanan gerbang.

Tanah yang sekarang menjadi Taman Purbakala Cipari ini sebelumnya adalah milik penduduk setempat yang bernama Wijaya serta milik beberapa warga lainnya. Pada tahun 1971 Wijaya menemukan batuan di tanah miliknya yang mirip dengan batuan yang pernah di pamerkan di Gedung Paseban Tri Panca Tunggal di Cigugur. Penggalian pendahuluan oleh Djati Kusuma menghasilkan temuan peti kubur batu, kapak batu, gelang batu dan gerabah.

taman purbakala cipari kuningan
Menhir berukuran sangat besar, dengan lekuk batu yang meyerupai urat-urat yang kokoh, berada di bagian sebelah kiri Taman Purbakala Cipari.

Menhir biasanya diletakkan di tempat tinggi untuk menghormati orang mati maupun yang masih hidup. Menhir dipercaya sebagai medium penghormatan sekaligus tempat singgah roh nenek moyang ketika mereka datang.

Susunan batu-batu purba dalam posisi tegak tersebar pada ruangan terbuka di Taman Purbakala Cipari Kuningan. Menhir dalam jumlah yang cukup banyak, dalam berbagai ukuran dan bentuk, tertebar di sana-sini.

Di ujung kanan situs terdapat altar batu berundak dengan batu Menhir berukuran besar di tengahnya, yang biasanya dipakai sebagai tempat upacara pemujaan arwah nenek moyang. Di tempat itu juga terdapat Dolmen, yaitu batu lebar menyerupai meja yang di topang beberapa batu lain yang digunakan sebagai tempat pemujaan dan tempat untuk menyimpan sesaji.

Satu hal yang menyulitkan pengunjung adalah ketiadaan tulisan di Taman Purbakala Cipari yang memberi penjelasan tentang masing-masing temuan purbakala yang berada di taman. Tanpa tulisan itu, benda-benda koleksi Taman Purbakala Cipari yang berada di taman menjadi kurang bermakna ketika tidak ada pemandu wisata yang bisa menemani.

taman purbakala cipari kuningan
Susunan batu tipis melingkar di latar belakang, serta sebuah area berbentuk lingkaran dengan batu dakon di tengah-tengahnya. Susunan batu berbentuk lingkaran itu disebut Batu Temu Gelang, yang diperkirakan merupakan tempat upacara untuk menghormati arwah nenek moyang, serta tempat upacara dan musyawarah warga.

Peti kubur batu ada di bagian tengah kompleks Taman Purbakala Cipari. Di dalam dan di sekitar peti kubur batu ini ditemukan juga potongan-potongan periuk, kendi, piring, gelang batu, kapak perunggu, manik-manik serta tulang hewan. Peti kubur batu ini terbuat dari batuan andesit yang berbentuk seperti sebuah trapesium.

Peti kubur batu ini semula terbenam di bawah tanah sebelum akhirnya dikeluarkan dan diletakkan di atas area terbuka Taman Purbakala Cipari. Penemuan peti kubur batu oleh Djati Kusuma inilah yang di laporkan ke Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional di Jakarta, dan kemudian dilakukan penggalian pada tahun 1972 dan 1975.

Di ujung kanan area terdapat bangunan Museum Taman Purbakala Cipari yang tampak sudah mulai menua. Sayang sekali pintu museum terkunci ketika kami berada di sana, dan tidak ada nomor telepon petugas yang bisa dihubungi.

Di dalam museum Taman Purbakala Cipari ini kabarnya disimpan temuan kapak batu, gelang batu yang terbuat dari batuan kalsedo dan kuarsa, kapak perunggu, gerabah yang masih utuh maupun potongan-potongannya, lumpang batu, batu obsidiaan, dan benda-benda temuan lainnya.

Taman Purbakala Cipari berada di kaki Gunung Ceremai dengan ketinggian 661 meter di atas permukaan laut. Situs ini dibangun pada tahun 1976 dan diresmikan pada 23 Februari 1978 oleh menteri Pendidikan dan Kebudayaan ketika itu. Luas Taman Purbakala Cipari Kuningan mencapai 7.000 m2, dengan luas taman 2.500 m2 yang dikelilingi tembok batu setinggi 2 m.

Foto Taman Purbakala Cipari selengkapnya: 4.Gerbang Masuk 5.Halaman Depan 6.Tugu 7.Pohon Rindang 8.Pintu 9.Menhir 10.Situs 11.Lingkaran Batu 12.Trek 13.Tertinggi 14.Menhir Terbesar 15.Lorong Jalan 16.Menjulang 17.Kubur Batu 18.Terkubur 19.Peti Kubur 20.Batu Temu Gelang 21.Dolmen 22.Pegunungan 23.Museum 24.Batu Pipih 25.Dinding Batu 26.Jalan Keluar 27.Batu Hitam

Taman Purbakala Cipari

Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur,
Kabupaten Kuningan
GPS: -6.962370, 108.469100

Terkait Taman Purbakala Cipari
Tempat Wisata di Kuningan, Peta Wisata Kuningan, Hotel di Kuningan

Bagi di FacebookTweetPrint!