Taman Purbakala Cipari Kuningan

Seingat saya situ megalitikum Taman Purbakala Cipari Kuningan tidak masuk ke dalam daftar kunjung, namun supir mobil sewaan yang membawa kami sampai ke tempat itu. Memang hampir selalu ada saja satu dua kejutan menyenangkan ketika berkunjung ke suatu daerah, karena tidak semua tempat sudah bisa diketahui sebelumnya.

Seorang pejalan akan merasa sangat beruntung ketika diantar dan ditemani oleh supir setempat yang memahami benar apa yang diinginkan oleh penumpangnya. Namun tak jarang pula apa yang dicari justru terlewatkan atau tak diketemukan. Kunjungan tak terencana seperti ke Taman Purbakala Cipari Kuningan ini tentunya menjadi bonus perjalanan yang menyenangkan.

Area parkir situs wisata ini boleh dikatakan lumayan luas, dengan sejumlah warung dan rumah penduduk agak sedikit jauh di sisi sebelah kanannya. Pepohonan besar dan rimbun terlihat berada di bagian sebelah kiri yang juga merupakan halaman depan situs purbakala ini. Tak ada penjaga di sana, mungkin karena waktu itu bukan akhir pekan.

taman purbakala cipari kuningan
Batu penanda nama tempat yang berada di sudut sebelah kanan gerbang masuk ke Situs Taman Purbakala Cipari Kuningan, berbunyi “Site Museum Taman Purbakala Cipari Kabupaten Kuningan”. Taman Purbakala ini adalah situs peninggalan komunitas masyarakat purba yang diperkirakan hidup pada jaman megalitikum di area yang dahulu menjadi bagian dari Paparan Sunda.

Sebelum terendam air laut yang kebanyakan kurang dari 50 meter, dan terpisah-pisah yang terjadi sekitar 10.000 tahun yang lalu, pulau-pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Madura, Bali dan pulau-pulau kecil di sekelilingnya adalah berupa sebuah daratan utuh yang sangat besar. Daratan yang dikenal sebagai Paparan Sunda itu meliputi area seluas 1,85 juta km2.

Kembali ke tempat wisata yang menarik ini, gerbang masuk ke situs dibuat dari susunan batu tipis yang ditata rapi. Tugu tanpa tulisan tampak diletakkan di tengah gerbang, dikelilingi susunan batu kuno dalam posisi tegak serta batu menhir di kiri kanan gerbang. Sesuai namanya, Jaman Batu Besar, maka kehidupan masa itu berputar sekitar budaya batu.

taman purbakala cipari kuningan
Sebuah batu Menhir yang berukuran sangat besar, dengan lekuk yang meyerupai urat-urat yang kokoh, berada di bagian sebelah kiri Taman Purbakala Cipari. Menhir biasanya diletakkan di tempat tinggi untuk menghormati orang mati maupun yang hidup. Menhir dipercaya sebagai medium penghormatan dan tempat singgah roh nenek moyang ketika mereka datang.

Susunan batu purba tersebar di ruangan terbuka. Menhir berbagai ukuran dan bentuk juga ada banyak. Di ujung kanan terdapat altar batu berundak dengan Menhir besar di tengahnya, tempat upacara pemujaan arwah nenek moyang. Di tempat itu juga ada Dolmen, meja batu tempat pemujaan dan tempat menyimpan sesaji.

Satu hal yang menyulitkan pengunjung adalah ketiadaan tulisan yang memberi penjelasan tentang masing-masing temuan purbakala yang berada di taman. Tanpa tulisan itu, benda-benda koleksi Taman Purbakala Cipari yang berada di taman menjadi kurang bermakna ketika tidak ada pemandu wisata yang bisa menemani.

taman purbakala cipari kuningan
Menhir di puncak tatanan batu di ujung sana merupakan salah satu titik tertinggi yang ada di area Taman Purbakala Cipari Kuningan. Ada undakan untuk naik ke atas tatanan batu. Di latar depan adalah lingkaran dengan tatanan batu di pinggirannya dengan batu dakon di tengahnya, dahulu digunakan sebagai tempat pemujaan dan pertemuan dan disebut Batu Temu Gelang.

Lokasi obyek wisata ini berada di kaki Gunung Ceremai dengan ketinggian 661 mdpl. Situs ini dibangun pada 1976 dan diresmikan pada 23 Februari 1978 oleh menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu. Luas Taman Purbakala Cipari Kuningan mencapai 7.000 m2, dengan luas taman 2.500 m2 yang dikelilingi tembok batu setinggi 2 m.

Tanah di kawasan Taman Purbakala Cipari ini sebelumnya milik Wijaya serta beberapa warga lainnya. Pada 1971 Wijaya menemukan batuan di tanahnya ini yang mirip batuan yang pernah di pamerkan di Paseban Tri Panca Tunggal. Penggalian pendahuluan oleh Djati Kusuma menghasilkan temuan berupa peti kubur batu, kapak batu, gelang batu dan gerabah.

taman purbakala cipari kuningan
Susunan batu tipis berdiri tegak melingkar terlihat di latar belakang, serta di latar depan adalah area berbentuk lingkaran dengan batu dakon di tengah-tengahnya. Susunan batu berbentuk lingkaran itu disebut sebagai Batu Temu Gelang, yang diduga merupakan tempat upacara untuk menghormati arwah nenek moyang, serta tempat musyawarah warga.

Peti kubur batu ada di bagian tengah situs. Di dalam dan di sekitar peti kubur batu ini ditemukan juga potongan peninggalan berupa periuk, kendi, piring, gelang batu, kapak perunggu, manik-manik serta tulang hewan. Peti kubur batu ini terbuat dari batuan andesit yang berbentuk seperti sebuah trapesium.

Peti kubur batu ini semula terbenam di bawah tanah sebelum akhirnya dikeluarkan dan diletakkan di atas area terbuka. Penemuan peti kubur batu oleh Djati Kusuma inilah yang kemudian dilaporkan ke Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional di Jakarta, dan selanjutnya dilakukan kegiatan penggalian pada tahun 1972 dan 1975.

Di ujung kanan area terdapat Museum Taman Purbakala Cipari Kuningan. Sayang saat kami datang ternyata pintunya terkunci, dan tidak ada nomor telepon petugas yang bisa dihubungi. Di museum itu disimpan kapak batu, gelang batu dari batuan kalsedo dan kuarsa, kapak perunggu, gerabah utuh maupun potongannya, lumpang batu, batu obsdiaan, dan temuan lainnya.

Galeri Foto: 05 s/d 27
Taman Purbakala Cipari Kuningan, Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. GPS -6.962370, 108.469100. Jam Buka Senin s/d Jumat 08.00 – 16.00. Sabtu 08.00 – 14.00. Harga tiket masuk gratis. Tempat Wisata di Kuningan, Peta Wisata Kuningan, Hotel di Kuningan.
Bambang Aroengbinang

Tulisan Yang Mungkin Anda Suka