Situs Prasasti Kubu Rajo Tanah Datar

Situs Prasasti Kubu Rajo saya kunjungi selepas dari Danau Singkarak. Sebuah kunjungan bonus yang sangat menyenangkan, karena selain hari sudah mulai sore, saya pun tidak tahu sebelumnya bahwa ada prasasti di sekitar Batusangkar.

Ketika masih di Danau Singkarak, Edi Reflan menawarkan untuk membawa kami menyusur tepian Danau Singkarak menuju Solok, dan masuk ke Kota Sawahlunto dari arah sana. Namun saya menolaknya, dengan pertimbangan jarak dan waktu. Mestinya itu akan menjadi perjalanan yang menyenangkan, karena bisa menikmati pemandangan Danau Singkarak sepenuhnya, sampai matahari tenggelam.

Dalam perjalanan meninggalkan Danau Singkarak itulah saya meminta Edi Reflan membawa kami ke tempat menarik di sekitar Batusangkar, sebelum kembali ke Sawahlunto dimana kami menginap, dan ia pun kemudian membawa kami ke Situs Prasasti Kubu Rajo ini.

Situs Prasasti Kubu Rajo
Papan penanda Situs Prasasti Kubu Rajo, yang berada di tepian jalan di Nagari Lima Kaum, Kecamatan Lima Kaum, Tanah Datar, pada GPS -0.46115, 100.57110

Situs Prasasti Kubu Rajo
Papan penanda lainnya yang memberi penjelasan singkat mengenai Situs Prasasti Kubu Rajo I dan II.

Situs Prasasti Kubu Rajo
Ketika masuk ke dalam kawasan situs, saya berbelok ke kiri terlebih dahulu, menuju ke Situs Prasasti Kubu Rajo I, melalui jalanan berundak berlumut, melintasi sebuah pohon beringin yang sangat besar dan terlihat tua.

Situs Prasasti Kubu Rajo
Sulur-sulur pohon beringin yang terlihat cukup menyeramkan, terutama menjelang petang hari. Situs Prasasti Kubu Rajo ini memang terkesan angker.

Situs Prasasti Kubu Rajo
Kesan angker ini diperkuat dengan adanya beberapa makam tua di sepanjang tepi lintasan jalan menuju ke Situs Prasasti Kubu Rajo I.

Situs Prasasti Kubu Rajo
Situs Prasasti Kubu Rajo I yang berada di dalam sebuah cungkup beratap gonjong yang terlihat mulai menua.

Situs Prasasti Kubu Rajo
Situs Prasasti Kubu Rajo I berukuran 1,08 x 30 x 10 cm ini terbuat dari batupasir yang disambung. Situs Prasasti Kubu Rajo I ditemukan pada 1877 dan didaftarkan oleh N.J. Krom dalam “Inventaris der Oudheden in de Padangsche Bovenlanden” (OV 1912:41).

Prasasti Kubu Rajo I merupakan peninggalan Adityawarman, ditulis dengan huruf Jawa Kuno dalam bahasa Sanskerta, dan terdiri atas 16 baris, yaitu:
Om mamia viragara
Advayavarmma
mputra Kanaka
medinindra
sukrta a vila
bdha kusalaprasa
//dhru//maitri karu
na a mudita u
peksa a//yacakka
janakalpatarurupa
mmadana//a??adi
tyavarmma mbhupa kulisa
dharavangsa/o/pra
tiksa avatara
srilokesvara
deva//mai(tra).

yang ditafsirkan: Om mamia viragara (sapaan dalam agama Budha), Dengan ikhlas Putra Adwayawarman, penguasa bumi emas; Dia yang telah menerima hasil dari jasanya; Yang teguh dan penuh dengan belas kasih, yang sabar dan menenangkan; Yang murah hati bagaikan kalpataru yang memenuhi semua keinginan; Adityawarman raja dari keluarga Indra; Reinkarnasi dari Sri Lokeswara; Dewa yang penuh cinta kasih.

Batu Prasasti Kubu Rajo I ini sempat hilang pada 1987, namun bisa ditemukan kembali setahun kemudian. Batu tegak di sebelah kiri terlihat seperti sebuah lingga.

Situs Prasasti Kubu Rajo
Situs Prasasti Kubu Rajo II, berada di sebelah kanan pintu masuk ke kompleks situs, yang juga disimpan di bawah bangunan beratap gonjong.

Situs Prasasti Kubu Rajo
Inilah Prasasti Kubu Rajo II, yang disebut juga Prasasti Surya, karena hurufnya dipahat di sekeliling pahatan matahari yang dibuat di tengah batu. Pahatan matahari ini dilengkapi pahatan empat persegi di dalam lingkaran, dan empat bajra (kilat) di luar lingkaran.

Prasasti Kubu Rajo II ditulis pada permukaan batu andesit hitam keabuan, dengan huruf Jawa Kuno berbahasa campuran Jawa Kuno dan Sanskerta, tinggi 145 cm, lebar 93 cm, dan tebal 84 cm.

Tulisan di kiri, kanan dan bawah lingkaran sudah aus, sedangkan tulisan di atas lingkaran masih cukup baik, namun tidak cukup untuk menangkap arti keseluruhan prasasti ini.

Kata yang masih bisa dibaca adalah “rama” (ketua desa, bisa berarti lain bergantung konteks), “puri” dan “sthana” (peristirahatan di istana), dan “srima” (penggalan kata sri maharaja). Tulisan lainnya tidak bisa dibaca lagi.

Prasasti Kubu Rajo II ini tidak berangka tahun, namun diperkirakan dari masa Adityawarman, berdasarkan perbandingan paleografis dengan prasasti lain yang berangka tahun, serta dua buah batu di kiri kanannya yang berunsur candra sangkala.

Situs Prasasti Kubu Rajo
Batu Kura-Kura di sebelah kanan Prasasti Kubu Rajo II, yang dilukis dengan kepala di bawah, berbadan segi enam, lingkaran di tengah badan, ekor di atas, dan dua garis lengkung mengapit ekor.

Lingkaran di tengah melambangkan surya yang bernilai 12, badannya bernilai 6, dan kepalanya bernilai 1, sehingga tersusun angka 1261 Saka, atau 1339 M, yang merupakan angka tahun tertua dari semua prasasti Adityawarman. Prasasti Adityawarman yang dipahatkan pada Arca Manjusri di Candi Jago, Jawa Timur, berangka tahun 1343 M.

Share on FacebookTweetPrint!

This entry was tagged