Siwa Bhairawa Pura Kebo Edan Gianyar Bali

Lokasi Pura Kebo Edan sebenarnya terletak hanya beberapa meter saja dari tepi jalan di Pejeng, Gianyar, namun akses masuk ke dalam pura harus dicapai dengan menyusur tembok samping sejauh beberapa puluh meter ke arah belakang. Nama Pura Kebo Edan terkesan unik, seunik arca-arca tua yang tersimpan di dalam lingkungan Pura Kebo Edan yang cukup luas ini.

pura kebo edan
Papan nama Pura Kebo Edan di tepi Jl Raya Pejeng yang ditulis dengan huruf Latin dan huruf Bali, yang juga mengindikasikan bahwa Pura Kebo Edan merupakan Bangunan Cagar Budaya.

pura kebo edan
Arca Siwa Pura Kebo Edan dalam bentuk Bhairawa yang tengah menari di atas mayat dengan belitan ular pada kakinya, mukanya rata dan kemaluan (yang tertutup tempat sesaji) seperti bergoyang. Arca yang merupakan peninggalan abad XIII ini disebut sebagai arca Kebo Edan oleh penduduk setempat. Arca Bhairawa setinggi 3,6 m ini telah diperbaiki oleh Kantor Suaka Purbakala Bali pada 1952.

pura kebo edan
Patung kerbau Pura Kebo Edan di sebelah kiri dalam posisi rebah dengan kepala menengok ke sebelah kanan ke arah Arca Siwa (mungkin dari sini nama Kebo Edan berasal), dan di sampingnya terdapat sebuah patung kuno dengan kaki berhias tengkorak dan tangannya memegang semacam wadah.

pura kebo edan
Beberapa buah peninggalan di Pura Kebo Edan berupa patung, sebagian rusak, serta batu-batu bulat dan batu berukir tengkorak. Salah satu patung yang utuh berwajah raksasa dengan hiasan telinga yang bersambung sebagai hiasan dada, pada bawah perutnya terdapat bentuk yang mirip seperti bentuk pada Arca Siwa, atau Arca Kebo Edan.

pura kebo edan
Sebuah bangunan pemujaan Pura Kebo Edan dengan sepasang ukiran naga batu bermahkota dan bersayap, serta payung berjumbai berwarna kuning dan putih. Di sebelah kirinya agak jauh di belakang terdapat sebuah candi dengan bentuk mengerucut ke atas, dengan sebuah payung putih di puncaknya.

pura kebo edan
Bagian bawah candi Pura Kebo Edan, dengan sepasang ular naga bermahkota berbadan langsing, sepasang raksasa bersayap, serta arca empat dewa (dua tidak terlihat) yang masing-masing memegang benda yang berbeda. Pada puncak candi juga terdapat sepasang arca naga lagi.

pura kebo edan
Sebuah pelinggih Pura Kebo Edan dengan batu hitam berbentuk agak bulat di dalamnya, yang dijaga sepasang raksasa bermahkota susun dan bersayap. Ukiran pada puncak atap pelinggih terlihat unik dan indah.

pura kebo edan
Pemangku Pura Kebo Edan tengah meletakkan sesajian di salah satu pelinggih. Pada pelinggih di sebelah kiri terdapat arca Ganesha yang sebagian ukirannya telah rusak.

pura kebo edan
Beberapa bale di bagian sebelah kiri Pura Kebo Edan, dan ruang terbuka di bagian tengahnya.

pura kebo edan
Punggung arca Siwa Pura Kebo Edan dengan rambut ikal tergerai sampai bawah bahu.

Adanya Pura Kebo Edan memberi petunjuk bahwa ajaran Hindu Tantrayana juga berkembang di Bali, yang berasal dari Kerajaan Kediri saat Raja Kertanegara berkuasa pada abad ke-13. Raja Kertanegara, seorang penganut Hindu Tantrayana, mengangkat Kebo Parud sebagai wakilnya di Bali.

Pura Kebo Edan

Desa Pejeng, Tampaksiring
Gianyar, Bali
GPS: -8.51792, 115.29275

Terkait Pura Kebo Edan
Hotel di Bali, Tempat Wisata di Gianyar, Tempat Wisata di Bali

Share on Facebook ~ Tweet ~ Print This! ~ Share via Email