Puja Mandala Nusa Dua Bali

Puja Mandala adalah sebuah kompleks tempat bangunan peribadatan indah di kawasan Nusa Dua, Badung, Bali. Lokasi Puja Mandala berada di tepi kanan jalan arah menuju Hotel STP (Sekolah Tinggi Pariwisata). Kompleks Puja Mandala ini mengingatkan saya akan Bukit Kasih Minahasa.

Bedanya adalah tidak memerlukan usaha berat untuk mengunjungi Puja Mandala, namun karena itu pemandangan Bukit Kasih menjadi lebih indah ketimbang Puja Mandala. Bagaimana pun Puja Mandala memiliki bangunan rumah peribadatan dengan detail sangat mengesankan.

Bangunan Masjid Agung Ibnu Batutah ada pada bagian paling kiri, beratap tumpang susun, khas bangunan Masjid Jawa. Ibnu Batutah adalah pengembara Maroko dengan catatan perjalanan dunia terlengkap dari abad ke-14, melintasi jarak 120.000 km sepanjang dunia kaum Muslim, mencakup 44 negara modern.

mandala1
Bangunan Gereja Katolik Bunda Maria Segala Bangsa di Puja Mandala, tepat di sebelah Masjid Agung Ibnu Batutah, dengan menara tunggal, dinding depan gevel mengikuti bentuk atap dan bagian belakang atap tumpang.

mandala2
Bangunan Wihara Budhina Guna Puja Mandala dengan ornamen cantik berwarna putih dan keemasan. Wihara ini tampak anggun dan mewah. Pengerjaan patung dan ornamennya terlihat sangat halus dan detail. Ada relief Buddha, sepasang patung ksatria serta sepasang patung naga indah, patung gajah putih dengan detail ornamen mewah dan sangat halus..

Lingkaran sekeliling relief Buddha itu berjumlah delapan, tampaknya melambangkan ajaran Buddha bahwa agar terlepas dari penderitaan maka manusia harus melalui Jalan Utama Berunsur Delapan Sradha atau iman, yaitu Percaya yang benar (Samma ditthi), Maksud yang benar (Samma sankappa), Kata-kata yang benar (Samma vaca), Perbuatan yang benar (Samma kammanta), Hidup yang benar (Samma ajiva), Usaha yang benar (Samma vayama), Ingatan yang benar (Samma sati), serta Semedi yang benar (Samma samadhi)

Di sebelahnya terdapat bangunan Gereja Kristen Protestan Bukit Doa dengan sentuhan ornamen lokal cukup kental. Jika Masjid Agung Ibnu Batuta, Gereja Katolik Bunda Maria Segala Bangsa, dan Gereja Kristen Protestan Bukit Doa mulai dibangun pada 1994 dan diresmikan 1997, maka Wihara Budhina Guna selesai dibangun pada 2003, dan Pura Jagat Natha Nusa Dua selesai dibangun paling akhir.

mandala3
Di ujung paling kanan terdapat Bangunan Kori Agung Pura Jagat Natha Nusa Dua dengan sebuah tengara nama berhias ornamen Kala. Pada pintu Kori Agung juga terdapat Kala makara. Kala makara paling besar dibuat dengan sepasang tangan berkuku panjang, yang tidak lazim dijumpai pada candi-candi Jawa.

Saat itu seorang pria tengah bersamadi dan berdoa di kaki bangunan utama Pura berbentuk candi terbuat dari batuan putih, dengan sepasang naga kiri kanan undakan, sepasang lagi di bagian atas, dan beberapa buah arca menghias bangunan candi.

Puja Mandala menjadi simbol pentingnya kedekatan antar umat beragama, setidaknya secara fisik, agar hidup berdampingan tanpa saling mengganggu. Meyakini kepercayaan sudah menjadi kewajaran, dan meyakini kepercayaannya paling benar juga wajar. Namun, tampaknya hanya jika hubungan manusia dengan Tuhannya baik, maka baik pula hubungannya dengan orang lain, apa pun kepercayaan orang lain itu.

Foto Puja Mandala Nusa Dua berikutnya: 4.Masjid Agung Ibnu Batutah 5.Wihara Budhina Guna Puja Mandala 6.Relief Buddha 7.Naga 8Gajah Putih 9.Gereja Kristen Protestan Bukit Doa 10.Menara 11.Tengara 12.Kori Agung 13.Kala 14.Sembahyang 15.Bagian Tengah 16.Candi Utama 17.Stana 18.Kala

Puja Mandala

Desa Bualu, Kecamatan Kuta Selatan
Badung, Bali
GPS: -8.80078, 115.21379

Terkait Puja Mandala
Hotel di Bali, Hotel di Kuta, Tempat Wisata di Badung, Tempat Wisata di Bali. Tulisan lain tentang Puja Mandala ada di sini.

Share on FacebookTweetPrint!

This entry was tagged