Prasasti Batu Dakon Bogor

Prasasti Batu Dakon, yang disebut juga Prasasti Batu Congklak atau Prasasti Kebon Kopi 2, saya kunjungi dengan berjalan kaki dari Prasasti Ciaruteun karena menurut informasi jaraknya dekat saja. Setelah sempat bertanya, sampailah saya ke lokasi prasasti yang berjarak 20 meter dari tepi jalan, di dalam sebuah cungkup diantara rumah penduduk.

Cungkup Prasasti Batu Dakon berbentuk kotak dengan dua dinding tertutup, dan dua sisanya terbuka separuh di bagian atasnya. Ada pagar besi setinggi separuh tembok namun tidak terkunci, sehingga saya bisa masuk ke dalamnya tanpa kesulitan. Tak ada penjaga, dan tak ada yang mendekat ketika saya berada di sana, hingga pergi.

Di dalam cungkup Prasasti Batu Dakon terdapat dua buah batu dakon, dan tiga buah menhir kecil. Salah satu batu berbentuk tidak beraturan dan kasar dengan lubang berjumlah belasan berukuran besar kecil. Sedangkan batu dakon yang kedua berbentuk lebih teratur dan halus serta terbuat dari batu hitam yang teksturnya terlihat lebih baik.

prasasti batu dakon bogor
Batu Dakon di sebelah bawah memiliki lubang yang halus dan sebagian cukup dalam, sebagian besar lainnya berbagai berukuran lebih kecil dan lebih dangkal. Melihat bentuknya, batu ini tampaknya sangat sering digunakan, sehingga permukaan batu dan lubangnya halus. Terdapat dua garis guratan memanjang di sisi sebelah kiri batu dakon ini.

Tepat di samping batu dakon yang halus itu ada sebuah batu menhir halus yang melengkung di bagian atasnya. Di sebelahnya adalah batu dakon yang permukaan dan lubang-lubangnya lebih kasar. Prasasti Batu Dakon merupakan peninggalan kebudayaan dari jaman megalitikum, jauh sebelum pengaruh kebudayaan Hindu masuk ke wilayah Nusantara.

prasasti batu dakon bogor
Batu Dakon yang bentuknya permukaannya kasar dan tidak beraturan, dengan tiga buah batu menhir di dekatnya. Pada puncak batu menhir yang berukuran kecil terdapat lekukan halus yang menyerupai lekukan lutut kaki manusia. Pada permukaan batu yang lebih besar di sebelah kanan juga terdapat lekukan yang agak memanjang di puncaknya.

Prasasti Kebon Kopi 2 ini disebut Prasasti Batu Dakon atau Prasasti Batu Congklak karena adanya lubang-lubang bundar yang ada pada batu-batu itu menyerupai lubang yang ada pada permainan congklak atau dakon. Permainan tradisional ini sampai sekarang masih bisa dijumpai dan dimainkan oleh anak-anak, selain juga digunakan sebagai pajangan.

prasasti batu dakon bogor
Penampakan pada seluruh batu yang ada Prasasti Batu Dakon. Meskipun tidak ada sama sekali tulisan pada batu-batu itu, namun lekukan pada batu dakon merupakan tengara kebudayaan megalitikum yang diperkirakan sebagai tempat meletakkan sesaji, serta sistem penanggalan kuno bernama Kolonjer yang masih dijumpai pada masyarakat Baduy, Banten.

Menhir yang lazimnya berupa batu berukuran besar panjang dan berdiri tegak diperkirakan digunakan sebagai simbol pada ritual penyembahan arwah leluhur. Ini berbeda dengan Prasasti Kebon Kopi atau Prasasti Tapak Gajah yang berupa torehan tapak kaki gajah Airawata tunggangan Batara Indra, yang dibuat sekitar tahun 400 M pada masa Tarumanegara.

Lokasi Prasasti Batu Dakon ini masih di tempat dimana mereka ditemukan. Dengan adanya cungkup, Prasasti Batu Dakon ini memang lebih terlindung, namun lingkungannya menjadi kering dan gersang, karena tidak ada pemandangan hijau di dalamnya yang menyejukkan. Bentuk cungkupnya pun tampak kurang menarik dan terkesan seadanya.

Prasasti Batu Dakon selengkapnya: 4.Lekuk 5.Sesaji 6.Menhir 7.Cungkup 8.Patah

Prasasti Batu Dakon

Desa Ciaruteun Hilir, Kecamatan Cibungbulang, Bogor (Peta)
Prasasti Tapak Gajah (200 m) . Prasasti Ciaruteun (100 m) . Tempat Wisata di Bogor. Peta Wisata Bogor . Hotel di Bogor . Bogorkab

Tag: .
Bagi lewat Facebook . Twitter . Google+1 . Email . Print!
Bambang Aroengbinang
Tentang Penulis
Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, sekarang tinggal di Jakarta. Pejalan musiman yang senang pergi ke situs dan tempat bersejarah. Menyukai daratan dan pegunungan ketimbang laut. Lihat tulisan Bambang Aroengbinang lainnya.

7 Travelog Acak:

.