Pantai Marunda Jakarta

Pantai Marunda letaknya sangat dekat dengan Cagar Budaya Masjid Al-Alam Marunda yang merupakan salah satu masjid tertua Jakarta. Dari tempat parkir kendaraan, jika ke kiri menuju ke masjid maka jika lurus ke depan akan mengarah ke tepian Pantai Marunda.

Pantai Marunda lokasinya berada dalam wilayah Kelurahan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Tempat parkir kendaraan untuk pengunjung Pantai Marunda berada pada posisi GPS -6.093820, 106.961230. Di tempat itu juga menjadi pangkalan ojeg dan ada sebuah warung sederhana yang menyediakan makanan dan minuman bagi pengunjung yang lewat.

pantai marunda jakarta utara
Ketika melintas Jalan Marunda Makmur dalam perjalanan menuju ke Pantai Marunda, terlihatlah pemandangan dari sebuah jembatan Sungai Tiram pada GPS -6.108579, 106.958028. Dari atas sungai terlihat puluhan perahu nelayan tengah sandar, di belakang sebuah perkampungan sangat sederhana.

Pantai Marunda juga terkesan sangat sederhana, dengan tanggul pantai yang tampaknya belum terlalu lama dibuat, bermutu asal jadi. Pantai Marunda tidak memiliki pasir hitam atau putih, karena bibir pantai langsung berbatasan dengan tanggul yang selain sebagai tempat duduk-duduk juga berfungsi sebagai penahan laju abrasi.

Susunan bambu dan kayu menjorok ke laut pada beberapa titik lokasi selain digunakan sebagai dermaga juga digunakan sebagai tempat pemancingan, duduk-duduk, atau pun sebagai tempat untuk turun bagi yang ingin mandi air laut tidak jernih itu. Kebersihan Pantai Marunda tampaknya memang masih menjadi barang langka.

pantai marunda jakarta utara
Seorang ayah muda tengah memomong kedua anaknya berenang-renang dengan menggunakan ban karet di Pantai Marunda yang kotor ini. Pantai Marunda memang merupakan sebuah pantai terbuka, tanpa dipungut bayaran untuk memasukinya, dan tampaknya karena itu warga kurang mampu harus menerima kondisi pantai sangat menyedihkan ini.

Di tempat yang sama sebelumnya seorang Ibu juga tampak tengah melihat anak-anak tengah bermain dekat sebuah kapal nelayan yang sedang merapat pada salah satu dermaga sederhana Pantai Marunda.

Selain panas, angin Pantai Marunda ini juga cukup keras, membuat permukaan air laut Pantai Marunda juga tidak henti-hentinya bergejolak. Beberapa perahu nelayan terlihat tengah sandar. Pada hari libur, perahu itu dipakai untuk menghantar pengunjung menyusur pantai dengan membayar beberapa ribu rupiah per orang.

pantai marunda jakarta utara
Beberapa orang tengah asik memancing dari dermaga bambu Pantai Marunda. Keadaan lingkungan Pantai Marunda ini sangat panas, tanpa ada peneduh publik sama sekali. Tidak pula ada pepohonan bisa melindungi pengunjung dari sengat matahari yang kejam.

Deretan rumah bambu beratap seng terlihat kumuh, yang juga digunakan sebagai warung makan bagi pengunjung yang berminat, menawarkan sajian makanan ikan laut dan kerang. Semoga saja kebersihan warung-warung makan ini cukup terjaga.

Sebenarnya rumah bambu sederhana pun jika ditata dengan baik bisa sedap dipandang mata. Saya sering bertanya-tanya sendiri, ke manakah mahasiswa sekolah arsitektur atau desain yang begitu banyak di Jakarta itu melakukan kuliah kerja nyata mereka?

Selain Cagar Budaya Masjid Al-Alam, tidak jauh dari Pantai Marunda yang panjangnya sekitar 1 km ini juga terdapat Benda Cagar Budaya lainnya, yaitu Rumah Si Pitung. Sebuah rumah panggung yang dikaitkan dengan keberadaan jawara Betawi yang sangat tersohor itu.

Foto Pantai Marunda berikutnya: 4.Mengawasi Anak 5.Memancing 6.Rumah Panggung 7.Sendiri 8.Perahu Nelayan 9.Warung 10.Sungai Tiram

Pantai Marunda

Kelurahan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara
GPS: -6.09306,106.96089 (lihat Peta)

Tidak ada tiket masuk

Akses
Ambil angkutan ke Terminal Bus Tanjung Priok, turun di terminal; lanjut naik Metromini U-23 ke Sungai Landak, Cilincing, turun di Sungai Landak; lanjut lagi naik Angkot 05 tujuan Bulakturi, turun Pantai Marunda.

Terkait Pantai Marunda
Tempat Wisata di Jakarta | Peta Wisata Jakarta | Hotel di Jakarta Utara

Share on FacebookTweetPrint!

This entry was tagged