Museum Pengkhianatan PKI Lubang Buaya, 1

Share . Tweet . Whatsapp . Google+1 . Print!

Museum Pengkhianatan PKI Lubang Buaya ada di Jl. Raya Pondok Gede, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, dekat Asrama Haji. Museum dikelola Pusat Sejarah TNI, dan instansi terkait, dengan koleksi ratusan benda bersejarah terkait peristiwa pemberontakan G30S-PKI.

Pintu gerbang tinggi menyambut pengunjung, dengan jalan masuk lebar serta pepohonan rindang. Pengunjung membayar karcis masuk sebesar Rp.2.500 per orang, baik dewasa maupun anak-anak, dengan karcis parkir bus Rp. 3.000, mobil sedan Rp. 2.000, sepeda motor Rp. 1.000.

Sampai di ujung jalan masuk terdapat halaman luas, dengan gedung museum ada di sebelah kanan. Saat memasuki gedung Museum Pengkhianatan PKI kita bisa melihat diorama rangkaian peristiwa terkait PKI yang terjadi sejak awal revolusi kemerdekaan sampai setelah meletusnya peristiwa G30S-PKI.

museum pengkhianatan pki lubang buaya1/25. Peristiwa Tiga Daerah
Diorama di Museum Pengkhianatan PKI Lubang Buaya Jakarta yang menggambarkan Peristiwa Tiga Daerah yang terjadi pada 4 November 1945. Setelah proklamasi dikumandangkan oleh Soekarno – Hatta, kelompok komunis bawah tanah mulai menyusupi ormas dan gerakan pemuda, seperti Angkatan Pemuda Indonesia (API) dan Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI).

Pada 8 Oktober 1945, AMRI Slawi yang dipimpin Sakirman dan AMRI Talang yang dipimpin oleh Kutil menangkapi dan membunuh sejumlah pejabat pemerintah. Lalu pada 4 November 1945, pasukan AMRI menyerbu Kantor Kabupaten dan Markas TKR di Tegal, namun gagal. Tokoh komunis lalu membentuk Gabungan Badan Perjuangan Tiga Daerah dengan tujuan merebut kekuasaan di wilayah Tegal, Brebes dan Pekalongan.

museum pengkhianatan pki lubang buaya2/25. Teror Gerombolan Ce’ Mamat
Ce’ Mamat adalah gembong komunis 1926, Ketua Komite Nasional Indonesia Serang. Ia menuduh pemerintah RI Banten sebagai kelanjutan kolonial, dan menghasut rakyat agar tidak percaya ke pejabat pemerintah. Pada 17 Oktober 1945 Ce’ Mamat membentuk Dewan Pemerintahan Rakyat Serang, merebut pemerintahan Karesidenan Banten, menyusun pemerintahan model Soviet.

Ce’ Mamat dan Laskar Gulkut melakukan teror, merampok, dan membunuh pejabat. Dengan alasan dipanggil presiden ketika Sukarno – Hatta ke Banten, Ce’ Mamat menjemput Bupati Lebak R. Hardiwinangun dari rumahnya di Rangkasbitung dan membawanya ke Panggarangan. Paginya, 9 Desember 1945, mereka menembak R. Hardiwinangun dan melempar mayatnya ke Sungai Cimancak.

museum pengkhianatan pki lubang buaya3/25. Tindak Kekerasan Pasukan Ubel-Ubel
Diorama Museum Pengkhianatan PKI tentang tindak kekerasan Pasukan Ubel-Ubel di Sepatan, Tangerang, pada 12 Desember 1945. Dimulai pada 18 Oktober 1945, Badan Direktorium Dewan Pusat pimpinan Ahmad Khairun dengan dukungan gembong komunis bawah tanah mengambil alih kekuasaan pemerintah RI Tangerang dari Bupati Agus Padmanegara.

Mereka membubarkan aparatur pemerintah desa sampai kabupaten, menolak mengakui pemerintah pusat, membentuk Laskar Hitam atau Laskar Ubel-Ubel karena berpakaian serba hitam memakai ikat kepala. Laskar Ubel-Ubel melakukan teror dengan merampok harta dan membunuh penduduk Tangerang dan sekitarnya, seperti Mauk, Kronjo, Kresek, Sepatan.

Pada 12 Desember 1945, dibawah pimpinan Usman, Laskar Ubel-Ubel merampok penduduk Desa Sepatan, melakukan pembunuhan, termasuk membunuh tokoh nasional Oto Iskandar Dinata di Mauk. Setidaknya ada 34 diorama di museum yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 1 Oktober 1992 ini.

museum pengkhianatan pki lubang buaya4/25. Peristiwa Revolusi Sosial Langkat
Diorama Museum Pengkhianatan PKI Lubang Buaya tentang revolusi sosial Langkat pada 9 Maret 1946. Berdirinya Republik Indonesia belum diterima sepenuhnya oleh kerajaan-kerajaan Sumatera Timur. Ketidakpuasan rakyat yang menuntut penghapusan kerajaan dimanfaatkan PKI serta Pesindo untuk mengambil alih kekuasaan secara kekerasan.

Revolusi sosial dimulai pada 3 Maret 1946. Pembunuhan terjadi di Rantau Prapat, Sunggal, Tanjung Balai dan Pematang Siantar di hari itu. Pada 5 Maret 1946 Kerajaan Langkat resmi dibubarkan dan berada dibawah pemerintahan RI Sumatera Timur, namun pada malam 9 Maret 1946 massa PKI pimpinan Usman Parinduri dan Marwan menyerang Istana Sultan Langkat Darul Aman di Tanjung Pura. Istana diduduki massa PKI, beberapa keluarga Sultan dibunuh, Sultan beserta keluarganya dibawa ke Batang Sarangan.

Setelah keluar dari gedung museum terdapat Museum Monumen Pancasila Sakti, yang diresmikan pada 1 Oktober 1981. Di museum ini terdapat diorama rapat persiapan pemberontakan PKI, latihan sukarelawan PKI di Lubang Buaya (5 Juli – 30 September 1965), penculikan Men/pangad Letjen TNI A Yani, penganiayaan di Lubang Buaya (1 Oktober), pengamanan lanuma Halim Perdana Kusuma (2 Oktober), Pengangkatan Jenazah (4 Oktober), Proses Lahirnya Supersemar (11 Maret 1966), dan beberapa diorama lainnya.


Author: Bambang Aroengbinang
Kategori: Jakarta Timur. Tag: . . . Pos lalu: . Pos baru:

Share . Tweet . Whatsapp . Google+1 . Print!