Masjid Istiqlal Jakarta

Masjid Istiqlal Jakarta merupakan masjid agung terbesar di Jakarta, dan juga terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Meskipun demikian sangat jarang saya berkunjung ke masjid ini, dan lebih sering pergi ke masjid terdekat bila Jumatan atau pun saat Shalat Hari Raya. Jarak menjadi alasan utama, selain memang jarang lewat.

Saya tidak ingat kapan terakhir kali berkunjung ke Masjid Istiqal, namun sedikitnya lebih dari 10 tahun lalu Tidak ada yang tersisa dalam ingatan seperti apa dalamnya, dan karenanya setelah berkeliling ke beberapa tempat di wilayah Jakarta Utara, saya memutuskan mampir di masjid yang namanya berarti Masjid Merdeka ini.

Kami masuk melalui akses utama di sisi timur dengan melewati pos jaga yang berseberangan dengan gedung Gereja Katedral Jakarta. Area parkir Masjid Istiqlal cukup luas, memanjang beberapa lapis yang dinaungi oleh deretan pepohonan cukup rindang. Jarak dari area parkir ke serambi masjid sekitar 100 meter dengan berjalan kaki.

Ada lima pintu gerbang untuk masuk ke dalam area Masjid Istiqlal, beberapa diantaranya dihubungkan dengan jembatan yang melintang di atas Sungai Ciliwung. Gerbang masjid berada di sisi utara lewat pintu air dan Jalan Veteran, di sisi timur berseberangan Gereja Katedral, dan sisi tenggara-selatan lewat Jalan Perwira.

masjid istiqlal jakarta
Dari sebuah titik di selasar masjid, terlihat Menara Masjid Istiqlal yang tingginya mencapai 96,66 meter. Lokasi menara masjid berada di sebelah kiri bangunan utama, dengan tugu Monumen Nasional (Monas) tampak di latar belakang. Masjid Istiqal Jakarta lokasinya memang sangat dekat dengan Monas dan Istana Presiden.

Terdapat tujuh pintu masuk ke dalam Masjid Istiqlal, tiga diantaranya pintu utama, yaitu Al Fattah (Pembuka, timur laut, menghadap Gereja Katedral), As Salam (Kedamaian, utara, VIP) dan Ar Rozzaq (Rezeki, selatan). Sedangkan pintu masuk lainnya adalah Al Quddus (Kesucian), Al Malik (Raja, VVIP), Al Ghaffar (Ampunan), dan Ar Rahman (Pengasih).

Masjid Istiqlal dibangun di lokasi yang di jaman kolonial dikenal dengan nama Taman Wilhelmina. Bangunan utama masjid memiliki enam lantai, termasuk lantai dasar, dengan gaya arsitektur modern, berdinding dan berlantai marmer. Ornamen geometrik dari baja juga menghias bangunan yang bisa menampung jamaah lebih dari dua ratus ribu ini.

masjid istiqlal jakarta
Ruang utama Masjid Istiqlal Jakarta berbentuk segi empat berukuran besar dengan lantai berlapis karpet, sekaligus penanda shaf. Mihrab, sebuah lubang pada dinding depan yang menunjukkan arah kiblat (Mekah), dan mimbar dimana khotib berdiri memberikan khotbahnya, berada di bagian tengah dinding utama depan masjid.

Menempel pada dinding bagian kanan Masjid Istiqlal adalah kaligrafi logam keemasan yang berbunyi Allah, dan yang menempel pada dinding sebelah kiri berbunyi Muhammad. Terdapat kaligrafi Surah Thaha di tengah-tengah dinding. Kubah bundar di pusat bangunan masjid berdiameter 45 m, ditopang 12 pilar bulat yang ditutup pelat alumunium.

Di serambi masjid terdapat bedug berukuran besar yang dibuat dari batang Pohon Meranti Merah yang berusia 300-an tahun asal Pulau Kalimantan. Sedangkan di taman masjid di sisi barat daya terdapat kolam air mancur yang memancarkan air hingga setinggi 45 meter, yang dihidupkan hanya setiap hari Jumat dan pada hari-hari raya Islam.

masjid istiqlal jakarta
Bagian dalam kubah Masjid Istiqlal yang memiliki ornamen konsentrik repetitif terlihat sangat indah, dan ada tulisan kaligrafi Arab di sepanjang tepian lingkarannya. Lampu kristal di bagian tengah juga terlihat sangat elok, sangat serasi dengan garis dan warna ornamen pada langit-langit yang menjadi latar belakangnya.

Sebagaimana umumnya masjid, beberapa orang tampak sedang beristirahat setelah melaksanakan ibadah sholat di masjid ini. Masjid Istiqlal memang tidak pernah sepi dari pejalan yang mampir untuk berbagai keperluan, dari melakukan sholat sunnah, sholat wajib, dan kemudian sejenak menyepi dari kesibukan dan kebisingan kota.

Beberapa orang memilih suasana yang tidak terlalu ramai orang untuk sholat, yaotu di selasar di luar bangunan utama Masjid Istiqlal. Selasar masjid juga menjadi tempat yang sangat nyaman dan hening untuk sejenak beristirahat di sela kesibukan kerja, meski berbaring di dalam masjid biasanya dilarang oleh pengurus.

Masjid Istiqlal dirancang oleh Frederich Silaban, arsitek Kristen Protestan yang memenangkan lomba desain masjid pada 1955. Fondasi pertama diletakkan oleh Presiden Sukarno pada 24 Agustus 1961, dan pembangunannya memakan waktu 17 tahun dengan partisipasi berbagai umat beragama. Mendiang Presiden Suharto meresmikannya pada 22 Februari 1978.

Foto Masjid Istiqlal Jakarta selengkapnya: 4.Surat Thaha 5.Kubah Bundar 6.Kemuncak 7.Bagian Tengah 8.Pandangan Sudut 9.Selasar Masjid 10.Nyaman 11.Perlambang Menara 12.Kerukunan Beragama 13.Tengara Masjid 14.Keindahan Ruang

Masjid Istiqlal Jakarta

Jl. Taman Wijaya Kusuma, Pasar Baru, Kec Sawah Besar, Jakarta Pusat. Telp. 021-3500711 (lihat di Peta) . Tempat Wisata di Jakarta . Hotel di Jakarta Pusat

Tag:
Bagi via: Facebook . Twitter . Google+1 . Email . Print!
.