Makam Syekh Maulana Maghribi Cirebon

Penanda Makam Syekh Maulana Maghribi yang berada di tepian jalan tiba-tiba tertangkap oleh mata saya yang tengah jelalatan ketika sedang melaju di atas becak dalam perjalanan menuju Keraton Kacirebonan. Namun Makam Syekh Maulana Maghribi di Kota Cirebon ini saya kunjungi dalam perjalanan balik setelah mengunjungi Keraton Kacirebonan.

Dari gapura paduraksa yang ada di pinggir Jl Pasunean Cirebon menuju ke arah Makam Syekh Maulana Maghribi, becak yang saya tumpangi terus melaju masuk ke dalam kira-kira sejauh 150 meter. Setelah itu becak berbelok ke kiri dan melaju kira-kira sejauh 50 meter hingga melihat Makam Syekh Maulana Maghribi yag ada persis di sebelah kanan.

makam syekh maulana maghribi
Papan penanda Benda Cagar Budaya yang berada di depan Makam Syekh Maulana Maghribi, dengan tulisan berangka tahun 1465. Uniknya, selain di Kota Cirebon, Makam Syekh Maulana Maghribi ditemukan juga di beberapa tempat lain, seperti di Tuban dan di daerah Parangtritis Bantul yang juga ada Makam Syekh Maulana Maghrinbi.

Di daerah Lokawisata Baturraden juga terdapat petilasan Mbah Atas Angin yang konon nama lain Syekh Maulana Maghribi. Di Wonobodro, Batang, Jawa Tengah, ada pula makamnya. Lalu ada Makam Syech Maulana Maghribi di Kawedanan Comal, Pemalang. Demikian terkenalnya beliay sehingga diklaim dimakamkan di banyak tempat yang lokasinya saling berjauhan.

makam syekh maulana maghribi
Pusara sederhana ini yang dipercaya sebagai Makam Syekh Maulana Maghribi di Cirebon. Di sebelah kanan Makam Syekh Maulana Maghribi terdapat makam berukuran mini yang unik. Makam Syekh Maulana Maghribi berada dalam kompleks makam kecil, diantara makam ada yang memiliki 5 undakan, yang mungkin menggambarkan rukun Islam yang lima.

Sebutan Syekh Maghribi ini kemungkinan merupakan asal muasal nenek moyangnya, yaitu daerah Maghrib, atau Maroko di Afrika Utara. Nama asli Syekh Maulana Maghribi adalah Maulana Malik Ibrahim, yang juga dikenal sebagai Sunan Gresik, wali paling senior diantara wali songo, dan merupakan penyebar Islam yang pertama di tanah Jawa.

makam syekh maulana maghribi
Pintu masuk lapis kedua ke dalam Makam Syekh Maulana Maghribi yang rendah, yang nampaknya bermaksud sebagai pengingat agar ketika berkunjung ke makam ini maka peziarah harus berendah hati. Sama seperti ketika saya hendak memasuki rauang utama di Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang harus membungkuk dalam-dalam agar bisa lewat.

Sayangnya pintu masuk lapis pertama makam terkunci, dan juru kuncinya tidak juga datang ke lokasi sampai saya meninggalkan Makam Syekh Maulana Maghribi ini. Pada dinding tembok Makam Syekh Maulana Maghribi yang bercat merah terlihat menempel sejumlah keramik. Sebuah ciri yang mewarnai banyak bangunan lama di Kota Cirebon.

Dengan banyaknya tempat yang diakui sebagai Makam Syekh Maulana Maghribi, tentunya hanya ada satu yang benar, dan sisanya tampaknya petilasan, atau tempat dimana sang syekh pernah singgah. Sepertinya makam yang sebenarnya adalah yang di Makam Maulana Malik Ibrahim Gresik, yang saya kunjungi beberapa bulan kemudian.

Bagaimana pun makam hanyalah sekadar penanda yang diperuntukkan bagi orang yang masih hidup, sebagai tempat jasad si mati yang kemudian menjadi debu untuk disemayamkan. Sehingga tidak mengapalah jika ada begitu banyak makam untuk seorang Syekh Maulana Maghribi yang jasanya begitu besar dalam pengembangan Islam di tanah Jawa ini.

Makam Syekh Maulana Maghribi selengkapnya: 4.Gapura 5.Area Makam 6.Gapura Paduraksa 7.Hiasan Keramik

Makam Syekh Maulana Maghribi

Jl. Astanagarib, Cirebon (Peta).
Terdekat Keraton Kacirebonan (550 m) . Masjid Agung Sang Cipta Rasa (850 m)
Tempat Wisata di Cirebon . Hotel di Cirebon . Sunan Gresik.

Bagi via: Facebook . Twitter . Google+1 . Email . Print!
.