Makam Sunan Prapen Gresik

Makam Sunan Prapen di Gresik saya kunjungi dengan melewati Jl. Mayjen Sungkono yang berkelok turun, lalu masuk ke Jl. Sunan Prapen, dan belok ke kiri pada GPS -7.1710587, 112.6284349. Jalan kecil ini menanjak sampai ke ujung, lalu belok ke kiri di pertigaan. Arah ke kanan adalah jalan menuju ke Makam Sunan Giri melalui pintu samping.

Tidak lama kemudian kami sudah sampai di ujung jalan, dimana di sebelah kiri terdapat bangunan seperti aula, dan di sebelah kanan terdapat trap-trapan undakan menuju ke Makam Sunan Prapen yang berada di atas bukit.

Makam Sunan Prapen
Trap-trapan undakan yang menuju ke atas perbukitan dimana Makam Sunan Prapen berada. Batu hitam mendatar pada undakan ketiga dikenal sebagai Watu Anak, karena menurut kepercayaan setempat batu itu bisa membantu pasangan yang ingin mendapatkan keturunan dengan cara duduk di atasnya.

Satu persatu trap-trapan undakan saya jalani dengan langkah sedikit berhati-hati di tengah hujan gerimis yang baru saja turun di area Makam Sunan Prapen ini. Setelah sampai di puncak saya pun meneruskan langkah menuju ke sebuah cungkup yang letaknya berada di sebelah kanan kompleks makam.

Makam Sunan Prapen
Seorang pria berambut putih berkopiah hitam tengah duduk bersila dengan badan setengah bongkok menghadap ke cungkup Makam Sunan Prapen, khusuk berdoa dengan mata terpejam, tanpa terusik sedikitpun dengan kehadiran saya.

Pada papan berwarna hijau menempel petikan doa dalam huruf arab, dan di sebelahnya terdapat tulisan dalam huruf Latin yang berbunyi “Makam Kanjeng Sunan Prapen, lahir tahun 1432. Memerintah Kerajaan Giri ketiga tahun 1478 sampai wafat tahun 1527.” Di tengahnya terlihat undakan dan lubang masuk ke bagian dalam Makam Sunan Prapen.

Makam Sunan Prapen
Sisi lain area Makam Sunan Prapen dilihat dari cungkup yang berada di depan cungkup Makam Sunan Prapen. Kompleks Makam Sunan Prapen ini tampaknya sudah memerlukan perawatan dan perbaikan di sana-sini.

Ingatan saya melayang ke Makam Buyut Trusmi di Cirebon, dengan tradisi mengganti atap sirap kompleks makamnya setiap empat tahun sekali, serta pesta rakyat selama proses penggantian sirap itu berlangsung. Mudah-mudahan di Makam Sunan Prapen juga ada tradisi semacam ini.

Makam Sunan Prapen
Sepasang patung naga bermuka merah berbadan abu-abu terlihat di pintu masuk undakan cungkup Makam Sunan Prapen, dengan kedua ekornya berada pada puncak lubang pintu. Ornamen bunga dan daun dengan warna dominan hijau merah menghias kiri kanan dan bagian atas pintu. Ada ukiran berbentuk seperti wajah raksasa di sebelah kiri.

Makam Sunan Prapen
Bagian dalam Makam Sunan Prapen dengan dinding depan terbuat dari kayu gebyok dengan ukiran dedaunan yang rumit dan indah. Di tengahnya adalah undakan ke bagian dalam Makam Sunan Prapen yang pintu masuknya ditutup dengan pagar besi.



Share on FacebookTweetPrint This!