Kelenteng See Hin Kiong Padang

Kelenteng See Hin Kiong di Kota Padang kami kunjungi pada akhir tahun lalu. Beberapa tempat sembahyangnya masih menggunakan lokasi sementara karena belum direnovasi setelah beberapa bagian bangunannya hancur terkena musibah gempa dahsyat 7,9 Skala Richter yang melanda wilayah Sumatera Barat beberapa tahun berselang.

Kelenteng See Hin Kiong ini lokasinya berada di Jalan Kelenteng No. 1, di dalam lingkungan kompleks gedung tua Kota Padang, yang sebagian besar bangunannya dibiarkan terlantar dalam ketuaannya.

Kelenteng See Hin Kiong 1
Altar utama yang masih berada di tempat sementara. Kelenteng See Hien Kiong didirikan pada 1 November 1905, setelah sebelumnya berdiri kelenteng Kwan Im (Kwan Im Teng) yang didirkan pada 1861 di Kota Padang. Kelenteng Kwan Im telah terbakar habis karena bangunannya terbuat dari kayu dan beratap rumbia serta seng.

Kelenteng See Hin Kiong 2
Hiolo yang terlihat agak kotor di altar utama, mungkin masih belum sempat dibersihkan, mengingat keadaan darurat pada kelenteng pada waktu itu.

Kelenteng See Hin Kiong 3
Altar sembahyang untuk para pengikut Tao, dengan patung Lao Tze yang tengah memegang kipas bergambar Yin-Yang, yang dikenal juga sebagai simbol Taiji.

Dalam kosmologi Tao, lingkaran menggambarkan Tao, kesatuan yang tidak bisa dipisahkan darimana semua kehidupan muncul. Warna separuh hitam putih melambangkan Yin-qi dan Yang-qi – energi maskulin feminin primordial yang melahirkan ke dunia Lima Elemen dan Sepuluh Ribu Zat.

Kelenteng See Hin Kiong 4
Altar dengan patung Sam Pai Tjo Soe di sebelah kiri, dan patung Mak Tjo Po di sebelah kanan. Sedangkan yang di tengah adalah patung Koean Im Hoe Tjo. Nama-nama dewa ini agak asing bagi saya. Bisa saja semuanya ada di kelenteng yang pernah saya kunjungi, namun baru di Kelenteng See Hin Kiong ini nama-nama itu saya perhatikan.

Kelenteng See Hin Kiong 5
Sebuah kolam di depan Kelenteng See Hin Kiong dengan bunga teratai di permukaan airnya. Di atasnya terdapat sebuah hiolo besar terbuat dari tembaga yang dijaga oleh sepasang naga.



Share on FacebookTweetPrint This!