Kawah Putih Ciwidey Bandung

Galeri foto: 1. Tengara Kawah Putih s/d 32. Saung. Kawah Putih Ciwidey Bandung ada di Desa Alam Endah, Ciwidey, Bandung. GPS: -7.166705, 107.404093 (navigasi dengan Google Map), Waze (navigasi di Android dan iOS, install Waze di Play Store). Jam buka 07.00 – 17.00. Harga tiket masuk Rp. 15.000 (Rp.12.000 hari kerja). Wisman: Rp. 30.000. Roda dua: Rp. 5.000 (Rp.15.000 parkir atas). Roda empat: Rp. 6.000 (Rp. 150.000 parkir atas ). Bus: Rp. 25.000. Angkutan dari parkir bawah ke tepi kawah: Rp. 10.000. Tempat Wisata di Bandung lainnya, Peta Wisata Bandung, Hotel di Ciwidey.

Kawah Putih Ciwidey Bandung menyimpan sejumlah pertanyaan, sebagian karena kabut mistis dan belerangnya yang tinggi, sebagian karena sempat ada ketidakpastian aksesnya lantaran pernah diberitakan tertutup tanah longsor. Padahal sudah lama dibuka kembali.

Beberapa waktu lalu, kami meluncur di jalan tol Jakarta – Cikampek, lanjut tol Purbaleunyi, keluar tol Kopo, lanjut Jl. Terusan Kopo – Soreang, lalu kanan ke Jl. Raya Soreang – Ciwidey dan mengikuti jalan. Akses sampai ke gerbang Kawah Putih Ciwidey terbilang mulus.

Sebelumnya, di sebuah pertigaan, ada tanda Situ Patengan ke kiri, namun GPS meminta lurus. Kami lurus dan berbelok kiri pada pertigaan pertama. Akibatnya kami melewati jalan alternatif yang sempit, tidak mulus, namun untungnya pemandangannya sangat indah dengan hamparan kebun strawberry, sawah, dan perbukitan hijau di latar belakang.

kawah putih ciwidey bandung
Tengara ke wisata Kawah Putih Ciwidey Bandung yang terlihat cukup mencolok di tepi kanan pertigaan jalan masuk. Pengunjung yang menggunakan kendaraan umum akan turun di dekat tanda ini. Deretan pepohonan tinggi terlihat asri dan rindang, berjajar rapi di kiri kanan jalan menuju ke gerbang wisata. Tepian kawah masih sekitar 5 km lagi dari sini.

Di pintu gerbang kami membayar tiket masuk. Tiket untuk mobil ternyata sangat mahal, Rp.150.000, sedangkan tiket per orang waktu itu Rp.15.000. Jika ingin hemat, pengunjung yang membawa kendaraan pribadi lebih baik meninggalkan kendaraan di parkir bawah dan naik angkutan umum dari parkiran sampai ke tepian kawah.

Setelah kendaraan melaju melewati jalan relatif sempit yang berkelok dan menanjak, akhirnya kami sampai di area parkir atas yang luas. Tidak lama setelah turun, tiba-tiba kepala terasa pening yang tampaknya karena pasokan oksigen kurang karena udara tempat wisata ini mengandung kadar belerang tinggi. Masker yang diberi di loket lupa tak saya pasang.

kawah putih ciwidey bandung
Di ujung jalan dengan undakan menurun ini terlihat air Kawah Putih Ciwidey Bandung yang berwarna hijau keputihan. Kawah ini sesungguhnya adalah danau kawah yang terbentuk akibat letusan Gunung Patuha yang terjadi pada abad ke-XII. Sebelumnya, pada abad ke-X, Gunung Patuha meletus menciptakan Kawah Saat, yang aksesnya belum saya ketahui dengan pasti.

Hawa di kawasan wisata ini cukup dingin, dan setelah beberapa saat bau belerang tidak lagi mengganggu. Masyarakat dulu menganggap keramat Gunung Patuha, tempat bersemayamnya karuhun dan jin. Pada 1837, Dr. Franz Wilhem Junghuhn, melakukan perjalanan ke Bandung Selatan, dan menemukan suasananya sangat sepi, tanpa seekor binatang terlihat.

Masyarakat menjelaskan bahwa burung yang terbang melintas di atas Kawah Putih Ciwidey itu jatuh mati karena tempatnya angker. Junghuhn tidak percaya, ia meneruskan perjalanannya menembus hutan dan menemukan danau berwarna putih kehijauan dengan bau belerang menyengat. Kawah Putih ditemukan, dan misteri mengapa burung tak terbang melintas pun terjawab.

kawah putih ciwidey bandung
Sisi sebelah kiri area wisata Kawah Putih Ciwidey Bandung yang tampak cukup ramai dikunjungi meskipun bukan akhir pekan. Tidak adanya tempat duduk di sekitar kawah ini memang tampak disengaja karena kandungan belerang kawah yang sangat tinggi. Kawah Putih juga merupakan satu-satunya tempat wisata di wilayah Ciwidey yang tidak menyediakan tempat makan.

Di pinggir kawah terdapat gua bekas tambang belerang dari jaman Belanda, yang dulu diolah di pabrik belerang Zwavel Ontgining Kawah Putih. Pada jaman Jepang, namanya menjadi Kawah Putih Kenzanka Gokoya Ciwidey. Suasana obyek wisata ini lebih hidup dengan kehadiran seorang pemusik dengan dawai sitarnya menyanyikan lagu-lagu berbahasa Sunda.

kawah putih ciwidey bandung
Pemandangan pada sisi sebelah kanan Kawah Putih Ciwidey Bandung. Di sisi ini ada daratan yang menjorok ke danau kawah, sebagaimana juga terlihat di sisi sebelah kiri. Kontur area di sebelah kanan ini berbukit-bukit dengan sejumlah pohon yang kurus dan ada yang meranggas daunnya, mungkin karena pengaruh kandungan belerang tinggi.

Saya kira waktu kunjung terbaik ke objek wisata ini adalah saat kabut putih menyelimuti area sekitar danau kawah, yang membawa suasana mistis dan indah. Jika bukan pagi-pagi sekali, maka setelah siang hari biasanya selimut kabut sudah turun. Kalau saja menginap di Ciwidey tentu akan bisa mengatur waktu kunjung yang lebih lentur.

Di ujung tempat parkir ada tengara “Pamuka Lawang Kawah Putih Kawah Saat Gunung Patuha”, dan ada pula tulisan kisah penemuannya. Untuk ke tempat ini, dari Jakarta bisa naik bus di Kampung Rambutan, Cawang, Pulau Gadung, Lebak Bulus, Kalideres, Tangerang, atau Bogor ke Terminal Leuwipanjang Bandung (ongkos sekitar Rp.50.000).

Dari Terminal Bus Leuwipanjang, naik angkot ELF atau Bus Putra Setia jurusan Bandung — Ciwidey, turun Ciwidey (Rp.6.000). Dari Ciwidey naik angkot Jurusan Ciwidey – Situ Patengan, turun di pintu masuk Kawah Putih (Rp.6.000), sambung dengan naik angkutan ontang-anting dari gerbang ke area Kawah Putih (Rp.10.000 + 16.000 tiket masuk).

Bambang Aroengbinang di Bandung Kabupaten.
Share . Tweet . Whatsapp . Google+1 . Print!

Baca Juga