Gedung Monumen Pers Perjuangan Surabaya

Gedung Monumen Pers Perjuangan Surabaya terletak hanya beberap puluh langkah dari Hotel Majapahit yang kami kunjungi beberapa saat sebelumnya. Gedung Monumen Pers Perjuangan Surabaya ini berada di sudut jalan, dengan sebuah taman kota kecil berada di seberangnya. Sayang sekali Gedung Monumen Pers Perjuangan Surabaya ini tampak seperti kurang terurus, dengan pintu kayu uzur nyaris lapuk yang tertutup, sehingga kami hanya bisa mengintip dari balik kaca yang mulai kusam.

Gedung Monumen Pers Perjuangan SurabayaGedung Monumen Pers Perjuangan Surabaya merupakan bangunan tua Surabaya yang memiliki sejarah cukup panjang.

Catatan menarik dan foto-foto lama bangunan yang sekarang menjadi Gedung Monumen Per Perjuangan Surabaya ini bisa dilihat di album Surabaya Tempo Dulu di Facebook

Pada album itu diperlihatkan bahwa pada 1898 bangunannya masih berupa rumah biasa. Foto tahun 1900 memperlihatkan telah berdirinya toko Simpangsche Bazaar di tempat ini. Pada foto tahun 1925, bangunannya telah berubah dan menjadi toko mobil. Kemudian pada 1930-an berubah menjadi Toko Nam, pada 1938 dirombak dan manjadi Toko Kwang, dan akhirnya menjadi Gedung Museum Perjuangan Pers Surabaya.

Gedung Monumen Pers Perjuangan SurabayaGedung Monumen Pers Perjuangan Surabaya dengan sebuah tengara yang berada dibalik kaca dan cukup sulit untuk dipotret.

Tulisan pada tengara itu berbunyi: “Di Gedung Ini Tunjungan 100 pada tanggal 1 September 1945 didirikan Kantor Berita Indonesia / Antara yang mengabdikan perjuangannya untuk kemerdekaan Republik Indonesia. Pelaku-pelakunya adalah: Bung Tomo, R.M. Bintarti, Amin Lubis, Wiwiek Hidayat, Lukitaningsih, Hidayat, Samsul Arifin, Mashud, Jacub, Abd. Wahab, Tuty Agustina, Soewadji Garnadi, Sudjoko, Sukarsono, Sutoyo, Suwardi, Sumardjo, Petruk Sumadji, Fakih Hasan, Ali Urip, Mulyaningsih, Kusnendar, W.A. Saleh, Sumadi Gadio, Atmosantoso, Hasan Basri, Suwardi, Alimun, Sudarmo Kuntoyo, Samidjo, Rakhmad, Sofyan Tanjung, Moh Sin, Giman, Sumarsono, Wiryo Suman, Rifai, Ismail, Pepsia Bintarti, Sudardjo, Anwar Noris, dsb.
Tengara ini diletakkan pada 13 Desember 1985 pada saat dilakukan jumpa ulang ex warga Kantor Berita Indonesia – Antara Surabaya 1945″

Sejarah Pers Surabaya lebih lanjut bisa dibaca di blog Raja Agam

Gedung Monumen Pers Perjuangan SurabayaGedung Monumen Pers Perjuangan Surabaya dengan sebuah tengara lain dibalik dinding kaca yang juga agak sulit dipotret, berbunyi “Setelah Kantor Berita Domei milik Jepang ditutup, para wartawan Indonesia mendirikan Kantor Berita Indonesia bertempat di gedung ini pada bulan Agustus 1945. Setelah diintegrasikan dengan Kantor Berita Nasional Antara, namanya menjadi Kantor Berita Indonesia Antara.”

Pada baris di bawahnya adalah versi Bahasa Inggris-nya.

Gedung Monumen Pers Perjuangan SurabayaGedung Monumen Pers Perjuangan Surabaya yang sekarang ini tidak sepenuhnya berpola simetris pada bagian depannya, terutama dengan penambahan bagian depan gedung dimana tulisan Monumen Pers Perjuangan Surabaya berada. Beberapa ornamen tiga bulatan di bagian atas yang membentuk tusuk sate terlihat cukup menarik.

Gedung Monumen Pers Perjuangan SurabayaGedung Monumen Pers Perjuangan Surabaya dengan menara bendera Gedung Hotel Majapahit terlihat di latar belakang sebelah kanan.

Sudah saatnya pemda dan masyarakat pers Surabaya berbuat sesuatu untuk menghidupkan Gedung Monumen Pers Perjuangan Surabaya ini. Menjadikannya semacam museum pers Surabaya dengan koleksi foto dan perlengkapan penerbitan pada jaman perjuangan tentu akan memberi inspirasi dan bermanfaat bagi masyarakat Surabaya, generasi muda pers khususnya.

Gedung Monumen Pers Perjuangan Surabaya

Jl Tunjungan 100
Surabaya
GPS: -7.26139, 112.74008

Terkait Surabaya
Tempat Wisata di Surabaya, Peta Wisata Surabaya, Hotel di Surabaya, Kuliner di Surabaya

Share on FacebookTweetPrint!

This entry was tagged