Dago Tea House Bandung

Dago Tea House, yang juga dikenal sebagai Dago Thee Huis pada jaman penjajahan Belanda, adalah sebuah tempat nyaman yang terletak di daerah perbukitan di Bandung utara, dimana suhu udara jauh lebih sejuk dan pemandangannya lebih hijau dibanding bagian kota yang lain. Ketika saya masih kuliah di Bandung di awal tahun delapan puluhan, bangunan Dago Tea House masih dikelilingi oleh area terbuka yang luas dengan tempat duduk di bawah payung-payung besar yang menebar di sekitar lokasi, dinaungi oleh beberapa pohon tinggi yang sangat rimbun.

Anak-anak muda biasanya bercengkerama di sana sambil menikmati makanan dan minuman setempat, serta pemandangan yang indah kota Bandung bawah.

Sejak saat itu Dago Tea House telah mengalami beberapa kali renovasi besar yang telah membuatnya menjadi seperti sekarang ini, dengan ruang terbuka yang lebih terbatas tetapi lebih banyak fasilitas yang dibangun sebagai kompensasinya.

Dago Tea House
Foto di atas, yang diambil dengan teknik bulb karena rendahnya pencahayaan malam itu, adalah teater terbuka Dago Tea House yang dilengkapi dengan sistem pencahayaan dari bagian belakang penonton. Di tempat ini pada setiap Sabtu malam ditampilkan pagelaran berbagai seni budaya Sunda, seperti Jaipong, karawitan, angklung, pantun bubun, sandiwara, tembang sunda, wayang golek, dan lain-lain. Pada bagian atas teater Dago Tea House terdapat restoran yang cukup nyaman dimana anda bisa menyantap makanan sambil menikmati tontonan dan menghirup udara segar pegunungan Bandung utara.

Dago Tea House
Foto di atas adalah salah satu dari sekitar dua puluh rumah makan tradisional Sunda di Dago Tea House yang terbuat dari batang dan anyaman bambu, yang disebut saung. Saung yang menyediakan menu berbagai makanan khas Sunda ini berada di sebelah kiri dan belakang teater terbuka.

Dago Tea House
Nasi Goreng Dago Tea House, makanan yang disukai hampir semua orang.

Dago Tea House
Ayam bakar Dago Tea House yang lezat dengan nasi hangat yang dibakar dalam bungkus daun pisang, dihidangkan dengan lalapan dan sambal, adalah salah satu makanan khas yang bisa Anda temukan di sana, selain tentunya nasi goreng, dan makanan laut.

Dago Tea House
Bajigur dan Bandrek, dalam foto di atas, adalah dua jenis minuman khas Jawa Barat yang Anda bisa pesan di Dago Tea House. Bajigur terbuat dari santan dan gula aren, dengan daun pandan sebagai pewangi, ditambah dengan potongan kecil roti tawar dan kolang-kaling.

Sedangkan Bandrek dibuat dari jahe, kayu manis, adas, cengkeh, ketumbar, kapulaga, , serai, gula aren dan cabai. Kadang-kadang ditambah juga susu kental manis, dan juga potongan daging kelapa muda yang segar. Namun minuman kegemaran saya adalah ketika keduanya dicampur, karena rasa Bajigur terlalu manis buat saya, dan rasa Bandrek terlalu pedas, sehingga campuran keduanya (50:50) merupakan komposisi yang sangat pas buat saya. Anda tidak akan menemukan campuran ini dalam menu, dan perlu sedikit membujuk pelayan untuk menyiapkannya buat Anda..

Dago Tea House
Pada malam hari Anda masih bisa menikmati pemandangan kota Bandung dari beberapa saung di Dago Tea House ini, meskipun tidak lagi sejelas dan seindah beberapa tahun yang lalu karena berdirinya bangunan baru yang menghalangi pemandangan ke bawah.

Selain Arena Panggung Terbuka yang mampu menampung sampai 1.200 penonton, juga ada Teater Taman yang berukuran lebih kecil, Galeri yang dulu dikenalsebagai “Roemah Teh”, Sanggar Seni Tari, perpustakaan, dan tempat penjualan cindera mata.

Meskipun jalanan kota Bandung seringkali memusingkan, bahkan bagi orang seperti saya yang pernah tinggal di sana selama hampir enam tahun, namun sangatlah mudah untuk menemukan Dago Tea House.

Dago Tea House

Jl. Bukit Dago Utara No. 53, Bandung (lihat Peta).
Telp: (022) 250 5365.

Jika Anda datang dari arah Jakarta, ambil pintu keluar Pasteur. Setelah membayar tol dan melewati lampu merah, ambil jalan layang dan lalu turun pada jalan keluar yang pertama; ambil jalan lurus dan lalu berbelok ke kiri masuk ke Jl. Dago, kemudian terus lurus melewati tiga lampu merah dan Anda akan melewati McD di sebelah kiri di daerah Simpang Dago.

Ikuti terus jalan yang mulai menanjak, Anda akan melewati Hotel Sheraton di sebelah kanan dan Hotel Jayakarta di sebelah kiri. Beberapa meter setelah Hotel Jayakarta, carilah papan penanda Dago Tea House di sebelah kiri jalan. Masuk dan ikuti jalan itu sampai Anda menemui tempat parkir Dago Tea House.

Terkait Dago Tea House
Tempat Wisata di Bandung, Peta Wisata Bandung, Hotel Murah di Bandung, Hotel di Bandung, Hotel di Ciwidey

Share on FacebookTweetPrint!

This entry was tagged