Curug Cigamea Bogor, 1

Curug Cigamea Bogor terletak sedikit lebih ke bagian dalam di kawasan Taman Nasional Halimun-Salak, Bogor, beberapa menit berkendaraan setelah melewati jalan simpang yang mengarah ke Curug Seribu. Curug adalah kosa kata yang bisa dijumpai di daerah Jawa Barat dan sebagian daerah di Jawa Tengah, yang berarti air terjun.

Areal parkir Curug Cigamea Bogor boleh dibilang jauh lebih luas dibandingkan dengan tempat parkir yang ada di Curug Seribu, dan lebih memudahkan pengunjung karena terletak di pinggir jalan utama. Jarak dari area parkir sampai ke lokasi dimana curug berada relatif cukup dekat dan mudah, begitulah kata penjaga loket.

Kenyataannya hanya separuh benar. Memang undakan jalan telah dibuat dengan sangat baik meskipun mengurangi nilai alaminya. Namun jarak dari loket hingga sampai ke lokasi curug tidak bisa dikatakan dekat sebagaimana Curug Cihurang atau Curug Ngumpet. Masih membutuhkan energi yang lumayan banyak untuk sampai ke bawah.

curug cigamea bogor1/7. Dua Curug
Kedua air terjun lumayan tinggi yang ada di lokasi Curug Cigamea Bogor. Foto ini diambil dengan sebuah lensa wide angle sehingga bisa terlihat sekaligus dari jarak cukup dekat. Jarak diantara kedua air terjun itu tak begitu jauh namun karakternya berbeda. Debit airnya tampak kecil, karena memang saat itu tidak berada di puncak musim penghujan.

Di sepanjang perjalanan menuruni undakan menuju ke lokasi tempat wisata ini yang memakan waktu sekitar 20 menit perjalanan itu, terlihat di sebelah kiri adalah eloknya pemandangan alam pada daerah perbukitan dan lembah yang menghijau. Pemandangan itu cukup menghibur selagi menata langkah dan nafas, sementara di sebelah kanan dipagari dengan tebing yang tinggi.

curug cigamea bogor2/7. Curug Pertama
Pemandangan ke arah air terjun pertama di kawasan Curug Cigamea Bogor yang letaknya berada di sebelah kiri dari lokasi curug yang kedua, dengan ketinggian tebing rambatan air yang hampir sama. Kondisi curug ini terlihat masih alami. Belum terlihat ada sentuhan manusia pada bagian bawah curug dengan batu besar kecil terserak di tepiannya.

Tidak sebagaimana air terjun yang pertama, di sini airnya turun di sepanjang tebing tanah liat yang berwarna kuning coklat, sehingga warna air yang ada di kolam bawah curug tidak sejernih seperti pada air terjun yang kedua. Mungkin karena itu tidak ada satu orang pun yang terlihat tengah mandi di sana.

curug cigamea bogor3/7. Curug Kedua
Pemandangan tegak pada air terjun Curug Cigamea Bogor yang kedua dimana beberapa orang muda terlihat tengah menikmati dinginnya air pegunungan yang jernih yang turun dari tebing berbatu. Karena rambatan yang berupa tebing berbatu keras itulah maka air yang terjun ke bawah tidak membawa kotoran sehingga terlihat jernih.

Boleh dikatakan memang bahwa perbaikan pada undakan menuju curug itu mengurangi sentuhan alami perjalanannya, sebagaimana perasaan ketika menapaki tangga buatan ke arah bibir Kawah Gunung Bromo Probolinggo. Namun menurut saya hal itu hanyalah masalah rancangan tangga dan pemilihan bahan yang dipakai, yang baiknya dibuat sedekat mungkin dengan alam.

curug cigamea bogor4/7. Berundak
Pemandangan pada puncak air terjun Curug Cigame Bogor yang pertama. Air terjun yang ada di sebelah kiri ini rambatan airnya berundak-undak, sehingga curah airnya relatif sudah menjadi lemah ketika sampai ke kolam yang ada di dasarnya. Namun pada puncak musim hujan dengan debit air yang jauh lebih tinggi maka kekuatannya bisa berlipat.

Saat itu tak ada warung yang buka di sekitar lokasi air terjun sehingga tak bisa membeli minuman meskipun tenggorakan terasa agak kering. Mungkin karena hari sudah menjelang sore, dan mungkin pula karea pengunjung hari itu tak seramai ketika akhir pekan atau hari libur. Namun warung di dekat parkir tetap buka.

Karena hari sudah sore itu pula sehingga hanya tinggal beberapa orang yang terlihat masih saja menikmati suasana di dekat curug. Beberapa orang itu pun terlihat sudah mulai bersiap-siap untuk meninggalkan tempat itu. Tak jelas apakah masih ada pengunjung yang tinggal jika senja telah lewat.

Setelah mengambil beberapa gambar, saya pun memulai perjalan pendakian meninggalkan area Curug Cigamea dengan langkah seperti Zombie, menapaki dengan pelan dan teratur satu persatu tangga ke atas ke arah tempat parkir, namun teknik ini ternyata tidak terlalu bermanfaat ketika cadangan energi sudah sangat tipis.

Curug Cigamea Bogor, Kawasan Taman Nasional Halimun-Salak Bogor, Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan, Bogor Kabupaten. Jam buka 07.00 – 17.00. Harga tiket masuk: Rp.4.000. Wisata terdekat Curug Seribu (1,5 km). Petunjuk Jalan, Tempat Wisata di Bogor . Peta Wisata Bogor, Hotel di Bogor.
Bambang Aroengbinang

Tulisan Yang Mungkin Anda Suka