Tangerang Kota

Bendungan Pintu Air Sepuluh Tangerang

Share . Tweet . Whatsapp . Google+1 . Print!

Galeri Foto: 1. Bendungan s/d 10. Ruang Sela. Bendungan Pintu Air Sepuluh Tangerang ada di Jl Raya Sangego, Desa Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Tangerang Kota. GPS -6.16028, 106.62744 (navigasi dengan Google Map), Waze (navigasi di Android dan iOS, install Waze di Play Store). Jam buka sepanjang waktu. Harga tiket masuk gratis. Tempat Wisata di Tangerang, Hotel di Tangerang, Peta Wisata Tangerang.

Bendungan Pintu Air Sepuluh Tangerang atau Bendungan Pasar Baru Irigasi Cisadane ada di Koang Jaya, Karawaci, Tangerang. Saya melewati jembatan yang melintang di Sungai Cisadane, dan lalu belok kanan. Lokasi bendung ada di pojok kanan jalan yang berkelok ke arah kiri.

Bendungan Pintu Air Sepuluh Tangerang ada di  kanan jalan arah menuju ke Masjid Pintu Seribu yang jaraknya 3,2 km lagi arah ke barat daya. Tak ada parkir khusus, namun ada ruang luang yang tak begitu besar untuk berhenti tanpa terlalu mengganggu lalu lintas di jalan.

Sungai Cisadane adalah salah satu sungai utama yang mengalir melewati Provinsi Banten dan Provinsi Jawa Barat. Sungai itu merentang sepanjang sekitar 80 Km. Sumber air Sungai Cisadane berawal dari Gunung Salak – Pangrango di Kabupaten Bogor, dan mengalir sampai ke muaranya yang ada di Laut Jawa.

bendungan pintu air sepuluh tangerang
Sesuai dengan nama julukan populernya, Bendungan Pintu Air Sepuluh Tangerang atau Bendungan Sangego memiliki sepuluh buah pintu air yang lebarnya masing-masing sepuluh meter. Penguasa Belanda di jaman kolonial mulai membangun Bendungan Pasar Baru Irigasi Cisadane ini pada tahun 1927 dan membutuhkan waktu hingga lima tahun sebelum mulai digunakan pada 1932.

Konon pemerintah Belanda sampai perlu mendatangkan para pekerja yang berasal dari kota Cirebon ketika membangun bendung ini. Bisa jadi karena di saat yang bersamaan ada banyak proyek yang sedang dikerjakan, sehingga jumlah tenaga kerja yang ada di sekitar lokasi sudah tidak lagi mencukupi kebutuhan.

bendungan pintu air sepuluh tangerang
Pemandangan menarik di Bendungan Pintu Air Sepuluh Tangerang ketika batang pisang masih menjadi mainan pilihan bagi anak-anak untuk bermain di sungai yang permukaan airnya tampak sedang surut. Seorang pria usia pertengahan abad terlihat tengah berjalan membawa jala untuk mengais rejeki dari dalam perut air Sungai Cisadane di dekat lokasi bendungan.

Agak di sebelah kanan seorang pria memancing dengan berjongkok di “pulau” di tengah sungai di bawah bendungan, yang membutuhkan kesabaran dan kewaspadaan karena permukaan air sewaktu-waktu bisa naik. Ikan sebesar telapak tangan beberapa kali terlihat berhasil dikail dan dimasukkan ke dalam bubu.

bendungan pintu air sepuluh tangerang
Sebuah pemandangan menarik terlihat ketika seorang pria muda tampak tengah menebar jala dari atas Bendungan Pintu Air Sepuluh Tangerang di ruang diantara dua buah pintu air. Sungai Cisadane bukan hanya menghidupi para petani dan pemilik sawah serta menjadi sumber air minum kota Tangerang, namun juga menjadi tempat bermain anak dan mencari ikan.

Lebih ke kanan lagi ada seorang pria tampak tengah mengail dari atas bendungan yang cukup tinggi. Selain sebagai pengendali banjir, fungsi utama bendungan ini adalah untuk mengairi areal persawahan seluas 40.000 ha lebih yang meliputi Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kabupaten Serang dan DKI Jakarta.

bendungan pintu air sepuluh tangerang
Bendungan Pintu Air Sepuluh Tangerang merentang sepanjang 125 meter dan dibuat dengan konstruksi beton bertulang. Cukup menarik melihat aktivitas penduduk di sekitar bendungan, dan jika mau anda pun bisa naik melewati tangga untuk kemudian berdiri menikmati pemandangan dari atas konstruksi besi bendungan, tentu dengan ijin penjaga yang bertugas.

Sewaktu kunjungan saya itu hanya tiga buah pintu air yang dibuka. Pintu-pintu air ini masih digerakkan oleh mesin-mesin tua HEMAAF warisan Belanda berkekuatan 6000 Watt yang seusia dengan umur bendungan. Ada lima buah mesin penggerak pintu yang masing-masing menggerakkan dua buah pintu air.

Akan sangat menarik jika saja di tepian Bendungan Pintu Air Sepuluh Tangerang dibangun tempat minum dan makan yang bisa dipakai bersantai dan menikmati pemandangan setelah berjalan menyusur sungai dan bendungan. Pengembangan kawasan wisata seperti ini perlu terus dilakukan oleh pemerintah setempat untuk membantu bergeraknya ekonomi.

Author: Bambang Aroengbinang
Share . Tweet . Whatsapp . Google+1 . Print!