Pemandangan dari Argo Anggrek Semarang

Saat itu tanggal 3 Februari, dan Jakarta tengah dilanda banjir besar karena curah hujan yang sangat tinggi dan pada saat yang bersamaan air Laut Jawa tengah pasang. Sehari sebelumnya bandara Soekarno – Hatta ditutup bagi semua penerbangan karena buruknya jarak pandang sehingga bisa membahayakan keselamatan.

Saya sedang berada di kota Semarang saat itu, dan tidak begitu yakin apakah bisa terbang kembali ke Jakarta, dan oleh karenanya saya pergi ke stasiun kereta api Tawang untuk membeli karcis kereta api Argo Anggrek dan berhasil mendapatkannya.

Orang yang duduk di sebelah saya tertidur di sepanjang perjalanan, membuat saya bisa sibuk dengan kamera dan mencoba memotret melalui jendela kaca kereta api. Cuaca cerah, yang membuat saya bisa memotret dengan kecepatan shutter cukup baik dari atas kereta yang berjalan dengan laju antara 60-90 km per jam.

Argo Anggrek
Hamparan tanaman padi yang menguning yang siap untuk dipanen, sementara para petani dan pekerja di latar belakang tengah sibuk memanen dan membersihkan bagian sawah yang lain. Pohon yang menghijau tersebar di sepanjang garis cakrawala, dengan bukit membiru dan langit yang cerah, merupakan kombinasi sempurna yang menghasilkan pemandangan yang indah.

Argo Anggrek
Sebuah pabrik batu bata yang berada di tengah daerah persawahan, tempat dimana batu bata dicetak secara manual dengan tangan dan kaki, lalu dibakar dalam tumpukan tinggi sampai warnanya merah membara. Ketika kecil saya pernah membantu membuat batu bata semacam itu, dan melihat api selama seharian melakukan tugasnya untuk membakar batu bata yang mentah sampai menjadi matang dan siap untuk dijual.

Argo Anggrek
Meskipun kerbau masih banyak dipakai oleh para petani untuk membajak sawah, namun pemandangan seperti di atas juga telah banyak dijumpai di berbagai tempat sejak puluhan tahun lalu untuk mempersiapkan tanah bagi musim tanam berikutnya.

Argo Anggrek
Seorang pria tengah menikmati waktu luangnya dengan segelas kopi dan jajanan pasar di sebuah stasiun kereta api kecil antara Semarang – Jakarta.

Argo Anggrek
Seorang petani tengah mendorong sepedanya yang dimuati hasil panen melewati persawahan yang ditanami bibit padi. Sepeda telah umum dipakai oleh para petani untuk mengganti alat transportasi yang lebih tradisional seperti gerobak dorong.

Argo AnggrekSebuah pemandangan persawahan dengan padi menghijau yang baru berumur beberapa bulan.

Argo Anggrek
Seorang penggembala tampak tengah mengikuti kambing gembalaannya sementara tiga anak kecil berjalan di belakangnya. Sawah sehabis panen merupakan tempat yang sangat digemari anak-anak untuk bermain, apakah untuk menaikkan layang-layang atau untuk mencari belut, atau katak untuk santapan makan malam.

Ada perasaan senang bisa berada kembali di dalam kereta dan menikmati pemandangan sepanjang perjalanan yang tidak akan bisa diperoleh jika menggunakan kesawat atau mobil. Mungkin suatu ketika nanti saya akan pergi ke Bandung menggunakan kereta api lagi karena pemandangan sepanjang perjalanannya yang indah.

Terkait Argo Anggrek
Tempat Wisata di Semarang, Hotel Semarang, Peta Wisata Semarang

Bagi di FacebookTweetPrint!