Arca Totok Kerot Kediri

Arca Totok Kerot adalah tempat pertama yang kami kunjungi di Kediri, setelah sebelumnya kami dijemput oleh Mas Sanusi di Stasiun Kediri pada sebuah pagi, beberapa saat setelah turun dari Kereta Api Gajayana yang berangkat dari Jakarta malam sebelumnya. Selama di Kediri, Mas Sanusi-lah yang menemani kami berkeliling ke banyak tempat di Kediri.

Adalah Myra Diarsi yang memperkenalkan kami dengan mas Sanusi, yang ternyata juga senang pergi berkelana ke tempat-tempat bersejarah di Kediri. Sebagian tempat itu belum sempat dikunjunginya meskipun ia telah cukup lama tinggal di kota itu sejak mengelola sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat yang berurusan dengan penyakit sosial.

Lokasi Arca Totok Kerot berada di tepian ladang jagung dan tanaman tebu, diletakkan di atas sebidang tanah terbuka yang dikelilingi oleh bilah pagar besi. Jalan di depan area Arca Totok Kerot Kediri ini sudah dibuat dengan cukup rapi dan lumayan lebar. Ada pula sebuah warung sederhana di dekat situs yang menjual minuman dan makanan ringan.

arca totok kerot kediri
Tengara Arca Totok Kerot Kediri yang dipasang dibalik pagar. Sayangnya pintu masuknya digembok, dan tidak ada penjaga yang datang sampai kami meninggalkan tempat itu. Tidak pula terlihat ada nomor telepon penjaga yang bisa dihubungi pengunjung, meskipun di bagian samping depan situs Arca Totok Kerot terdapat sebuah pos jaga.

Alhasil kami hanya bisa melihat dan memotret Arca Totok Kerot dari luar pagar. Tak apa, karena jaraknya cukup dekat sehingga masih bisa dilihat dengan jelas. Arca ini terbuat dari batu andesit utuh sehingga dalam pembuatannya membutuhkan perhitungan matang, ketelitian tinggi, serta tidak boleh ada kesalahan dalam penatahan.

Kondisi Arca Totok Kerot Kediri ini terlihat masih cukup baik, meski kepalan tangannya tidak ada lagi dan bagian atas mata kanannya seperti sobek terkena parang. Tangan kiri arca juga telah hilang sampai ke pangkal lengannya. Ada yang menyebut bahwa tangan itu lepas saat arca diangkat, namun jika benar mestinya bisa direkatkan kembali.

arca totok kerot kediri
Tampak depan Arca Totok Kerot dengan mata seperti gundu dan mulutnya tersenyum. Tinggi arca ini mencapai tiga meter, terbesar dan tertinggi yang pernah saya lihat. Arca ini diduga merupakan peninggalan dari Kerajaan Kediri atau Panjalu (1042-1222) yang beribukota di Daha (baca: “Doho”), atau sekitar Kota Kediri sekarang ini.

Dugaan asal muasal arca ini bermula dari lambang Kediri dalam wujud ornamen tengkorak di atas bulan sabit pada dahi atas Arca Totok Kerot. Lambang itu dikenal dengan nama Candrakapala. Pada pergelangan kakinya terlihat dihiasi dengan lilitan ular bermahkota di kepalanya. Kaki kanan arca menekuk ke depan, dan yang kiri menekuk ke belakang.

Selain pada dahi, ornamen tengkorak juga ada pada lengan arca, anting kiri kanan, dan juga untaian kalung di lehernya. Kepalan tangan kanan Arca Totok Kerot terlihat telah hancur tidak berbentuk, sehingga menjadi pertanyaan apakah pada tangan itu apakah ada gada atau tidak, karena arca Dwarapala semacam ini lazimnya memegang gada dalam posisi tegak.

arca totok kerot kediri
Tampak samping Arca Totok Kerot, memperlihatkan rambut gimbal dan ornamen pada lengan dan kakinya. Legenda setempat menceritakan bahwa Arca Totok Kerot adalah jelmaan putri cantik dari Lodoyo, Blitar, yang dikutuk oleh Sri Aji Jayabaya setelah dikalahkan dalam adu kesaktian lantaran keinginannya untuk diperistri Raja Kediri itu ditolak.

Tak diketahui siapa yang memberi nama Totok Kerot pada arca Dwarapala ini. Ada yang menyebutkan nama itu melambangkan kemarahan sang putri (kerot adalah suara gigi beradu saat marah, totok dari bahasa Kawi yang berarti kutukan) yang bukan hanya gagal diperistri namun malah dikutuk menjadi raseksi. Hanya saja tarikan wajahnya mirip senyuman.

Arca Totok Kerot sebelumnya terbenam di bawah tanah ketika ditemukan penduduk pada 1981, dan baru sepenuhnya diangkat pada 2003. Biasanya arca semacam ini ada sepasang, dan dalam jarak yang tak terlalu jauh. Tak jelas apakah pernah dilakukan penggalian untuk menemukan arca Dwarapala yang satunya lagi itu, karena mestinya juga terpendam.

Pada saat kunjungan, pepohonan di sekitar arca belum cukup menaungi dari sengat matahari Kediri, namun cukup asri. Arca Totok Kerot merupakan situs terbesar peninggalan Kerajaan Kediri yang pernah ditemukan. Ada baiknya areanya diperluas, ada tempat duduk, serta papan informasi yang memberi keterangan seputar situs Arca Totok Kerot.

Arca Totok Kerot Kediri selengkapnya: 4.Tengkorak 5.Sempurna 6.Pintu 7.Gada 8.Terpelihara 9.Ragam Tengkorak 10.Peneduh 11.Lengan 12.Samar 13.Bola Api 14.Raseksi 15.Pos 16.Jalan 17.Gazebo

Arca Totok Kerot Kediri

Dusun Kunir, Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. GPS: -7.79801, 112.07018 (Peta Arca Totok Kerot)
Tempat Wisata di Kediri . Peta Wisata Kediri . Hotel di Kediri

Tag:
Bagi lewat Facebook . Twitter . Google+1 . Email . Print!
Bambang Aroengbinang
Tentang Penulis
Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, sekarang tinggal di Jakarta. Pejalan musiman yang senang pergi ke situs dan tempat bersejarah. Menyukai daratan dan pegunungan ketimbang laut. Lihat tulisan Bambang Aroengbinang lainnya.

7 Travelog Acak:

.